Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Chef Bayu


__ADS_3

"Kak, besok gimana nih, aku kan gak pandai masak seenak kak Varo, kalau pelanggan ku minta dimasakin seperti tadi lagi gimana? Rena menceritakan kegusaran hatinya kepada Varo.


Gadis itu sudah sangat nyaman untuk bermanja manja dan merengek kepada Varo.


"Hahaha, kamu gimana sih, buka warung makan, tapi gak pandai masak" sindir Varo pedas.


"Kak, aku pandai masak tapi gak seenak masakan kak Varo" Rena menyangkal ucapan Varo barusan.


"Iya iya, kamu pandai tapi gak pintar" ulang Varo sambil menahan tawa.


"Terus gimana kak?" Rena kembali merengek.


"Kamu maunya gimana sayang? aku juga bingung. Apa kamu mau aku gak masuk kantor? kami sanggup gaji aku buat jadi juru masak di warung kamu?" tanya Varo menggoda Rena.


"Huaa gak mungkin sanggup lah" Rena histeris.


"Ya udah, istirahat dulu aja, besok kita pikirkan ya" akhirnya Varo membujuk Rena.


"Good night sayang"


"Good night sayang"


Mereka saling melempar senyum sebelum akhirnya sambungan telepon diputus.


.


.


.


Pagi hari datang. Rena baru saja membuka kiosnya. Sesosok laki laki setengah baya ternyata telah berdiri di hadapan Rena.


"Bapak siapa? kenapa pagi pagi ada disini? warungnya belum buka pak?" Rena terheran heran.

__ADS_1


"Saya diutus oleh tuan Alvaro untuk bekerja sekaligus mengajarkan anda memasak dalam satu minggu ini" terang bapak tua itu.


Rena mengernyitkan dahi belum paham sepenuhnya apa yang dijelaskan.


"Maksudnya gimana?" dia kembali bertanya.


"Saya akan membantu memasak disini selama satu minggu, sekaligus mengajarkan anda agar mahir memasak" pak tua itu kembali menjelaskan.


"Saya chef Bayu" pria itu akhirnya memperkenalkan diri.


"Si..siapa tadi yang suruh bapak kesini?" Rena masih dalam mode setengah loading.


Chef Bayu menahan senyum melihat tingkah polos Rena.


"Mas Va..ro. Mas Varo yang minta saya datang kesini" chef Bayu menjelaskan sangat detail, bahkan sampai mengeja nama yang dimaksud.


"Tapi kak Varo gak ada bilang apa apa" Rena masih ngeyel tak percaya.


"Coba dihubungi dulu aja mas Varo nya" chef Bayu mulai tak bisa menahan tawanya melihat Rena yang polos cenderung oon.


"Gak diangkat" Rena berbicara sendiri.


"Ini name tag saya mba Renata, ini KTP saya juga, monggo dilihat, dipakai sebagai pegangan, bukti kalau saya bukan orang jahat" Chef Bayu meyakinkan Rena.


"Mr Bayu Buana - Head Chef" Rena membaca benda yang dipegangnya. Logo sebuah perusahaan makanan terbesar dan terkenal tercantum disitu.


Rena mengangguk angguk yakin kalau orang di depannya saat ini benar benar bukan orang jahat.


"Tapi, kalo chef kerja disini, didapur kecil sempit ini apa mau?" Rena kembali ragu.


"Saya juga gak sanggup menggaji besar, saya aja masih sewa tempat ini" Rena semakin ragu.


"Semuanya sudah diatur oleh mas Varo. Mba Rena tenang saja" sahut chef Bayu dengan logat daerah yang kental.

__ADS_1


"Ada apa ini, kok masih ngobrol diluar?" tiba tiba dari arah jalan raya Varo sudah muncul lengkap dengan stelan jasnya.


"Nah ini orangnya" chef Bayu menarik nafas lega atas kedatangan Varo.


"Kak Varo sini" Rena buru buru menarik Varo sedikit menjauh dari posisi chef Bayu berada.


"Orang itu bilang kak Varo sewa dia untuk masak disini, dia chef di restoran terkenal, lihat nih name tagnya?" Rena terus nyerocos panik.


Varo hanya terus memperhatikan Rena, dengan tangan terlipat di dada dan senyuman yang ditahan.


"Sstttt,,,,udah selesai kan ngomongnya? sekarang diam, dan dengarin" Varo mengambil alih pembicaraan. Doa sangat yakin kalau menunggu Rena diam akan memakan waktu lama.


Varo menarik tangan Rena kembali mendekati Chef Bayu.


"Ini namanya chef Bayu, dia chef handal di tempat aku bekerja. Aku pinjam beliau selama satu minggu untuk membantu kamu disini, terutama mengajarkan kamu teknik masak yang enak dan cepat".


"Gimana nona Rena yang cantik?, sudah paham?" Varo menyentil hidung kecil Rena.


Rena kembali mengangguk dengan memanyunkan bibirnya membentuk ekspresi lucu. Hal ini membuat Varo semakin gemas.


Tanpa mereka sadari chef Bayu sudah masuk kedalam bagian dapur, meninggalkan dua sejoli itu yang sedang asyik mengobrol.


"Kenapa tadi gak diangkat telepon aku?" Rena mulai posesif.


"Ngapain diangkat, orang aku menuju kesini, kalo aku teleponan sama kamu lagi nyetir aku gak konsentrasi, bisa nabrak nanti" jawab Varo membela diri.


"Sekarang, belajar yang benar, yang pintar. Ingat Chef Bayu cuma dipinjamkan selama satu minggu, manfaatkan kesempatan ini baik baik. Nanti kalau masih gak pandai sendiri, gak ada bantuan lagi" ancam Varo.


"Siap bos" Rena memberikan tanda hormat dengan membungkukkan setengah badannya.


Varo tersenyum melihat tingkah gadis itu.


Varo segera kembali ke kantor setelah berpamitan kepada chef Bayu.

__ADS_1


"Mas Varo, mba Rena emang polos banget ya" ujar chef Bayu sebelum varo pergi.


"Iya pak, pusing aku" jawab Varo santai.


__ADS_2