
Varo digiring ke ruangan pemeriksaan kantor polisi terdekat. Dengan kooperatif pria itu mengikuti semua prosedur. Suasana kantor menjadi riuh karena banyaknya rumor yang beredar dan semuanya menyudutkan Varo.
Saat ini Varo sedang menjalankan mediasi dengan terduga korban yang melaporkannya. Tatapan mata Varo begitu tajam penuh kemarahan saat berhadapan dengan Alya.
Sebelumnya Varo masih menyimpan rasa simpatik kepada mantan kekasih yang sekian lama bersamanya itu. Namun kini, itu semua musnah, Varo begitu murka atas fitnah kejam yang dilemparkan Alya.
Rena yang telah dikabari atas penangkapan Varo segera datang. Dia dan Zifa berjalan tergesa menyusuri koridor kantor polisi itu untuk mencari tahu keberadaan Varo
"Sayang" Varo memeluk Rena yang muncul dari arah pintu kunjungan.
Wajah Alya memerah panas melihat kedua orang itu yang masih saja bersikap romantis tak memperdulikannya.
"Aku mohon percaya aku, ini semua fitnah" Varo berbisik di telinga Rena dengan suara bergetar.
Rena menatap wajah Varo, mengecup lembut pipi suaminya itu dan berkata "dari awal aku sudah tak percaya, suamiku bukan seperti yang dituduhkan".
Perkataan dari Rena ini benar benar membuat kadar kepercayaan diri Varo meningkat tajam. Rena memberinya kekuatan untuk menghadapi masalah yang cukup pelik ini.
__ADS_1
Sementara Rena dan Varo saling memberi semangat, Zifa mendekati Alya dan menyapa wanita itu.
"Apa kak Alya yakin atas tuduhan ini?, ingat ya kak hukuman atas pencemaran nama baik dan fitnah lebih berat, apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai" Zifa mencoba mengintimidasi Alya.
"Aku yakin, yakin kalau Varo akan bisa kumiliki lagi, seperti dulu" Alya menyeringai licik.
Zifa menahan emosi yang hampir meledak melihat tanggapan dari Alya, namun sebuah ide yang baru saja melintas di pikirannya membuat nya mampu memenangkan diri.
"Orang yang jahat harus dibalas dengan lebih jahat" Zifa bergumam sendiri sambil berlalu meninggalkan Alya.
.
.
.
"Plakkk" Rena mengejar Alya yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan didampingi pengacaranya. Sebuah tamparan dihadiahkan untuk wanita yang telah memfitnah suaminya itu.
__ADS_1
"Apa mau mu?, jangan rendahkan dirimu sendiri dengan cara licik seperti ini, mengejar cinta dari pria yang sama sekali tak mencintaimu" dengan tajam Rena mengeluarkan kalimat yang menusuk hati Alya.
"Sialan kau, beraninya mempermalukan aku" Alya shock dengan keberanian Rena. Selama ini yang dia ketahui, Rena adalah gadis lemah yang tak berdaya.
"Aku akan mendapatkan Varo kembali, apapun caranya, meskipun harus menjebloskan dia ke penjara untuk bertahun tahun" Alya membalas perkataan Rena.
"Kau bertanya apa mau ku?, aku mau Varo menjadi suami serta ayah dari anak ini" Alya mengusap perut ratanya.
Wajah Rena memerah menahan emosi. Tak disangka Alya sangat licik. Sebelum emosinya lebih memuncak, Rena memilih pergi meninggalkan wanita gila itu.
"Rasain lu cewek murahan, gak salah mas Varo lebih memilih kak Rena, dia jauh lebih segalanya daripada lu, sampah" Zifa memperburuk suasana hati Alya dengan ejekannya sebelum akhirnya berlari menyusul Rena.
"Awas kalian semua, aku tuntut kalian" Alya histeris melampiaskan emosinya.
\=\=\=\=\=\=\=
Sabar ya reader tersayang, alur ceritanya memang sengaja author bikin sedikit konflik. Endingnya bakalan buat kita semua bahagia. Please beri masukan yang
__ADS_1
membuat semangat ya🙏🙏🙏
Sayang kalian semua ❤️❤️❤️❤️