Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Awal penderitaan


__ADS_3

Aulia dan Aldi datang disaat yang tepat. Setelah berhasil mengikuti taksi yang membawa Renata pergi, mereka juga mendengar semua yang diucapkan oleh Alvaro.


Mereka yang hanya jadi pendengar saja merasakan sakit dengan semua ucapan tajam dari sahabatnya itu, tak terbayang rasanya bagaimana hati Renata saat ini.


Tanpa berkata apapun, Aldi membopong tubuh Renata yang lemas, diikuti oleh Aulia, yang ada di pikirannya mereka saat ini adalah membawa Renata ke rumah sakit terdekat secepatnya.


*******


Alvaro ambruk di tempatnya berdiri, separuh dari nyawanya melayang, sakit di dadanya benar benar tak tertahankan, dengan posisi bersujud pria itu menangis sejadi jadinya.


"Maafkan aku re" Isak varo tertahan.


Jauh di lubuk hatinya, varo benar benar tak tega menyakiti gadis yang dicintainya itu. Dia benar-benar sangat mencintai Renata, gadis itu adalah kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi kenyataan pahit harus diterimanya, dia tak bisa bersatu dengan gadis impiannya dan bahkan dipaksa menyakiti gadis itu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


"Terimakasih nak, kamu benar benar telah menjalankan amanah papamu dengan baik" Bu Lidya memeluk varo yang tampak kacau.


Bu Lidya adalah ibu kandung dari seorang Alvaro Prasetya. Suaminya Bimo Prasetya baru saja meninggal beberapa bulan lalu,.dan semua itu karena kesalahan keluarga Renata. Untuk itulah, sebagai aksi pembalasan dendam, Bu Lidya mengirim Alvaro untuk membalaskan dendam kepada keluarga tersebut.


Alvaro yang sedari awal menyadari misi yang akan dilakukannya hanyalah sebuah balas dendam, terjebak perasaan cinta yang dalam kepada gadis incarannya itu. Varo bermain terlalu jauh hingga melibatkan cinta hadir dihatinya, dan sekarang dia harus menanggung konsekuensinya.


\=\=Suasana ruang UGD rumah sakit\=\=


"Untuk saat ini, kondisi pasien stabil tapi tetap membutuhkan perawatan medis lanjutan, mengingat janin yang ada didalam kandungannya masih sangat lemah" dokter yang menangani Rena menjelaskan kondisi gadis itu secara gamblang.


"Duarrrr"

__ADS_1


Bagai tersambar petir, Aulia dan Aldi sangat terkejut dengan apa yang barusan mereka dengar. Mereka berdua tak menyangka kalau sahabat mereka yang selama ini begitu polos ternyata sudah melakukan hal yang terlalu jauh saat berpacaran dengan kekasihnya.


Renata yang tengah berbaring lemah diatas ranjang juga tak kalah menyedihkan. Air matanya kembali berlinangan, ketakutannya selama ini akhirnya terjadi, dia hamil dan tanpa seorang pendamping disisinya.


"Gue mau sendiri, tinggalkan gue" Rena tak sanggup untuk memberi penjelasan kepada kedua sahabatnya itu saat ini.


Sesaat setelah dokter keluar dari ruangan itu, ketiga orang didalamnya saling bertatapan, dua diantaranya meminta penjelasan, sementara Rena yang masih sangat syok dengan apa yang terjadi, tak ingin membahas apapun untuk saat ini.


"Ya udah Re, gue sama Aldi mau ke ruangan administrasi mengurus pembayaran kamar buat loe, sekarang jangan pikirkan apapun dulu, loe istirahat dan besok baru kita bicara dengan suasana yang lebih tenang" Aulia memberikan keputusan bijak untuk saat ini.


Setelah memeluk Rena, Aulia dan Aldi berlalu dari ruangan perawatan sahabatnya itu, tinggallah Rena sendirian dengan suasana hati yang tak bisa dijelaskan.


Renata dengan gemetar mengelus perutnya yang masih rata. Dia begitu takut menghadapi hari esok yang ada di depannya. Dia sangat tak siap dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


Karena terlalu lemas dan pengaruh obat penenang dari dokter, tak menunggu lama sang calon pengantin gagal itu terlelap. Terlelap dalam kesedihan.


__ADS_2