
"Sayang, aku bawain kamu makanan kesukaan, kamu makan dulu ya" selepas kepergian pengacara, Rena mengambil alih untuk menghibur Varo. Dimulai dengan menemani suaminya itu sarapan.
"Sayang, sekali lagi terimakasih ya, kamu masih mau percaya kepadaku" Varo begitu terharu dengan sikap dan perbuatan Rena yang tak berubah kepadanya. Rena tampak sangat perhatian dan tak menyinggung kasus itu sama sekali.
"Biarlah itu menjadi urusan pengacara ya kak, aku dan kamu hanya akan membahas hidup kita berdua saja" Rena menjawab dengan bijak ucapan Varo. Sekuat tenaga Rena menahan air mata yang mendesak keluar, namun dia sadar dirinya harus kuat, agar Varo juga kuat menghadapi ini semua, ujian pertama dalam pernikahan mereka.
Rasa kagum dan cinta Varo semakin bertambah dengan sikap dewasa Rena ini. Apa yang ditakutkan nya tak terjadi, Rena tetap setia di sampingnya dan mau berjuang untuk hidup bersama dengannya.
Varo menerima suapan demi suapan makanan yang diberikan oleh istrinya. Kali ini beban di pundaknya sedikit lebih ringan, Varo pun mulai bisa menikmati lezatnya makanan buatan istri tercintanya itu. Sepanjang waktu makan, keduanya terus bercanda dan membahas hal hal gembira, hingga waktu berkunjung habis dan mereka kembali dipisahkan tingginya tembok penjara.
.
__ADS_1
.
.
Sementara Rena menghabiskan hari bersama suaminya di kantor polisi, Zifa dan Niko sibuk memantau pergerakan Alya melalui orang suruhan mereka. Dari pagi sampai siang tak ada pergerakan yang berarti yang dilakukan Alya, hingga di sore hari, Alya mengunjungi sebuah rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.
Zifa dan Niko bergerak cepat saat mengetahui posisi Alya. Mereka langsung mendatangi dokter kandungan yang menangani Alya. Wanita itu baru saja meninggalkan rumah sakit beberapa menit sebelum Zifa dan Niko berbicara dengan dokter.
Niko menggunakan kekuatan koneksinya untuk mengetahui data riwayat lengkap kesehatan Alya.
"Dia benar benar hamil sayang, bagaimana ini" Zifa terlihat sangat panik.
__ADS_1
Niko terus mengamati laporan kesehatan milik Alya yang ada di tangannya saat ini. Rasanya ada yang tak beres dengan data itu, huruf demi huruf terus diamati Niko, hingga akhirnya ia berteriak kegirangan.
"Kau harus berterimakasih kepada ku sayang" Niko sumringah dengan apa yang ditemukannya.
"Lihatlah, disini tertera kalau usia kehamilan Alya telah mencapai enam belas minggu, itu artinya dia telah hamil sebelum bertemu Varo. Empat bulan lalu itu Varo masih berada di luar negeri, bagaimana bisa dia menghamili Alya?" Niko menjelaskan kepada Zifa yang kebingungan.
"Ahhh iya kamu benar mas" Zifa kegirangan. Spontan gadis itu menghambur ke pelukan Niko dan memeluk kekasihnya itu dengan posesif.
Niko gelagapan atas perbuatan Zifa kepadanya.
"Hai gadis genit. jangan coba menggoda ku" bisik Niko di telinga Zifa. Suara berat pria itu membuat Zifa bergidik ngeri. Segera ia bergerak menjauh dan melepaskan pelukannya dari tubuh Niko. Namun Niko selangkah lebih cepat, dia melingkari pinggang ramping Zifa dan kembali menarik gadis itu kedalam pelukannya.
__ADS_1
Cup.
Sebuah ciuman panas dinikmati Niko dari bibir Zifa. Bukan yang pertama, sudah beberapa kali dia mengulangi perbuatan mesum ini kepada gadis polos seperti Zifa, namun selalu ada sensasi berbeda setiap kali bibir mereka bersentuhan. Dan Niko sangat menikmatinya, Zifa membuatnya mabuk kepayang.