
Pagi hari menyambut.
Rena dan Varo bersiap berangkat menuju kesibukannya masing masing.
Pagi ini Varo akan mengantarkan Rena terlebih dahulu ke kampus, setelah itu ia akan menghadapi wajib lapor hariannya ke kantor polisi tak jauh dari lokasi kampus Rena.
"Ayo sayang, udah siap?" Varo mendekati Rena dan mengajaknya bergegas.
Keduanya berjalan beriringan keluar rumah, tak lupa sebelumnya Varo memastikan semua pintu terkunci.
"Kamu semangat ya sayang belajarnya" Varo mengelus lembut kepala Rena yang tertutup hijab saat istrinya itu berpamitan hendak turun menuju kelas.
"Kamu juga semangat ya sayang" Rena membalas usapan lembut di kepalanya dengan sebuah kecupan di pipi suaminya itu.
"Kamu yakin gak mau aku temani kak?" Rena merasa sedikit khawatir membiarkan suaminya sendirian menghadapi kasusnya.
"Yakin, aku bisa sendiri, aku gak mau ganggu aktivitas kamu" Varo menjawab dengan cepat agar istrinya itu tak khawatir.
"Semangat sayang ku" Rena kembali memompa semangat suaminya itu sebelum akhirnya benar benar turun dan melangkah masuk kedalam kelas.
Varo menatap sendu kepergian istrinya itu.
"Tunggulah sebentar lagi sayang, aku akan mewujudkan semua kebahagiaan mu yang tertunda" gumam Varo sendirian.
__ADS_1
.
.
.
Rena selesai dari kelasnya lebih cepat. Sembari menunggu suaminya menjemput, Rena duduk di kantin. Rena mengisi waktu dengan mengisi form data mahasiswa yang belum lengkap. Formulir ini sudah beberapa kali diminta oleh pihak kampus, namun terlupakan karena banyaknya urusan yang menyita pikirannya.
Saat hendak mengambil data nomor KTP di dompetnya, Rena menemukan sebuah kartu ATM yang dahulu pernah dimilikinya saat bersama Varo.
Entah dorongan darimana, pikiran wanita itu tergerak untuk memeriksa sisa saldo yang ada didalamnya.
"Apa ini masih aktif ya, sudah bertahun tahun tidak dipakai" Rena bermonolog sendiri.
Segera Rena membereskan semua berkas yang tadi dibukanya, menyimpan kembali kedalam tasnya.
Mata Rena terbelalak tak percaya saat melihat angka yang tertera di layar mesin ATM. Sebuah saldo yang fantastis yang selama ini tak pernah dibayangkan Rena.
Rena terus memastikan apa yang dilihatnya tak salah, wanita itu memastikan dengan mencetak mutasi rekening, dan semuanya adalah saldo yang ditransfer oleh no rekening yang sama.
"Terakhir ditransfer satu bulan lalu?" Rena bergumam sendiri.
Sebuah teguran dari antrian panjang di belakang Rena membuat wanita itu tersadar. Rena mengambil kartu ATM itu dan kembali menyimpannya, tak mengambil satu rupiah pun dari dalamnya.
__ADS_1
Varo datang tepat disaat Rena sampai di lobby depan kampus. Wajah istrinya itu tampak pucat, membuat Varo begitu khawatir.
"Sayang, apa yang terjadi?" Varo segera bertanya saat Rena masuk kedalam mobil.
"Kak, masih ingat dengan tabungan bersama yang dulu kita buat untuk rencana pernikahan?" Rena bertanya dengan polos kepada Varo.
"Ingat dong" Varo menjawab dengan santai pertanyaan Rena.
"Kak, rekening itu tiba tiba terisi saldo sangat banyak?" Rena menceritakan kepada Varo apa yang menurutnya sesuatu yang mengejutkan. Ekspresi wanita itu benar benar seperti terjadi suatu peristiwa sangat luar biasa.
Varo mengernyitkan dahi berusaha mencerna apa maksud Rena.
"Apa selama ini kau tak tahu rekening itu ada isinya?, apa kau tak pernah mengeceknya?" giliran Varo yang bertanya dengan ekspresi tak percaya.
Rena menggelengkan kepalanya dengan ekspresi polos. Rena semakin bingung dengan ekspresi Varo. Bayangan Rena suaminya itu akan ikut terkejut dengan penemuan yang dikabarkannya.
"Ya Tuhanku, kenapa istriku sepolos ini" Varo tertawa sangat keras melihat tingkah istrinya.
"Dengarkan aku, rekening itu selalu aku isi setiap bulan, itu tanggung jawabku untuk istriku, itu bukti kalau aku tak pernah mengabaikan mu" Varo menjawab rasa penasaran Rena.
Mata Rena melotot tak percaya dengan apa yang didengar.
"Itu semua punya kamu, gunakan ya" Varo mengusap kembali pucuk kepala istri tercinta nya.
__ADS_1
Mata Rena berkaca kaca mengetahui kenyataan ini.
"Terimakasih kak" hanya kalimat ini yang sanggup keluar dari mulut Rena. Sebuah pelukan hangat menjadi penutup percakapan mereka sebelum akhirnya mobil melaju kembali ke rumah.