Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
First Kiss


__ADS_3

Selesai sarapan dan merapikan rumah, Varo dan Rena berpamitan kepada Paman Dede dan bi Maryam. Varo memutuskan untuk kembali ke kota. Pria itu sadar kalau tak bisa seterusnya melarikan diri dari kenyataan.


Varo bertekad akan memperjuangkan Rena di depan mamanya. Mereka akan berjuang demi cinta.


Namun sebelum benar-benar kembali ke kota, Varo juga sudah menyusun rencana untuk mewujudkan impian Rena, menghadirkan suasana romantis untuk momen jadian pertama dalam hidup Rena.


"Kak, kita kenapa gak langsung pulang, kenapa mampir dulu kesini?" Rena masih belum mengetahui rencana apa yang disiapkan Varo.


Saat ini mereka tengah berada di sebuah kawasan resort puncak tertinggi di daerah Sukabumi.


"Kita disini sampai sore ya, matahari terbenam jika dilihat dari tempat ini sangat indah, sangat menakjubkan" ucap Varo.


Varo memilih menghabiskan waktu hingga sore di sebuah cafe bernuansa alam ini. Dalam benaknya sudah ada sebuah rencana besar yang akan dieksekusi sebentar lagi.


Setelah menghabiskan hidangan dan perbincangan ringan, akhirnya waktu yang tepat yang ditunggu tunggu Varo pun datang.


"Re, coba lihatlah kesana" tunjuk Varo kearah siluet jingga dibawah bukit tempat mereka berdiri.


"Wah, iya kak, benar benar indah luar biasa" takjub Rena.


Varo menggenggam tangan Rena dan menatap gadis itu dalam, posisi mereka saat ini saling berhadapan dengan pancaran jingga sebagai latarnya.


"Semoga ini menjadi kesan yang indah buat awal hubungan kita, Aku mencintaimu Rena" Varo kembali mengulang pengutaraan cintanya seperti yang diinginkan Rena.


Rena terpukau dan tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya, Varo begitu manis saat ini.


Dan sekali lagi,

__ADS_1


"Cuppp"


Sebuah ciuman yang hangat dan dalam dicuri Varo dari Rena. Namun bukan di pipi atau kening, melainkan bibir, ya Varo menghisap manisnya madu di bibir Rena. Bibir yang belum pernah disentuh oleh siapapun.


Mata Rena membelalak tak percaya saat ini bibirnya tengah dikulum oleh seorang pria tampan yang baru saja memberi pengalaman romantis kepadanya.


"Bernafaslah sayang, jangan ditahan" Varo melepaskan ciumannya dan berbisik kepada Rena, namun tak menunggu lama reaksi dari Rena, kembali bibir gadis itu dilahap dengan rakus oleh Varo.


Sejenak kemudian barulah keduanya saling melepas pagutan asmara itu, saat asupan oksigen diantara mereka benar benar menipis.


Rena tertunduk malu saat menyadari Varo menatap lekat kepadanya.


Sementara Varo terus tersenyum karena menahan rasa bahagia sekaligus bangga di hatinya. Dari cara Rena menerima ciuman darinya, bisa dipastikan kalau itu adalah benar benar pengalaman pertama Rena.


"Terimakasih Re" Varo menarik Rena kedalam pelukannya.


Malam menjelang, Varo beralasan terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan ke kota, dan meminta Rena untuk menginap semalam di resort itu.


Dengan rencana yang sudah disiapkan Varo, saat memesan kamar, resepsionis mengabarkan kalau hanya ada satu kamar yang tersedia, dan terpaksalah mereka berdua akan berbagi kamar malam ini.


Rena yang polos tak menyadari akan ada suatu kejadian besar yang akan merubah kehidupannya untuk selamanya.


Dengan terus bergandengan bak pasangan baru, Rena dan Varo melangkah mengikuti room boy menuju kamar pesanan mereka di lantai 5. Honeymoon room.


"Silahkan tuan dan nyonya, selamat menikmati bulan madu kalian" sang room boy yang telah membukakan pintu dan memastikan kondisi kamar sudah siap akhirnya mempersilahkan Rena dan Varo untuk masuk kedalam.


",Bulan madu" Rena baru menyadari dan hendak protes menjelaskan kepada room boy tersebut, namun pemuda itu telah hilang dibalik lift.

__ADS_1


"Kak, kenapa memilih kamar ini" Rena melampiaskan protesnya kepada Varo.


"Cuma kamar ini yang tersedia" jawab Varo cuek.


"Tapi ini kamar orang yang sudah menikah" Rena masih bertahan dengan protesnya.


"Lalu apa masalahnya?" Varo bersikap seolah olah tak ada apa apa.


"Kak, lihat itu ranjangnya, dihiasi bunga bunga mawar bertaburan, terus ada musik musik begini, dan itu" Rena menunjuk sebuah lukisan sepasang manusia yang berpelukan dalam keadaan sensual.


"Hahaha,,,apa boleh buat Re, hanya ini yang tersedia malam ini, kita tidak punya pilihan lain" Varo merasa geli melihat sikap Rena yang polos.


"Tapi kak" Rena masih ingin protes, tapi pelukan Varo yang tiba tiba dari belakang berhasil membuatnya membeku.


"Menikahlah denganku" Varo mengeluarkan sebuah cincin ke hadapan Rena.


Rena tergagap tak percaya. Hari ini begitu banyak kejutan.


"Anggap lah ini pernikahan awal antara kita berdua, beri aku waktu mempersiapkan sebuah kejutan pernikahan yang istimewa buatmu. Hari ini jadilah istriku sepenuhnya" Varo tak menunggu jawaban apapun dari Rena. Cincin yang sudah disiapkannya langsung diselipkan di jari manis Rena.


"Mulai saat ini, kita sudah menjadi suami istri sayang" bujuk Varo kepada gadis polos dan bodoh itu.


Rena bak kerbau yang dicolok hidungnya, menurut saja apapun yang diperbuat Varo kepada tubuhnya, bukannya menolak, bahkan ikut menikmati.


Hingga tanpa disadari seluruh pakaian di tubuh mereka terlepas dan dengan lembut Varo menggendong tubuh itu menaiki ranjang pengantin mereka.


Varo terus menatap inchi demi inchi tubuh Rena dengan takjub. Hidangan lezat didepan matanya akan segera siap dinikmati.

__ADS_1


__ADS_2