Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Mimpi...awal dari masa depan


__ADS_3

"Re, aku udah boleh bicara belum?" Varo memulai pembicaraan dengan Rena.


Rena diam tak mempedulikan. Buku di tangannya terus di bolak balik.


"Saat itu aku terpaksa pergi meninggalkan mu Re, aku gak punya pilihan lain" Varo memulai pembicaraan meskipun Rena tampak tak acuh.


"Jangan berpikir semua ini mudah buatku, aku sama tersiksanya denganmu" lanjut Varo.


"Aku tidak pernah melupakan mu Rena" Varo berusaha membujuk Rena.


"Sudah selesai kak, semuanya sudah selesai. Bisakah kita hidup masing masing tanpa saling bertemu lagi?" Rena menjawab semua ucapan Varo dengan tenang.


"Aku sedang berusaha untuk memaafkan semuanya. Tolong bantu aku, ini sangat berat, aku capek" nada suara Rena bergetar.


Varo terdiam. Sakit rasanya saat mendengar permintaan Rena. Wanita yang dicintainya memohon kepadanya untuk dilupakan. Memohon agar dirinya pergi sejauh mungkin dan tak menemuinya lagi. Berat, sungguh berat permintaan ini.


.


.


.


Varo duduk diluar ruangan Rena. Ucapan Rena yang tadi memohon kepadanya untuk tak lagi ditemui terus terngiang ngiang.


Rena benar benar tak bisa memaafkan kesalahannya, apakah ini saatnya Varo harus melepaskan cinta untuk Rena?. Berbagai macam pikiran membebani Varo.


"Ngapain disini? gak masuk?" suara dokter Desi memecah lamunan Varo. Dokter itu baru selesai dari prakteknya dan ingin menemui Rena di ruangan.

__ADS_1


"Eh kak Desi, udah selesai prakteknya?" Varo menyapa.


"Udah, kamu kenapa gak masuk?" Desi kembali bertanya.


"Rena tak menginginkan kehadiran ku" ucap Varo resah.


"Mungkin ini jalan yang telah ditakdirkan untuk kalian. Dia bukan jodohmu, jangan dipaksakan" ucap Desi.


Varo semakin galau, haruskah dia terima?.


.


.


.


Hari hari berlalu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Rena berjalan menyusuri ruangan panjang tanpa ujung. Dengan pakaian serba putih, sesosok raksasa besar terus mengejarnya. Rena sangat ketakutan dan terus berlari. Sepanjang jalan yang dilewatinya, bayangan bayangan masa lalu muncul bagai puzzle.


Bayangan masa kecil penuh derita lengkap dengan orang orang didalamnya, berlanjut ke masa remaja dan dewasa. Semuanya terus berserakan di sepanjang lorong itu.


Rena yang kelelahan tak dapat lagi meneruskan berlari. Kakinya bagai terikat di sebuah batu besar dan semakin dia bergerak batu itu semakin kuat mencengkeram.


Tak jauh dari tempat Rena terjatuh, sebuah cahaya penuh kebahagiaan sedang menantinya.

__ADS_1


Rena terus berusaha mengejar cahaya itu namun tak mampu beranjak dari tempatnya, dan bayangan raksasa kian mendekat hingga akhirnya menangkapnya".


"Akulah dendam yang terus kau pelihara, sekarang nikmatilah, kau akan hancur karena aku semakin kuat, kebahagiaan yang kau impikan tak akan pernah kau dapatkan karena hatimu yang rusak".


Rena terbangun dari tidurnya.. Mimpi buruk yang baru saja dialami terasa nyata. Rena yakin ini adalah pertanda dari Allah. Rena tersadar.


"Aku udah jauh berubah. Sudah melangkah ke jalan yang salah, hatiku dipenuhi benci" Rena berbicara sendiri dalam hatinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Selamat siang Bu Rena, sudah siap untuk tindakan operasi? kami akan memindahkan ibu ke ruangan observasi" suster yang bertugas menyapa Rena.


"Suster, apakah operasi ini akan sulit?" Rena cemas.


"Ini termasuk operasi besar bu, melihat kondisi ibu sebelumnya dengan diagnosa jantung lemah, dokter menggolongkan ini kedalam kategori resiko tinggi" suster menjelaskan apa yang diketahuinya.


Rena terdiam. Jika memang waktunya habis sebelum iya memaafkan masa lalu, maka penyesalan akan terus menyiksa hingga ke alam kubur. Rena tak ingin itu terjadi.


"Suster berapa lama lagi tindakannya? apakah saya bisa menghubungi seseorang" pinta Rena.


"Bisa Bu Rena, setengah jam lagi kami kembali" suster meninggalkan Rena di kamar sendirian.


Setelah kepergian suster dari ruangan Rena, kak Desi masuk dan menghampirinya.


"Kak Desi, Rena boleh pinjam ponselnya?".


"Rena mau telpon siapa? ini pakailah" Desi menyodorkan ponsel ke tangan Rena.

__ADS_1


"Rena ingin menghapus semuanya, Rena ingin memaafkan masa lalu kak. Rena takut gak ada umur" gadis itu terisak.


"Ya Allah Re, luar biasa sekali hatimu, hebat sayang, kamu wanita yang hebat" Desi memeluk Rena.


__ADS_2