Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Terus berusaha


__ADS_3

"Om ganteng" suara teriakan cempreng Zifa menyebar memenuhi ruangan.


"Eh ini anak kecil ngapain main disini?" Niko menanggapi.


Zifa menghentikan histerisnya karena mendengar jawaban bernada ejekan dari Niko.


"Ih apaan sih, menyebalkan" Zifa emosi.


"Om Niko kenal dengan kak Zifa?" anak kecil yang bernama Ahmad yang sedari tadi menemani Zifa ngobrol bertanya.


"Gak kenal" jawab Niko sombong.


"Ih dasar om om sombong" Zifa melengos dan meninggalkan ruangan. Zifa memilih menemani anak anak cewek yang sedang bermain boneka di halaman.


"Hei Zifa, maaf aku cuma bercanda" tak disangka ternyata Niko mengikuti Zifa.


"Kamu ngapain disini?" Niko berusaha membuat Zifa tak lagi cemberut.


"Mau ketemu kak Rena, mau main sama anak anak" jawab Zifa jutek.


"Kamu kenal Rena ya?" Niko mulai tertarik.


"Kenal, dia calon kakak ipar ku" jawab Zifa polos.


DEG... Tampak jelas perubahan di wajah Niko. Dia tak pernah tau sebelumnya kalau Rena mempunyai pria lain dalam hidupnya.


"Apa maksudmu?" Niko menahan emosinya.


"Kenapa dia jadi menyeramkan gini?" Zifa membatin.

__ADS_1


"Siapa kakakmu?" Niko tak sabar menunggu penjelasan Zifa.


"Eh om santai dong, kenapa mesti marah marah sih, biasa aja" Zifa balas membentak.


Niko mengusap kasar wajahnya. Dia tersadar bahwa apa yang diucapkan Zifa benar. Dia tak seharusnya langsung emosi begitu mendengar Rena mempunyai pria lain.


"Maaf Zifa" Niko memilih pergi untuk menenangkan pikiran.


Sementara itu di negara lain, tepatnya di Australia, saat ini jam menunjukkan pukul sembilan pagi.


Kiara sudah berangkat untuk mengikuti seminar meninggalkan Rena sendirian di hotel.


"TOK... TOK" suara ketukan pintu dari luar kamar Rena membuat wanita itu berjalan melangkah melihat siapa yang datang. Rasanya dia tak memanggil layanan petugas hotel ke kamarnya.


"Pagi Rena" Varo muncul dari balik pintu yang dibuka Rena.


"Kamu?" Rena sedikit terkejut karena yang datang adalah Varo.


"Em, tak perlu repot repot, aku udah makan roti" Rena menolak niat baik Varo.


"Krukkkk....krukkkk" suara perut Rena berkhianat. Sepotong roti tak cukup mengganjal perutnya yang lapar.


Varo tersenyum melihat Rena yang salah tingkah memegangi perutnya.


"Ini makanlah" Varo menyerahkan bungkusan makanan yang dipegangnya kepada Rena.


"Ya udah, makasih kak" Rena kali ini tak menolak.


Varo menatap Rena dalam. Ucapan Rena barusan yang memanggilnya dengan sebutan kak Varo terasa begitu menyejukkan. Dia rindu panggilan itu. Panggilan sayang dari Rena khusus untuknya.

__ADS_1


Rena menutup pintu, tak sama sekali mempersilahkan Varo masuk.


Varo sebenarnya tak ingin membiarkan Rena sendirian di hotel. Kiara memberi tahu kalau dirinya akan mengikuti seminar sampai malam. Itu artinya Rena terkurung sendirian di dalam hotel sampai Kiara pulang.


Varo khawatir, bagaimana kalau Rena membutuhkan sesuatu, dia akan kesulitan.


Varo bergegas ke lobby hotel dan menemui resepsionis. Varo memesan kamar persis di sebelah kamar Rena. Setidaknya untuk tiga hari. Karena rencana awal dari Kiara dia akan mengikuti seminar selama tiga hari.


Varo ingin memaksimalkan waktunya untuk menjaga Rena selama tiga hari ke depan.


Satu jam berlalu, Varo terus memantau pergerakan Rena.


Suara langkah seseorang keluar dari kamar sebelah membuat Varo siap siaga. Varo bergegas keluar dari kamarnya dan menemukan Rena dengan dandanan tipis begitu manis.


"Re mau kemana?" Varo bertanya khawatir.


"Barusan Kiara menelepon lewat telepon kamar, dia meminta aku menemui di taman floriade" jawab Rena menjelaskan.


"Kamu tau itu dimana?" Varo meyakinkan.


Rena menggeleng.


"Aku naik taksi aja, sepertinya itu tempat terkenal pasti banyak yang tau" ucap Rena.


Varo sedikit kesal dengan ulah Kiara. Bisa bisanya dia menyuruh Rena pergi ke tempat yang tak diketahuinya.


Varo mengambil ponsel di sakunya dan berniat menelepon Kiara. Tapi ternyata pesan dari Kiara sudah ada sejak tadi, dia belum membaca.


"Gue tau lu pasti lagi nungguin Rena keluar sekarang, itu udah gue pancing, buruan ajak Rena jalan jalan, Gue disini masih lama, kemungkinan sampai malam" inilah bunyi pesan dari Kiara.

__ADS_1


Varo menghela nafas. Sahabatnya ini memang selangkah lebih maju darinya.


__ADS_2