Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Oopss...Kiara Keceplosan


__ADS_3

Varo tampak lemas dan lesu selama di kantor. Aldi yang mengawasi dari dalam ruangannya terus memberi laporan kepada Aulia dan Niko.


"Sumpah deh gue gak tega lihat dia" pesan chat dari Aldi kepada Niko. Kedua pria itu kini tampak lebih akrab, terutama sejak ide mengerjai Varo, mereka langsung kompak sehati.


"Biar tau rasa dia" Niko membalas dengan emoticon devil.


.


.


.


Sementara itu, Rena tengah bersama Aulia di butik tempat disiapkannya gaun pengantin wanita.


"Re, ini baju pendamping pengantin, kamu cobain dulu" Aulia menunjukkan satu buah gaun berwarna putih super cantik kepada Rena.


"Astaga Aul, baju pendamping pengantin seperti ini? apa kabar dengan baju pengantinnya?" Rena terkesima tak percaya.


"Iya, ini khusus dirancang buat kamu" Aulia meyakinkan Rena.


Wanita penurut itu memang tak pernah banyak membantah. Dia mengikuti kemauan sahabatnya, mencoba gaun itu di kamar ganti.


"Gimana?" Rena memperlihatkan kepada Aulia, wanita itu tampak canggung mengenakan gaun mewah itu.


"Bagus banget Re, kamu cocok" Aulia berkomentar dengan mengangkat kedua jempolnya ke udara.


"Eh tapi ini apa tidak berlebihan? aku berasa aneh" Rena kembali protes.


"Tidaklah Re, kamu sahabat spesial ku, cuma kamu nanti yang jadi pendamping pengantin, jadi kamu harus tampil beda" Aulia terus membujuk.

__ADS_1


"Ah Aul, aku terharu" Rena memeluk sahabatnya itu.


.


.


.


"Mas Varo kok udah pulang?" Zifa yang tengah menikmati makan siangnya kaget karena melihat Varo sudah pulang kerumah.


"Kepalaku sakit, aku mau istirahat dulu" Varo menjelaskan sambil terus berjalan menuju ke kamarnya. Wajahnya tampak pucat.


Varo memang mengambil cuti setengah hari karena merasa tak mampu fokus bekerja. Bayangan Rena bersama Niko merajut bahagia terus mengusik konsentrasinya.


"Mas Varo maafin Zifa ya" gadis itu bergumam dalam hatinya. Tak tega melihat kakak sepupu yang selalu jadi sasaran keusilannya itu bersedih.


.


.


.


Kiara yang telah lama tak berkunjung ke yayasan tiba tiba mampir dan bertemu Rena.


"Kiara" Rena menyambut dokter muda nan cantik itu dengan sumringah.


"Hai Rena, ah rindu lo" Kiara memeluk Rena.


Setelah keduanya saling melepas rindu, Kiara memulai obrolannya.

__ADS_1


"Kamu apa kabar?" Kiara bertanya.


"Baik, Alhamdulillah" Rena menjawab pertanyaan Kiara.


"Syukurlah, aku kesini mau memberikan ini" Kiara memberikan satu kotak paket perawatan kulit Rena yang selama ini digunakan untuk menyamarkan bekas luka di pipi yang dialaminya dulu.


"Loh, kok kamu tau aku udah kehabisan? dan maaf kayaknya aku gak pakai lagi deh, gak ada duitnya" Rena mencoba menjelaskan alasannya menolak pemberian Kiara.


"Tenang aja, ini udah satu paket sama perawatan wajah kamu yang dulu, Varo udah bayar lunas bahkan sampai dua tahun ke depan" Kiara menjelaskan tanpa menyadari kalau dia baru saja membongkar rahasia besar.


"Varo?" Rena langsung bereaksi begitu nama Varo disebut.


"Oopss" Kiara spontan menutup mulutnya sendiri. Wajah galak Varo langsung melintas menakuti pikirannya.


"Kiara, jelaskan" Rena tanpa basa basi mendesak Kiara mengklarifikasi ucapannya barusan.


"Em ya udah deh, gue capek simpan rahasia terus, tapi janji jangan marahin gue, jangan marahin Varo" Kiara mencoba bernegosiasi.


"Cepatlah Kiara, jelaskan" Rena mulai tak sabar.


"Jadi, sebenarnya aku ini teman kecilnya Varo. Dia menghubungiku untuk meminta bantuan menyembuhkan bekas luka di wajahmu Re.


Varo meminta agar aku merahasiakan identitas siapa yang membantu mu. Meskipun awalnya aku gak tau apa masalah kalian. Aku hanya melihat ketulusan dalam diri Varo. Dia memohon kepada ku agar mengembalikan kepercayaan dirimu Re. Meskipun aku meminta syarat yang tak murah, Varo menyanggupi" Kiara menceritakan semuanya.


"Termasuk perjalanan ke Australia waktu itu?" Rena kembali menyambungkan kejadian kejadian masa lalu yang dilewatinya bersama Kiara.


"Itu keisengan ku. Setiap hari Varo menanyakan kondisi dirimu, aku tau dia sangat memendam rindu. Aku berpikir akan mempertemukan kalian disana, karena kebetulan aku ada pelatihan dari tempat kerja, ya ibaratnya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui" Kiara cengar cengir salah tingkah.


Rena diam seribu bahasa. Varo dalam diamnya terus berusaha memperbaiki keadaan. Ternyata orang baik yang membantu perawatan wajahnya ini adalah Varo, pria yang selalu mengisi hatinya.

__ADS_1


Rena tau pasti semuanya tak murah. Untuk satu serum wajah saja, bisa mencapai angka fantastis, karena dulu lukanya dalam dan mengerikan. Rena menjadi bertambah simpati kepada Varo.


__ADS_2