Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Detik detik menuju halal


__ADS_3

"Sekali lagi takdir menunjukkan kalau jodoh tak akan kemana mana. Seberapa kuat pun kita menghindar, semuanya pasti akan terus berulang. Sudahi semuanya Rena, kembalilah kepadaku" Varo mengeluarkan semua isi hatinya, meskipun dengan kalimat yang berantakan.


"Kak Varo, apa aku masih pantas?" Rena terus menunduk setelah Varo melepaskan pelukannya.


"Lebih dari pantas untuk menjadi nyonya Alvaro, please Re kali ini jangan ada penolakan lagi" Varo menggenggam kuat tangan Rena.


"Ta...tapi aku tidak akan bisa menjadi istri yang sempurna untuk kamu kak, aku divonis dokter akan sulit memiliki keturunan karena salah satu sel telur ku sudah diangkat pasca kejadian waktu itu" Rena terisak mengadukan semuanya kepada Varo. Kali ini tak ada lagi yang ingin disembunyikannya, dia ingin membagi semuanya bersama pria yang telah mengambil seluruh kehidupannya.


Varo tampak sedikit shock dengan pengakuan Rena, namun tak lama, dia langsung berhasil menguasai keadaan.


"Kita sudah punya Alif. Tak masalah jika kita hanya akan memiliki dia saja sepanjang kehidupan kita, yang terpenting aku dan kamu selalu menjadi satu" Varo terus berusaha meyakinkan Rena.


Rena mengangkat wajahnya dan menatap jauh kedalam mata Varo. Mencari ketulusan dari semua kalimat yang baru saja diucapkan pria itu.

__ADS_1


"Percayalah Rena, aku janji tak akan menyia nyiakan mu lagi" Varo terus memohon.


"Iya kak, aku mau" Rena mengakhiri pelariannya. Dia telah lelah berlari sendirian, ini saatnya dia melangkah menatap masa depan bersama sang pemilik hati, yaitu Alvaro Prasetya.


"Yes" Varo tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, dia kembali menarik Rena kedalam pelukannya. Kali ini Rena tak lagi menolak, sudah saatnya dia bahagia.


Tak disadari Rena dan Varo, kedua pengantin baru yaitu Aulia dan Aldi, serta Zifa dan Niko telah berdiri di belakang mereka sedari tadi. Semuanya bertepuk tangan menyambut kebahagiaan dua orang anak manusia itu.


"Apapun yang telah kalian lakukan kemarin, gue gak akan marah, terimakasih buat kalian semua nya" Varo berbicara kepada para penonton nya itu sambil terus menggenggam tangan Rena.


"Hari ini juga, aku akan menikahi Rena secara agama terlebih dahulu. Aku gak mau dia berubah pikiran lagi" Varo segera memutuskan.


"Zifa bantuin mas ya, dalam satu jam siapkan semua yang dibutuhkan oleh calon pengantin wanita ku ini" Varo memberi perintah.

__ADS_1


"Astaga" semua mata semua yang ada di tempat itu melotot tak percaya. Varo benar benar tak mau melewatkan sedikit pun waktu untuk menghalalkan Rena.


"Kak, jangan gila, semua harus dipersiapkan dulu" Rena mengingatkan.


"Semuanya siap kok Re, disini masih ada MUA yang merias, gaun pengantin spesial yang dulu pernah dipilih Varo juga tersedia, semua berkat inisiatif Zifa" Aulia menjelaskan.


"Maksudnya?" gantian Rena yang melotot tak percaya.


"Beberapa hari lalu aku iseng nanya mas Varo, model baju pengantin apa ya diinginkannya untuk calon istrinya nanti. Meskipun dijawab tanpa antusias, mas Varo tetap memilihnya, dan aku sudah langsung memesannya. Sebentar lagi sampai, aku sudah kirimkan alamat.


"Astaga Zifa" Rena masih berusaha tak percaya.


"Karena aku yakin, kak Rena dan mas Varo pasti bisa bersatu lagi, ikatan cinta kalian begitu kuat" Zifa berkata dengan mata berkaca kaca penuh haru.

__ADS_1


Dua jam saja waktu yang dipersiapkan untuk membuat akad nikah impian Rena dan Varo terwujud. Bak semesta mendukung, penghulu yang akan pergi untuk menikahkan pasangan lain pun berhasil ditahan dan bersedia menunggu agar Rena dan Varo sah di tangannya.


__ADS_2