
"Please jangan menangis lagi sayang, aku merasa menjadi manusia paling jahat karena setiap bersama ku kau selalu menangis" Varo berkata sembari mengusap air mata Rena. Wanita itu terus menatapnya membuat Varo salah tingkah.
"Makasih kak" Rena begitu terharu akan semua yang dilakukan Varo kepadanya. Hatinya semakin yakin bahwa pilihan membuka kembali hati buat Varo adalah pilihan yang sangat tepat.
"Aku yang berterima kasih karena kamu masih mau menerima ku kembali setelah apa yang ku lakukan, tolong tetap disisi ku apapun yang terjadi sayang, hanya kamu kekuatan ku" Varo menggenggam tangan Rena dan mengecupnya.
Keduanya larut dalam suasana haru sebelum akhirnya Zifa dan beberapa orang temannya datang membawa Rena ke ruangan make up, sedikit sentuhan lagi akan membuat Rena bak Ratu di hari pernikahan mendadak ini.
"Sah"
Suara penuh syukur dari para saksi dan tamu yang hadir menambah syahdu suasana. Akhirnya apa yang menjadi impian Varo dan Rena selama ini menjadi kenyataan.
Dengan suara bergetar Varo mengucapkan ijab kabul, janji suci kepada Allah untuk menjaga Rena hidup dan mati.
__ADS_1
Tibalah saatnya pengantin wanita muncul dihadapan orang ramai dan mendekati suami sahnya.
Varo terkesima bahkan tak henti menatap Rena yang berjalan menggunakan pakaian pengantin elegan pilihannya berwarna putih. Rena begitu memukau, meskipun tak ada riasan yang berlebihan, namun Rena tampak sangat menawan. Varo tak bisa memalingkan penglihatannya.
Varo menyelipkan sebuah cincin yang juga telah dipersiapkan Zifa. Cincin milik Rena dulu yang tak sempat diberikan Varo di hari pernikahan mereka yang gagal, cincin yang selalu dijaga Varo, di simpan di kamarnya dan selalu diajak ngobrol oleh Varo kala rindu kepada Rena tak dapat ditahan.
Rena masih mengenali cincin itu. Itu adalah cincin pilihan berdua di masa lalu, saat Varo dan dirinya mempersiapkan semua hal mengenai pernikahan mereka yang gagal.
Varo mengecup kening Rena di hadapan semua orang setelah proses pemasangan cincin. Sekarang semuanya telah sah dimata agama dan hukum negara. Rena miliknya dan akan dijaganya seumur hidup.
"Makasih ya sayang" Varo memulai obrolan. Saat ini dia dan Rena sedang berada didalam mobil menuju ke rumah Varo.
Varo duduk di jok belakang bersama Rena, saat ini mobil dikemudikan oleh sopir pinjaman dari Niko. Varo ingin menikmati momen bersama istri halal nya.
__ADS_1
Setelah prosesi akad nikah selesai dan menyalami beberapa orang tamu, Varo segera memboyong Rena kerumahnya.
"Maaf ya, pernikahan kita belum semegah Aulia dan Aldi, aku janji sebentar lagi akan ada pesta pernikahan itu, sesuai impian mu sayang, sabar sebentar ya" Varo mengecup kembali kening Rena yang ada di pelukannya.
Varo merasa tak enak hati karena menikahi Rena begitu sederhana dan tak sesuai impian.
"Iya tak apa kak, aku merasa semuanya udah cukup kok, yang penting kak Varo gak akan meninggalkan aku lagi, kak Varo harus janji jangan pernah pergi lagi" Rena kembali ke mode yang manja saat bersama Varo.
"Iya, aku janji sayang" Varo semakin mempererat pelukannya ke tubuh Rena. Betapa bahagianya hati Varo saat ini. Rasanya tak ada yang lebih bisa membuatnya bahagia di dunia selain memiliki Rena dengan halal seperti saat ini.
Sementara itu di lain tempat, Alya terus uring uringan di kantor karena tak bisa menemui Varo beberapa hari semenjak kejadian dirinya mabuk dan ingin sengaja menjebak Varo.
Alya begitu khawatir akan kehamilannya. Perutnya akan semakin membuncit seiring perkembangan janin, bagaimana ia bisa menyembunyikan dari orang orang rahasia besar itu. Obsesinya kepada Varo semakin menjadi jadi.
__ADS_1