Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Insecure


__ADS_3

Pagi menjelang. Varo tak sedikitpun bisa memejamkan mata. Pertanyaan tentang kehamilan Rena belum terjawab, dan sekarang dia harus melihat ibunya tergeletak di ranjang rumah sakit dengan berbagai macam alat penunjang hidup.


"Mas Varo, kalau mau mandi atau sarapan dulu pergi aja. biar aku yang jagain tante" Zifa yang juga menginap di rumah sakit menyapa Varo.


"Aku mau lihat kondisi Rena, dia ada disini juga. di ruangan ICU diatas" Varo berbicara dengan suara serak.


"Pergilah, lihat dulu aja keadaan kak Rena, nanti kalau ada apa apa aku telpon" Zifa berbicara dengan sangat bijak. Adik sepupu yang sering menjahili Varo ini tiba tiba sangat bisa diandalkan.


"Aku pergi sebentar ya" Varo bergegas keluar ruangan setelah memastikan kondisi ibunya stabil dan belum ada perubahan.


Varo baru saja hendak masuk kedalam ruangan ICU tempat Rena dirawat. Langkahnya terhenti saat melihat Niko berada di ruangan itu juga.


Saat ini Niko sedang menggenggam tangan Rena. Pria itu tampak sangat bersedih dengan kondisi Rena.

__ADS_1


Sungguh hati Varo terasa panas. Niko terang terangan menunjukkan rasa yang dimilikinya kepada Rena.


Sebelumnya, dokter Desi telah menjelaskan kepada Varo siapa Niko sebenarnya.


Niko adalah seorang duda tanpa anak yang menjadi donatur utama di yayasan yang dikelola Rena.


Niko hampir setiap hari datang ke yayasan dan menemui Rena. Dari seringnya pertemuan mereka menumbuhkan rasa dihati Niko untuk Rena.


Pria itu sudah berkali kali mencoba melamar Rena. Baik secara resmi dengan membawa keluarga maupun secara pribadi dengan Rena.


Dan apa yang dilihat Varo saat ini benar benar membuat kepercayaan diri pria itu anjlok. Varo merasa sangat hina, karena dulu dia mencintai Rena tak setulus Niko.


Setengah hati Varo merasa tak pantas untuk kembali mendekati Rena setelah apa yang diperbuatnya. Sementara setengah lagi hatinya meminta untuk berjuang mempertahankan dan merebut cinta Rena yang tersisa.

__ADS_1


"Hai bro, maaf aku tak melihat mu, masuklah gantian, aku sudah selesai" Niko sangat ramah, dia menyapa Varo dengan bersahabat.


Varo melangkah masuk dan mendekat kearah Rena yang masih menutup mata.


"Dokter bilang kondisinya stabil, untunglah dia wanita kuat, dia selalu bisa bertahan" Niko berucap dengan bangga.


"Apa kau sangat mencintainya?" Varo menanyakan pertanyaan yang dia sendiri takut mendengar jawabannya.


"Untuk saat ini dia adalah wanita yang ku kagumi, dia sangat pantas untuk kuberikan cinta dan kasih sayang, dia wanita mengagumkan" Niko menjawab dengan puitis.


Varo mengangguk setuju, semua pendapat Niko tentang Rena benar. Semuanya benar.


"Ok bro, aku mau ada urusan dulu di luar, kalau boleh minta tolong, jagain calon istri ku sampai dokter Desi datang ya" dengan cuek Niko berbicara kepada Varo. Rasanya ubun ubun Varo mau pecah mendengar semua ucapan Niko yang ceplas ceplos itu.

__ADS_1


Varo menatap wajah Rena yang masih terlelap. Tangannya terangkat ingin memgelus wajah wanita itu. Namun seketika keberanian itu menghilang. Varo teringat dosa dosanya kepada Rena. Dia mundur, menjauh,. membentuk jarak antara tubuhnya dan tubuh Rena.


Varo merasa tak pantas untuk sekedar berdekatan dengan wanita itu. Dia terlalu jahat untuk wanita sebaik Rena.


__ADS_2