Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Jajan dari Om


__ADS_3

"Makasih om" Zifa segera turun setelah mobil Niko parkir di depan rumahnya.


"Aku gak ditawari masuk?" goda Niko. Dia senang melihat Zifa cemberut karena dirinya.


"Udah malam, dirumah saya sendirian, terimakasih atas bantuannya" Zifa berlari dan langsung masuk kedalam rumahnya.


Niko kembali tertawa melihat Zifa yang ketakutan menghadapi dirinya. Tak lama mobil mewah miliknya telah melaju membelah jalanan ibukota.


.


.


.


Varo membuka coffee shop nya dengan menu baru. Bubur ayam spesial masih menjadi primadona di negara tersebut setelah sebelumnya Varo membagi secara gratis. Hal ini karena banyaknya permintaan terhadap menu tersebut kepadanya.


"Wuihhh, bubur ayam jadi primadona nih sama bule bule" Adam menggoda Varo yang sedang kewalahan membuat orderan para pelanggannya.


"Pas banget lu datang, buruan bantuin" Varo tanpa basa basi meminta bantuan Adam. Karena selama ini Varo tak mempunyai karyawan, dia bekerja sendirian, dan hari ini dia tak sanggup menangani banyaknya pelanggan.


"Akhirnya gue diakui sebagai karyawan disini" Adam masih saja sempat menggoda sebelum mulai meracik kopi pesanan yang menumpuk.


.


.


.


"Hufttt" Varo menarik nafas lega, akhirnya dia bisa meregangkan ototnya setelah semua pesanan pelanggan selesai dihidangkan.


Senyuman mengembang lebar di wajahnya saat melihat semua kursi terisi penuh.

__ADS_1


"Semua ini karenamu Rena, hanya karena melihat mu makan aku mendapatkan inspirasi, terimakasih sayang" Varo bergumam sendiri.


.


.


.


Rena sedang bermain bersama Alif saat Kiara datang menemuinya.


"Rena, aku mau minta bantuan boleh kah?" Kiara langsung mengutarakan maksudnya.


"Aku ada seminar selama lima hari di negara sebelah, aku mau kamu temani, bisakah?" Kiara membujuk dengan memasang wajah memelas.


"Kemana?" Rena bertanya sambil terus bermain dengan Alif.


"Australia" Kiara menjawab.


"Duh jauhnya, aku gak bisa tinggalkan Alif terlalu lama" Rena tampak ragu.


"Pergilah Re, kamu sudah lama tak kemana mana, soal Alif biar kakak yang jaga" tiba tiba kak Desi muncul dari arah belakang.


"Hmm, tapi" Rena masih saja ragu.


"Ah udahlah, pokoknya fix ya, aku mau ditemani kamu, tiga hari lagi kita berangkat" Kiara memaksa.


Rena terpaksa menyerah dan menyetujui ajakan Kiara.


"Yeii.....Kiara bersorak kegirangan, dia memang akan mengikuti seminar di Australia, seharusnya untuk berangkat sendiri dia bisa, tapi pikiran untuk mempertemukan Rena dan Varo tiba tiba melintas. Dia ingin memberi kejutan buat pria yang selalu membuat gendut rekeningnya itu.


.

__ADS_1


.


.


Rumah kediaman Zifa si gadis centil.


Gadis itu baru saja bangun dari tidurnya. Karena kuliahnya libur hari ini dan tidak memiliki rencana apa apa untuk menghabiskan waktu, akhirnya Zifa memilih melanjutkan tidurnya setelah selesai menunaikan sholat subuh.


"Ting tong" bel pintu rumah Zifa berbunyi.


"Om ganteng" Zifa masih saja keceplosan memanggil orang di hadapannya ini dengan sebutan memalukan itu.


Niko terpana melihat kondisi Zifa saat ini. Gadis itu memakai piyama tidur berbentuk mini dress dengan wajah natural tanpa make up, pancaran alami Zifa terlihat nyata.


"Ini kunci mobilmu semalam ketinggalan di kursi, sekalian udah kubawa ke bengkel, lain kali jangan lupa dicek semuanya sebelum dipakai" Niko memarahi Zifa.


"Wah, ternyata si om baik juga, jadi makin kagum" goda Zifa tanpa malu.


Niko salah tingkah mendapat rayuan dari gadis mini didepannya ini.


"Dasar bocah kebanyakan micin" balas Niko sambil bergegas pergi dari rumah Zifa. Tepatnya rumah milik keluarga Varo yang untuk sementara dihuni Zifa.


"Eh tunggu" Zifa berlari mengejar Niko.


"Ini biayanya berapa?" Zifa menanyakan perihal biaya bengkel.


"Tak banyak, anggap aja Om kasih jajan buat cabe" jawab Niko nyeleneh sambil masuk kedalam taxi yang sudah menunggunya.


Pria itu memang sudah memesan taxi, maksudnya agar tak membuang waktu setelah selesai mengantar mobil Zifa.


Zifa yang belum loading menatap kepergian taxi Niko yang semakin menjauh, dia merasa ada yang tak beres dengan ucapan Niko.

__ADS_1


"Anggap aja Om kasih jajan buat cabe?, maksudnya gue cabe cabeannya dia?" Zifa mulai loading.


"Arghhh, dasar brengsek, om om stres" Zifa berteriak memaki Niko yang telah menghilang diujung jalan.


__ADS_2