
"Gimana sayang, udah kamu kasih ke Varo surat undangan palsu itu?" Niko sedang bersama Zifa di sebuah taman tak jauh dari kampus gadis itu.
"Udah sih mas, walaupun sebenarnya aku gak tega mengerjai mas Varo sekejam itu" Zifa merengut.
"Hahaha, tak apa sayang, sesuatu yang sulit didapatkan akan selalu dihargai dan dijaga seumur hidup.
Zifa mengangguk pertanda setuju.
"Tapi kamu dapatkan aku begitu gampang, malah aku duluan yang ngejar ngejar kamu" Zifa membalikkan fakta.
"Kalau kita lain cerita, aku kemarin itu masih bodoh dan tak menyadari apa yang diinginkan hatiku" Niko mengeluarkan kalimat pamungkas untuk merayu Zifa.
"Huaa, pintar banget kamu ngegombal ya mas" Zifa tersipu malu.
Saat ini Zifa dan Niko sudah berstatus jadian. Mereka serius menjalin hubungan percintaan. Bahkan Niko berniat melamar Zifa menjadi istri secepatnya setelah Zifa lulus kuliah.
###flashback on###
Sepulangnya dari yayasan tempat tinggal Rena, Niko langsung menghubungi Zifa dan mengajak gadis itu bertemu.
Zifa yang memutuskan menutup hati untuk Niko sempat menolak hingga membuat Niko harus memohon untuk meyakinkan Zifa mau menemuinya.
Tak membuang waktu lama, begitu Zifa sampai di tempat janjian mereka, yaitu di depan gerbang komplek perumahan, Niko langsung memeluk Zifa dan meminta maaf.
__ADS_1
Niko sudah meyakini perasaannya, Niko sadar yang selama ini dia mau adalah Zifa bukan Rena. Rasa sakit yang ditimbulkan Zifa saat memutuskan hubungan mereka adalah titik awal dimana Niko mulai menyadari semuanya.
Sejak Niko memilih melepaskan Rena, saat itulah tekad bulatnya untuk mendapatkan cinta Zifa kembali semakin menggebu. Hingga ia tak sanggup menunggu lama, dia akan tuntaskan malam itu juga.
.
.
.
Tubuh mungil Zifa membeku saat berada didalam dekapan Niko. Sebagian hatinya sangat ingin menolak namun perasaan nyaman dan cinta lebih mendominasi.
"Zifa maafkan aku" Niko memulai dialognya.
"Aku sudah memutuskan melepaskan Rena, aku mau kamu, aku ingin kamu yang menjadi kekasihku" Niko menggenggam erat tangan Zifa.
"Kamu yakin?" Zifa tampak sedikit curiga.
"Aku yakin, jadilah kekasihku Zifa" Niko memohon.
Tak tergambarkan betapa meronanya wajah Zifa mendengar semua ungkapan cinta Niko. Tubuhnya terasa ingin melayang ke surga karena terlalu bahagia.
Zifa langsung mengangguk menerima cinta Niko. Jangan sampai pria itu berubah pikiran karena menunggu terlalu lama.
__ADS_1
.
.
.
Keesokan harinya setelah status Zifa dan Niko resmi jadian, Niko mendapatkan surat undangan dari pernikahan Aldi dan Aulia. Sebuah ide gila muncul di pikiran Niko, doa akan memberikan sedikit pelajaran kepada Varo. Agar pria itu tau bagaimana sakitnya patah hati.
Niko telah menyusun rencana matang dengan melibatkan kak Desi, Zifa kekasihnya dan kedua calon pengantin. Mereka semua sangat bersemangat mengerjai Varo.
Rencana awal yang disusun adalah, membuat surat undangan palsu yang seolah olah menjadi bukti bahwa Rena akan segera menikah dengan Niko.
Zifa ditunjuk sebagai eksekutor yang akan menyerahkan undangan itu sekaligus memastikan kehadiran Varo dalam acara akad nikah.
Meskipun ragu, namun gadis itu siap melaksanakan bagiannya.
###Flashback off###
Sementara itu di rumah yayasan.
Desi belum mengatakan apapun tentang identitas asli Rena. Karena mendadak ada satu lagi rencana yang telah disusunnya dengan Niko beserta kedua sahabat Rena yaitu Aulia dan Aldi.
Nanti di hari yang telah direncanakan, semua tentang Rena akan dibuka, begitu juga dengan penyatuan cinta antara Rena dan Varo, mereka akan menjadi saksi kebahagiaan bertubi tubi buat Rena.
__ADS_1
Acara pernikahan Aulia dan Aldi seolah kalah bersaing dengan rencana prank untuk Varo. Semua orang lebih heboh dengan skenario serta tak sabar melihat reaksi Varo. Kedua pengantin pun ikut berpartisipasi mensukseskan semuanya.