Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Akhirnya sadar


__ADS_3

"Mas Varo, tunggu" Zifa berusaha menyadarkan Varo. Ternyata kalimat cinta itu buta benar adanya. Varo tak melihat sama sekali siapa pengantin yang bersanding di depan matanya itu.


"Mau kemana bro, buru buru banget?" Niko muncul dengan sapaan penuh persahabatan.


Varo terdiam sejenak. Kesadarannya mulai loading normal saat melihat pakaian yang digunakan Niko tak selayaknya seorang pengantin.


Varo segera menoleh kearah dimana tadi dilakukannya akad nikah. Berulang kali pria itu menajamkan penglihatannya. Bahkan Varo sampai menampar pipinya sendiri untuk memastikan apa yang dilihatnya nyata.


"Kamu, kamu tak menikahi Rena?" Varo bertanya terbata bata.


Niko menahan tawanya saat melihat tampang bodoh Varo.


"Rena mana Rena, jangan bilang lu tinggalkan dia saat pernikahan" Varo panik.


Kalimat konyol dari Varo kali ini tak sanggup lagi ditahan oleh Zifa dan Niko. Mereka tertawa terbahak bahak hingga menarik perhatian tamu undangan lainnya.


"Emang gue sama ama lu, suka meninggalkan cewek di hari pernikahan" kalimat telak dari Niko sukses menusuk hati Varo. Skakmat.


"Gue dan Rena udah lama memutuskan untuk mengakhiri hubungan, karena gue sadar hati dia hanya buat lu. Sekuat apapun gue memaksakan cinta, Rena tak mampu menerimanya" Niko mulai menjelaskan setelah tawanya reda.

__ADS_1


"Sekarang sudah tak ada penghalang hubungan kalian. Rena tak pernah berubah sedikitpun, rasa cinta di hatinya tetap untuk satu orang yaitu kamu Varo, maka gunakanlah kesempatan kedua ini, jangan sia siakan" Niko dengan bijak memberikan nasehat untuk Varo diselingi dengan tepukan penyemangat di bahu pria itu.


"Rena ada dimana gue gak tau, tadi selesai akad dia langsung berlari menjauh, carilah dia, tenangkan dia, mungkin saja Rena masih mengingat traumanya" Niko mengingatkan.


Varo tak mampu berkata kata. Semua ini terlalu cepat berubah, tapi yang pasti hatinya sangat bahagia.


"Thanks bro, gue gak akan lupakan ini semua" Varo memeluk Niko sebagai tanda persahabatan.


"Eits aku juga berperan penting lo dalam semua ini" Zifa mencoba memberitahukan peranannya.


"Mas gak nyangka kamu tega mengerjai mas seperti ini, tapi ini luar biasa, thanks sayang" Varo memeluk Zifa dengan gemas.


"Dasar gadis pantang rugi, mau minta apa kamu?" Varo menjawab permintaan Zifa.


"Restu, aku dan Niko udah resmi jadian" tanpa basa basi Zifa memberitahu.


Varo membelalakkan matanya tak percaya.


"Kalian memang kurang ajar, nanti akan kupikirkan, sekarang aku harus cari calon istriku dulu, pokoknya kalau hari ini aku masih gak bisa luluhkan hati Rena, kalian juga gak akan bisa bersama" Varo mengeluarkan ancaman sembari berlari kecil mencari Rena ke arah lain di ruangan itu.

__ADS_1


Niko dan Zifa hanya bisa melongo melihat ulah Varo yang dalam sekejap bisa membalikkan keadaan.


.


.


.


Varo menemukan Rena di lantai atas rumah Aulia. Gadis itu berdiri sembari menatap kearah kedua pengantin yang sedang asyik berfoto ria bersama para tamu.


Tak terasa air mata Rena menetes. Dulu dia nyaris mengalami kejadian seperti itu, namun tak jadi.


Varo yang terengah engah mencari Rena menghentikan langkahnya perlahan dan melihat Rena mengusap air mata di pipinya.


"Rena" Varo memanggil wanita pujaan hatinya itu.


Rena menoleh dengan gugup kearah sumber suara yang memanggilnya.


DEG...

__ADS_1


Varo tanpa basa basi memeluk wanita itu. Tak ada ucapan apapun diantara keduanya. Jantung mereka saling berpacu seirama.


__ADS_2