Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Semua hal indah part 2


__ADS_3

Australia.


Negara indah yang menjadi tempat sangat berkesan bagi Rena dan Varo.


Bagaimana tidak, di negara ini Varo menghabiskan masa kecilnya, merajut impian untuk membawa sang kekasih berbulan madu penuh kebahagiaan.


Namun permainan takdir membawa mereka terombang ambing dalam penderitaan. Negara inilah yang menjadi tempat Varo melarikan diri dari semua penyesalan penderitaan yang ditimbulkannya. Varo menata hatinya yang hancur lebur disini, mencoba merangkai kembali kepingan demi kepingan untuk masa depannya yang suram.


Negara ini pula yang kembali membangkitkan semangatnya mengejar cinta yang sempat hilang. Sejak pertemuan kembali antara dirinya dengan Rena di cafe tempatnya bekerja waktu itu, semua harapan dan semangat yang telah hilang kembali bangkit dan berkobar. Varo kembali bertekad untuk mendapatkan kebahagiannya bersama Rena sang wanita impian.


Dan kini...


Varo kembali. Dengan semua impian di tangannya. Varo telah mendapatkan kebahagiaannya itu. Varo kembali datang ke negara ini bersama wanita yang telah berstatus menjadi istrinya. Beserta bayi dalam kandungan Rena yang akan menjadi saksi betapa dirinya sangat mencintai wanita yang akan disebutnya ibu itu. Semua kebahagiaan terpampang jelas di masa depan Varo dan Rena. Cukup sudah airmata dan kesedihan yang mereka alami selama ini. Saatnya memetik semua tanaman cinta yang telah mereka tanam selama ini.


.


.


.


"Klikkkk"


Sebuah kamar hotel bintang lima kelas dunia dibuka dari luar. Varo mempersilahkan sang istri untuk masuk kedalam menikmati indahnya interior yang disediakan.


"Bagaimana sayang, apa kau menyukainya?" Varo berjalan mengiringi Rena di bagian belakang.

__ADS_1


"Huaaaa, ini terlalu mewah kak" Rena sangat takjub dengan apa yang dilihatnya.


"Kau pantas mendapatkan ini semua" Varo memeluk Rena dari belakang dan berbisik di telinga wanita itu.


"Terimakasih kak, ini semua terlalu berlebihan, aku tak pernah membayangkan bisa menikmati semua ini" Rena sangat terharu dengan semua perlakuan Varo.


"Apapun akan kulakukan untuk membuatmu bahagia" Varo mengecup sekilas bibir sang istri.


"Selamat berbahagia buat kalian, doakan aku juga bisa seperti kalian" sebuah buket bunga berisi ucapan baru saja diantarkan oleh petugas layanan hotel ke kamar bulan madu Rena dan Varo.


"Dari siapa kak?" Rena mengernyitkan dahi pertanda heran. Begitupun dengan Varo. Kartu ucapan dengan nama pengirim Alya membuatnya sedikit resah. Bagaimana bisa wanita itu mengetahui kalau dirinya ada disini.


"Drttt...drttt..." panggilan video dari Alya semakin membuat Varo gelisah.


"Apalagi kali ini Al" Varo mengusap kasar wajahnya. Baru saja ia menikmati masa indah bersama sang istri, mengapa wanita itu kembali mengusik.


Wajah Alya bersama seorang pria tampak tersenyum di balik layar.


"Hai Varo, selamat liburan ya" Alya memulai percakapan.


"Maafkan atas kelakuan ku selama ini, aku telah menyadari semua yang kulakukan kepadamu salah, aku memaksakan keinginan ku kepadamu" Alya mulai menjelaskan maksud dan tujuannya menelepon Varo.


"Hai Rena, aku juga meminta maaf kepadamu, berikan aku sedikit maaf untuk semua kesalahan besar ku ini" Alya juga menyapa Rena dan meminta maaf.


Rena dan Varo saling lirik memastikan apa yang baru saja mereka dengar.

__ADS_1


"Perkenalkan ini Peter, dia tunangan ku dan sebentar lagi kami akan menikah" Alya memperkenalkan pria yang bersamanya.


"Syukurlah kau akhirnya memutuskan untuk mengakhiri semua petualangan mu Al" Varo akhirnya menanggapi Alya. Sebuah ketulusan dari Alya dilihatnya kali ini. Begitu pun dengan Rena, ia yakin apa yang diucapkan Alya kali ini benar benar tulus dan ia wajib menghargainya.


"Saya sudah mendengar semua tentang kalian dari Alya, dan saya tau betapa ia sangat merepotkan kalian, maafkan atas itu semua" Peter dengan tulus ikut meminta maaf kepada Rena dan Varo.


"Bagaimana kau tahu kami ada disini?" setelah suasana sedikit mencair, Varo bertanya kepada Alya.


"Hahaha, kita tadi berjumpa di lobby, tapi tampaknya yang ada di matamu cuma Rena, kau tak melihat wanita lain" Alya menggoda Varo.


"Kami menginap di sebelah kamar kalian, kami berharap kalian bersedia menerima undangan makan malam dari kami" Peter menyampaikan undangannya.


"Oh tentu, terimakasih atas undangannya" Varo menyambut baik.


Sambungan telepon telah terputus beberapa menit yang lalu. Rasa haru masih menyelimuti hati Varo dan Rena. Rintangan terakhir mereka, selesai dengan sendirinya disaat yang tepat.


"Terimakasih sayang, cintamu menuntunku kedalam kebahagiaan tak terkira ini" Varo memeluk Rena.


"Aku mencintaimu, dari dulu, sekarang dan selamanya".


CINTA YANG TULUS TAK AKAN PERNAH MENYAKITI. AKAN SELALU ADA KEBAHAGIAAN DI DALAMNYA.


BERUNTUNGLAH SETIAP ORANG YANG BISA MENEMUKAN CINTA SEJATI ITU DAN MENJAGANYA TETAP ABADI MESKIPUN PENUH DENGAN AIRMATA.


\=\=\=\=

__ADS_1


Terimakasih reader.


Tanpa kalian pembaca setia apalah jadinya novel ini.


__ADS_2