Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Bubur ayam spesial


__ADS_3

"Om ganteng" Zifa yang menyadari kalau yang berada di depannya saat ini adalah laki laki yang selalu dikhayalkannya setiap malam berjingkrak kegirangan.


"Hei anak kecil ngapain malam malam berdiri dijalan?" Niko bertanya kepada Zifa yang masih senyum senyum. Sandal yang dipegang Niko dilempar kembali ke arah kaki Zifa.


"Bocah ini selalu memakai sandal jepit" gumam Niko heran.


"Aku bukan anak kecil, aku udah dewasa" Zifa protes.


"Mobil aku rusak" Zifa menunjuk kearah mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.


Niko mengabaikan Zifa dan melangkah kearah mobil yang terparkir.


"Hei anak kecil, kuncinya mana?" Zifa yang bengong membuang buang waktu Niko.


"Eh iya, ini" Zifa menyerahkan kunci mobilnya kepada Niko.


Niko memeriksa beberapa bagian dalam mobil Zifa.


"Makanya kalau masih kecil jangan suka bawa kabur mobil orang tuanya" Niko mengomeli Zifa.


"Ini harus dibawa ke bengkel, besok pagi aja, kamu ikut aku biar kuantar pulang" Niko berbicara sambil mengunci kembali mobil Zifa.


"Itu mobil aku, aku gak bawa kabur mobil orang tua, aku udah punya surat izin mengemudi, aku bukan anak kecil" Zifa protes karena merasa dilecehkan oleh Niko.

__ADS_1


Pria itu mengernyitkan dahi pertanda heran.


"Aku ini udah umur dua puluh tiga tahun, kalau menikah udah pantas" Zifa keceplosan.


"Benarkah? mengapa kau terlihat begitu pendek?" Niko mengejek dengan cuek.


Zifa misuh misuh tak terima karena pria impiannya yang selalu menjadi sumber khayalannya setiap malam mengejeknya.


"Ayo masuk, anak kecil gak boleh berkeliaran malam malam" Niko kembali mengajak Zifa masuk kedalam mobilnya.


"Ku hitung sampai tiga ya, kalau kamu gak mau masuk aku tinggal, tuh di depan banyak anak jalanan, bisa bisa kamu besok pulang tinggal nama" Niko mulai kesal karena Zifa tak menggubrisnya.


"Satu, tiga" Niko menekan pedal gas mobilnya hingga membuat mobil sport itu meraung keras.


Niko tertawa melihat kelakuan gadis di sampingnya. Sudah lama dia tak tertawa lepas seperti ini. Gadis kecil unik yang dua kali ditemuinya ini sungguh membangkitkan jiwa mudanya.


"Mau diantar kemana?" Niko bertanya kepada Zifa setelah tawanya reda.


Perumahan bunga mekar, lurus aja dari sini" Zifa menjawab dengan jutek. Kadar kekagumannya kepada pria ini memudar. Dia ternyata sangat menyebalkan.


Mobil Niko melaju dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan tak ada percakapan apapun diantara kedua insan itu.


.

__ADS_1


.


.


Pagi hari di Australia.


Varo bangun dengan perasaan hati yang bahagia.


Setelah melaksanakan ibadah subuh, Varo bergegas membuat sarapan untuk dirinya.


Bubur ayam, Varo tiba tiba sangat ingin menikmati bubur ayam seperti yang dimakan Rena kemarin.


Pria tampan itu bergegas menuju dapur dan mengolah makanan sesuai ekspektasi nya.


"Hello tuan Varo, apa yang anda lakukan? mengapa tak meminta saya membuatkan makanan anda?" madam Grace heran dengan sikap Varo pagi ini. Sangat banyak makanan yang disiapkan Varo.


"Apakah ada acara spesial pagi ini?" lagi lagi madam Grace bertanya.


"Saya sangat senang karena mama mulai ada kemajuan. Saya ingin merayakannya" Varo menjawab dengan ceria.


"Saya senang melihat anda tampak berbeda hari ini, semoga anda selalu tersenyum seperti ini" madam Grace mengungkapkan perhatiannya.


"Thanks madam" Varo kembali tersenyum. Hal yang jarang dilakukannya akhir akhir ini.

__ADS_1


Varo menyiapkan bubur ayam spesial dalam jumlah sangat banyak. Dia meminta petugas apartemen untuk membagikannya ke semua unit. Varo ingin membagi rasa syukurnya.


__ADS_2