Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Keanehan Rena


__ADS_3

Tubuh Rena bergetar ketakutan melihat orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Rena, jangan takut, saya kesini bukan untuk membuat masalah dengan mu" Nathan mencoba menenangkan Rena yang sangat panik.


Desi yang kebetulan telah sampai dirumah segera mendekati Rena karena mengkhawatirkan kondisi adiknya itu.


"Mau apa kalian kesini?" Desi segera pasang badan melindungi Rena yang ketakutan.


"Maaf nyonya, tolong beri kesempatan kepada tuan Nathan, beliau tak bermaksud jahat" seorang bodyguard yang mengawal Nathan mengambil alih situasi.


"Umurku tak panjang lagi Rena, aku menyadari perbuatan ku kepadamu begitu jahat, berikan aku sebuah pengampunan, aku ingin pergi dengan tenang" Nathan yang sombong dan beringas nampak begitu lemah tak bertenaga.


Rena menatap nanar tak percaya hal ini akan terjadi. Masih segar di ingatannya bagaimana seorang juragan kaya itu menghajar tubuhnya, menyiksa tanpa ampun bahkan membuat dirinya kehilangan bayi.


Rena diam mematung menanggapi perkataan mantan suaminya itu. Kejadian ini pernah terjadi saat dulu Varo suaminya muncul setelah menyakitinya, namun kali ini terasa sungguh berat. Pria yang dihadapinya ini telah menorehkan trauma sangat dalam, Rena tak yakin bisa melupakan begitu saja.


"Sepertinya Rena tak ingin membahas apapun dengan anda, silahkan tinggalkan tempat ini" Desi mengambil inisiatif untuk mewakili Rena menghadapi Nathan dan bodyguard nya.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan pergi" Nathan begitu lesu menjawab ucapan Desi.


"Rena, aku harap kau bisa memaafkan ku" Nathan pamit dan memberi kode kepada para asistennya untuk segera membawanya pergi dari tempat itu.


Ruang tamu kembali kosong. Sunyi senyap mencekam membaluti seisi tempat itu. Rena menyendiri di kamarnya, merenungi ucapan Nathan beberapa menit yang lalu.


Pria itu muncul kembali. Wajahnya yang dulu sangat menakutkan kini terlihat menyedihkan. Penyakit yang menggerogotinya tampak nyata, duduk di kursi roda serta badan yang sangat kurus membuat kondisinya semakin menyedihkan.


.


.


.


Sebelumnya Varo sibuk di restoran dan meninggalkan Rena di yayasan agar istrinya itu lebih fresh dan semangat karena berkumpul bersama adik adiknya di yayasan.


Telepon dari kak Desi yang mengabarkan kalau mantan suami Rena yang kejam telah kembali dan menemui Rena membuat Varo segera menghentikan semua kegiatannya. Varo menutup restoran lebih cepat dan tergesa gesa menemui Rena.

__ADS_1


"Aku gak apa apa kak" Rena memeluk manja suaminya.


"Syukurlah kalau begitu" Varo menarik nafas lega karena melihat sikap istrinya yang begitu manis. Tadinya Varo berpikir Rena akan shock dan menangis, tapi ternyata itu semua salah.


"Aku mandi dulu ya, bau tadi belum sempat mandi dari restoran" Varo takut nanti istrinya akan mencium aroma tak sedap dari tubuhnya.


"Jangan mandi, aku suka bau ini" Rena semakin manja bahkan semakin mempererat pelukannya. Wanita cantik itu terus mengendus tubuh sang suami yang menurutnya sangat wangi.


"Ahh sayang, kau menggoda ku" Varo mulai terpancing akibat ulah Rena.


"Hmmphhh" Rena memulai duluan aksinya menciumi bibir suaminya itu. Entah mengapa tiba tiba dia begitu berhasrat untuk menggoda sang suami, seolah ada dorongan dari dalam dirinya untuk melakukan itu.


"Mas...aku sayang kamu" Rena berbisik di telinga Varo dengan begitu lembut.


Varo merinding menahan gejolak saat Rena melakukan hal yang selama ini tak pernah dilakukannya.


Rena yang selama ini selalu menjadi wanita pemalu, bahkan setelah sah menjadi istri Varo pun Rena tak pernah bersikap seperti ini. Sesuatu yang tak boleh di sia siakan oleh Varo. Dalam hitungan detik pria itu membalas sambutan hangat istrinya. Pergumulan tak dapat dielakkan. Kali ini Rena mendominasi jalannya permainan. Varo kewalahan bahkan menyerah kalah akibat ulah istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2