Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Tiga pria satu misi


__ADS_3

"Aku belum nikah Re, masih betah sendiri" Aldi menjawab pertanyaan Rena. Saat ini mereka duduk berbincang di sofa ruang tamu.


"Gak nyangka kamu jadi pengusaha sukses sekarang, salut deh sama kamu" Rena menghibur Aldi.


"Oiya, Aulia gimana kabarnya? apa kamu masih komunikasi sama dia?" Rena teringat gadis manis yang jadi sasaran berkeluh kesah nya dulu.


"Aul sekarang masih di luar negeri, kita sering komunikasi kok lewat video call" Aldi tampak tersipu malu kala menceritakan gadis itu.


"Kalian berdua?" Rena tak meneruskan kalimatnya, dia hanya berniat menggoda.


"Haha, nanti tunggu aja kabar baiknya" Aldi menjawab dengan penuh misteri.


"Amin, semoga seperti yang aku pikirkan ya" jawab Rena menimpali.


Varo yang berdiri di dapur dan sedang membuatkan minuman untuk Aldi terus memantau kedua orang itu. Meskipun Varo tak bisa mendengar apa yang di obrolkan tapi melihat senyuman Rena yang begitu lepas membuat Varo ikut bahagia.


"Kamu belum pernah seceria itu saat bersama ku Re" gumam Varo sendu.


"Andai aku bisa membuat mu terus tersenyum seperti itu" jerit hati Varo lagi.


Varo tersadar dari lamunannya saat suara air mendidih yang sedang dibuatnya semakin keras. Varo segera menyiapkan minuman dan kembali bergabung dengan Rena dan Aldi.


"Seri bener ceritanya, aku gabung ya" Varo datang bersama 3 cangkir minuman di nampan.

__ADS_1


"Eh maaf ya kak Varo, saking senangnya ketemu Aldi aku sampai lupa bikin minum" Rena merasa tak enak hati karena Varo mengambil alih tugasnya sebagai tuan rumah.


"Tak apa Re, aku senang lihat kamu begitu gembira malam ini" Varo menatap Rena.


Aldi memperhatikan gestur tubuh Varo saat berbicara dengan Rena. Aldi yakin kalau rasa cinta Varo kepada Rena tulus dan sangat besar, pasti ada rahasia yang dipendam hingga iya tega menyakiti Rena di masa lalu.


"Kalian berdua sekarang ini apa? teman taoi mesra?" Aldi tanpa basa basi menanyakan hal pribadi kepada Varo dan Rena.


"Kami berteman, hanya teman" Rena langsung menjawab dengan tegas. Sementara Varo hanya diam menatap Rena.


"Oh syukurlah kalau gitu, aku masih ada kesempatan dong ya buat dekati kamu" Aldi dengan sengaja membuat pernyataan yang membuat panas hati Varo.


Tatapan tajam mata Varo berubah arah ke arah Aldi. Dia tak menyangka Aldi akan berucap seperti itu.


Aldi membalas tatapan Varo dengan senyum tipis penuh arti.


Sementara itu, Niko yang telah berhari hari tak main ke yayasan merasa rindu dengan suasana di tempat itu. Terlebih kepada salah seorang penghuni cantik didalamnya, yaitu Rena. Niko merindukan Rena.


Setelah mengantar Zifa kembali kerumahnya, Niko bergegas melajukan mobilnya kearah yayasan.


Sepanjang perjalanan, Niko kembali mengingat ucapan Zifa. Gadis itu seolah memberi sinyal kalau selama ini dia menyimpan rasa.


"Dasar anak baru gede, ya gak mungkin lah gue tertarik sama dia, apa kata dunia kalau gue pacaran sama anak kecil" Niko bergumam sendiri.

__ADS_1


"Rena adalah pasangan terbaik saat ini buat gue, apapun yang terjadi gue harus bisa memilikinya, gue gak akan melepaskannya begitu aja" Niko bertekad kuat.


Tak terasa Niko telah sampai didepan gerbang yayasan. Dua mobil mewah yang terparkir didepannya membuat Niko mengernyit heran.


"Sepertinya didalam rame, ada acara apa ya malam malam begini" Niko bergumam sendiri.


Perasaan Niko semakin tak karuan saat melihat salah satu dari mobil yang terparkir itu adalah mobil Zifa yang dulu pernah dibantunya saat mogok di jalanan.


Jika bukan Zifa yang mengendarai mobil itu, sudah pasti itu adalah Varo.


"Ngapain dia malam malam begini datang" Niko menggeram menahan emosi.


Tak ingin membuang buang waktu, Niko segera masuk kedalam tanpa mengucapkan salam.


Niko masuk melewati ruang tamu dan menemukan Rena yang sedang berbincang akrab satu sofa dengan pria yang tak dikenalnya. Sementara Varo ada di sofa yang lain, di sebelah Rena.


"Siapa lagi ini, mengapa dia tampak sangat dekat dengan Rena" hati Niko tambah panas.


"Rena" Niko memanggil wanita manis itu.


"Eh pak Niko, maaf Rena gak tau kalau pak Niko datang, silahkan duduk pak" Rena kebingungan karena ada tiga pria dengan wajah tak bersahabat satu sama lain di dekatnya saat ini.


Rena kebingungan siapa yang harus diajaknya mengobrol saat ini. Semua punya kepentingan berbeda.

__ADS_1


__ADS_2