Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Rencana pergi ke yayasan


__ADS_3

"Mas Varo, makanannya udah datang" Zifa menggedor gedor pintu kamar Varo.


"Duh suaramu dek, bikin sakit telinga" Varo yang muncul di balik pintu langsung memarahi Zifa.


"Habisnya udah dipanggil baik baik gak dengar, ganteng doang tapi telinga bermasalah" ucap Zifa sarkas.


"Hushhh, ni anak kecil lama lama gak sopan" Varo kembali menyentil dahi Zifa. Gadis itu hanya bisa meringis akibat perbuatan Varo.


"Dimsum spesial Yayasan xxx" Varo membaca tulisan di kotak makanan di depannya.


"Cobain mas, nanti tolong review nya, jarang jarang nih chef ternama jajan makanan beginian" ledek Zifa.


Aroma lezat yang tercium saat Varo baru membuka bungkusnya langsung menggugah selera makannya.


"Wah enak" Varo spontan memuji makanan itu saat satu suapan selesai ditelannya.


"Apa aku bilang, gak nyesal kan beli ini" Zifa membusungkan dada.


"Iya kamu pintar" Varo mengacungkan jempol kepada adik kecilnya itu.


"Rena, makanan ini mengingatkan ku lagi kepadamu, rasa yang hampir sama" batin Varo.


"Mas udah telpon Tante?" Zifa bertanya sambil terus mengunyah makanannya.


"Belum, nunggu aja, biar surprise" ucap Varo.


"Oh gitu, tante kayaknya malam ini juga gak pulang, udah jam segini belum ada tanda tanda" terang Zifa.


"Emang mama kemana sih sebenarnya?, sejak kapan mama suka nginap di tempat orang lain?" Varo mulai penasaran.

__ADS_1


"Tante bilang dia bertemu seorang wanita yang menjadi korban kekerasan. Tante ingin bantuin wanita itu, dia sekarang tinggal di yayasan..eh tunggu tunggu... yayasan xxx, lah kan ini yayasan yang bikin dimsum" Zifa mulai bingung.


"Sejak kapan mama suka terlibat urusan sosial?" Varo bergumam sendiri. Mamanya yang dia kenal adalah wanita sosialita dengan segudang arisan.


"Kita ke yayasan ini aja yuk mas, kasih surprise buat tante" ajak Zifa kepada Varo.


"Udah malam, tunggu sampai besok, kalau mama gak balik kita susul ke yayasan itu" jawab Varo.


.


.


.


Sementara itu di yayasan kediaman Rena, Bu Lidya sedang bermain bersama Alif. Sudah tiga hari lebih wanita itu menginap. Dia beralasan bosan dirumah karena kesepian, Rena yang tak tega akhirnya mengizinkan Bu Lidya menginap sesuka hati.


"Alif anak pintar ini diminum dulu susunya" Rena menyapa balita kecil yang sedang digendong oleh Bu Lidya.


"Hehe, makasih Oma" Rena merubah suaranya seolah olah menjadi Alif.


Rena duduk di samping Lidya sambil memberikan susu dalam botol kepada Alif.


"Rena, ibu dengar dari bu Indah kaki kamu harus di operasi?" dengan sangat berhati hati Bu Lidya memulai pembicaraan.


"Iya Bu, tulang kaki Rena retak, seharusnya tidak boleh bergerak sama sekali biar pemulihannya cepat" jelas Rena sambil terus menyusui Alif lewat botol.


"Ibu mau bantu Rena apakah boleh?, ibu ada kenalan seorang dokter ahli di rumah sakit langganan" Bu Lidya menawarkan.


Wanita paruh baya itu benar benar menata kalimatnya agar Rena tak tersinggung. Karena berdasarkan informasi yang didapatkan dari Bu Indah, Rena akan lebih mudah jika diajak bicara dalam keadaan santai.

__ADS_1


"Ibu baik sekali, Rena sangat berterimakasih, tapi sebaiknya tidak perlu Bu, Rena udah terbiasa begini" tolak Rena.


"Kamu anak yang baik, ibu menyayangimu" ucap Bu Lidya tulus.


"Terimakasih Bu" Rena menjawab dengan sopan.


.


.


.


Pagi hari di kediaman keluarga Varo.


"Mas Varo, jadi gak nih kita nyusul tante ke yayasan?" Zifa dan Varo yang sedang makan bersama di meja makan kembali membahas rencana mereka.


"Kamu pengen banget kesana ngapain? pasti pengen tau tempat pembuatan dimsum nya ya? atau mau curi resep orang sana ya?" jawab Varo usil.


"Pengen tau sih yayasannya itu seperti apa, pengen tau chef yang buat dimsum itu siapa, kali aja dia cowok ganteng yang lagi cari jodoh" ucap Zifa bersemangat.


"Dasar cewek agresif" ucap Varo sambil kembali menyentil jidat Zifa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**Terimakasih atas semua dukungan readers terhadap karya ini. Semoga sesuai harapan ya 🙏


Gimana nih, Varo dan Rena udah waktunya ketemu atau belum???


Boom like, vote, komentar dan share dong 🙏

__ADS_1


Author jarang jarang loh memohon begini. Tapi sekali sekali bolehlah ya, karena apa yang kalian beri sangat berharga buat author, menjadi penyemangat luar biasa.


Sekali lagi... peluk online buat kalian semua readers ❤️❤️❤️❤️**


__ADS_2