Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Bismillah, usaha baru


__ADS_3

Pukul 02.30 dinihari.


Varo telah selesai merapikan semua peralatan yang baru saja dibawanya dari gudang rumahnya yang lama. Sebagian peralatan baru juga ditambahkan untuk persiapan restoran baru mereka nanti.


"Dapur sudah, lantai bawah sudah, kamar untukku dan Rena sementara tinggal disini juga sudah. Masih ada cukup waktu untuk istirahat sebelum subuh datang" Varo bermonolog sendiri.


Ruko dua lantai itu telah disulap Varo menjadi tempat artistik dan cozy untuk bersantai para anak anak muda.


Varo baru menyadari, dia tak melihat sang istri sedari tadi. Bergegas Varo menaiki tangga ke lantai atas untuk memastikan kondisi Rena baik baik saja.


"Sa......yang" suara Varo tertahan saat menemukan sang istri tertidur pulas diantara tumpukan baju dan selimut.


Varo langsung teringat, sebelumnya Rena berniat untuk membereskan pakaian yang berantakan pasca dipindahkan dari rumah ke ruko.


"Ah, dia pasti sangat lelah" Varo bergumam pelan agar istrinya itu tak terganggu.


Varo membopong tubuh mungil sang istri dengan gerakan lembut. Posisi tidur Rena dipindah dari lantai ke ranjang.


Tak lupa Varo memasang selimut untuk melindungi tubuh istrinya itu.


"Maafkan aku sayang, aku membawamu kedalam kesusahan seperti ini" sebuah kecupan menutup ucapan Varo.

__ADS_1


Lampu telah dipadamkan, dan pria tampan itu berbaring nyaman di samping istri kesayangannya. Merajut mimpi yang indah berdua.


.


.


.


Rena menggeliatkan tubuhnya yang letih. Sejenak ia tak sadar berada dimana saat membuka mata. Namun tak lama memori nya kembali dan ia mengingat saat ini berada di ruko untuk merintis sebuah usaha baru bersama suami tercintanya.


Rena mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Semua sudah tertata rapi di tempatnya.


"Astaga aku ketiduran" Rena segera bangkit dan merapikan diri. Ia yakin Varo suaminya sedang kerepotan sendiri tanpa bantuannya.


"Kak, maaf aku kesiangan bangunnya" Rena merasa tak enak hati. Saat ini ia melihat sang suami telah berpakaian rapi lengkap dengan jas chef kebanggaannya. Beragam menu masakan pun telah terhidang di meja, siap untuk dipajang di etalase agar menarik pengunjung datang.


Varo membalikkan badan saat mendengar suara sang istri.


"Cup"


sebuah kecupan pagi dihadiahkan di pipi wanita itu.

__ADS_1


"Masih capek?, kamu istirahat aja, biar nanti agak siangan udah segar, temani aku menyambut tamu" Varo berbicara kepada Rena sambil terus memasak.


"Kamu gak tidur semalaman kak?" Rena tak menanggapi justru balik bertanya.


Varo mematikan kompor didepannya, dan berbalik kearah istrinya kembali.


"Aku tidur kok, di sebelah kamu, memeluk kamu, masa gak terasa?" Varo menggoda sang istri. Tak lupa jari jemarinya mengusap rambut terurai Rena. Wanita itu belum memasang hijabnya karena hanya berdua dengan sang suami di tempat itu.


Rena mengangguk angguk lemah. Semalaman dia begitu lelah hingga tak sadar apa yang terjadi.


"Aku bantu menata makanan ini ke depan ya kak, biar kita bisa buka lebih cepat" Rena berinisiatif membantu.


Konsep restoran mereka adalah restoran nusantara bergaya prasmanan. Pengunjung bisa memilih dan mengambil sendiri makanan apa yang mereka mau. Jadi tak membutuhkan banyak karyawan untuk membantu mereka.


Varo hanya memiliki dua orang pegawai saat ini. Sebelumnya mereka adalah orang yang juga bekerja di ruko ini. Kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka harus berhenti dari pekerjaannya yang lama. Beruntung saat transaksi sewa menyewa mereka direkomendasikan oleh pemilik ruko, dan demi membantu sesama Varo dan Rena menyetujui untuk mereka bekerja sementara bersama mereka.


"Sayang, pakai dulu ya kerudung nya, sebentar lagi mas Riski dan Joko datang, aku gak mau mereka melihat kamu seperti ini" Varo mengingatkan Rena dengan pakaiannya.


"Kamu hanya boleh sexy didepan aku" Varo berbisik menggoda Rena.


Wanita itu tersipu malu dan segera bergegas naik kembali ke lantai atas untuk berganti pakaian.

__ADS_1


"Bismillah, mudahkanlah jalan kami untuk mencari rezeki halal dari MU" Semua kru restoran berdoa memulai awal pembukaan usaha baru ini. Doa dipimpin langsung oleh sang owner Alvaro Prasetya.


__ADS_2