Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Ujian pertama setelah sah


__ADS_3

"Selamat pagi sayang" Varo mengecup lembut pipi Rena yang masih tertidur dibawahnya.


Rena menggeliat dan perlahan membuka mata. Senyuman manis dari Varo adalah yang pertama kali menyambutnya.


Wajah Rena bersemu merah karena jarak antara wajah pria itu dengan dirinya sangat dekat. Rena salah tingkah, sudah lama sekali rasanya dia tak merasakan sensasi merinding seperti ini.


"Pagi suami" Rena memberanikan membuka suara menyapa Varo yang terus menatapnya bak macan lapar.


"Slurpppp" bibir merah muda milik Rena langsung disambar oleh Varo. Semangat lelaki nya sedang mengalir deras memenuhi ubun ubun.


Rena gelagapan tak siap dengan serangan mendadak Varo.


Hingga akhirnya serangan panas itu terlepas karena keduanya tersengal sengal kehabisan nafas.


"Demi Tuhan, kau masih senikmat dulu sayang" bisik Varo dengan suara serak di telinga Rena, membuat wajah wanita itu semakin merah padam.


"Ayolah kita sholat subuh terlebih dahulu, aku bisa kembali khilaf kalau terus menatap dirimu" Varo segera bangkit dari posisinya yang menindih Rena dan masuk ke dalam kamar mandi.


Rena menatap tubuh Varo yang menghilang di balik kamar mandi dengan haru. Dia tau bahwa suaminya memiliki hasrat yang tinggi, tapi dia berusaha menahan diri hingga Rena mau memberikan haknya secara ikhlas, tak mau memaksa.


"Maaf ya kak" gumam Rena sebelum akhirnya dia berdiri menyusul suaminya itu ke kamar mandi. Suatu kejutan hangat di pagi hari yang manis akan diberikannya sebentar lagi.

__ADS_1


.


.


.


Rena menjalankan perannya sebagai seorang istri yang baik untuk pertama kali. Dengan lembut Rena membasuh tubuh suaminya. Dia membersihkan bagian bagian tubuh Varo yang sulit dijangkau. Untuk sementara hanya ini yang mampu dilakukan Rena, dia tak sepenuhnya pulih dari luka masa lalu.


Varo memahami Rena masih mencoba menghilangkan trauma kekerasan seksual yang dulu pernah dialaminya. Tak sedikitpun Varo berniat untuk memaksa Rena. Memiliki Rena di sisinya saja sudah lebih dari cukup buat Varo. Hubungan intim suami istri hanyalah bonus yang akan mengiringi perjalanan mereka merajut cinta.


.


.


.


"Tok...tok...tok"


Sebuah ketukan pintu cukup keras mengganggu keheningan suasana pagi hari.


Varo mengernyitkan dahi heran. Siapa orang yang datang se pagi ini mengganggunya. Tak mungkin Zifa, karena adiknya itu telah memberi kabar bahwa dia menginap di rumah temannya.

__ADS_1


"Dimana Varo" teriakan dari lantai bawah memaksa Varo berlari menuruni tangga.


Apa yang baru saja dilihatnya membuat Varo murka. Ternyata Rena yang berada di dapur sudah membukakan pintu, dan tamu tak sopan itu dengan sengaja mendorong Rena hingga terjatuh.


Tamu itu adalah Alya. Wanita sombong itu mengetahui info bahwa Varo telah menikahi Rena. Amarahnya tak dapat dipendam, pagi pagi buta dia telah bersiap untuk meluapkan rasa sakit hatinya kepada pasangan pengantin baru itu.


Varo membantu Rena berdiri dan menyeret tubuh Alya yang hendak melukai Rena.


Varo benar benar dalam mode emosi tingkat tinggi. Rena tak pernah melihat Varo begitu emosi seperti saat ini, tubuh pria itu bahkan hingga bergetar menahan ledakan kemarahan.


"Jangan coba coba menyentuh istriku" suara Varo begitu lantang. Tatapan matanya tajam kearah Alya, hingga membuat nyali gadis itu sedikit ciut.


"Kurang ajar kau Varo, bertahun tahun aku memendam harapan untuk kembali padamu, ini balasannya?" Alya mulai histeris.


"Aku hamil, tolong aku Varo, kau harus bertanggung jawab, nikahi aku" Alya menghiba memohon kepada Varo sambil memegangi perutnya.


"Jedarrrr" baik Varo maupun Rena sama sama terkejut mendengar berita yang keluar dari mulut Alya.


"Apa maksudmu?" Varo mulai khawatir ini semua akan mempengaruhi hubungannya dengan Rena.


"Rena, biarkan aku menjadi yang kedua, biarkan anak ini mempunyai orang tua yang utuh, tolong aku Rena" kali ini Alya mulai memainkan drama, mengusik kelemahan Rena yang gampang dipengaruhi.

__ADS_1


Tetesan air mata itu jatuh lagi. Rena yang mulai yakin ada kebahagiaan di depan matanya kini kembali meragu. Ini adalah cobaan pertama di hari pertamanya menjadi istri. Bagaimana dia bisa bertahan???.


__ADS_2