
Varo duduk di kamarnya, setelah menyelesaikan segala urusan pekerjaan dan sempat melakukan meeting online bersama stafnya di berbagai cabang, Varo mulai membuka bungkusan kantong yang dibawanya dari kios Rena.
Kotak uang milik Rena disimpannya kedalam lemari, sementara buku buku dan pakaian Rena dimasukkan kedalam sebuah box besar. Dia menata dengan rapi semuanya, karena keyakinannya dia akan bertemu lagi dengan Rena suatu hari nanti.
Satu buku yang dari tadi mengusik pikirannya. Buku bersampul hitam yang mirip diary. Varo bergegas membuka lembaran demi lembaran yang ditulis Rena.
Di awal awal tak ada yang spesial dalam tulisan Rena. Hanya menulis jadwal kuliah dan kegiatannya. Juga menulis beberapa kejadian yang dialami di tempat kerjanya yang lama.
Tapi di bagian tengah buku itu terdapat tulisan yang membuat Varo mengetahui suatu kenyataan. Kenyataan yang benar benar membuatnya merasa menjadi makhluk paling jahat di bumi.
"*Terimakasih ya Allah telah mengirimkan pria sebaik kak Varo. Aku masih sering merasa mimpi dan tak percaya kalau kak Varo memilih ku menjadi istrinya. Semua kesedihan selama ini akhirnya berakhir.
Terimakasih bapak dan ibu telah bersedia membesarkan ku meskipun aku bukan anak kandung kalian. Tempahan yang kalian berikan setiap hari, membuat ku kuat*" .
Varo tercengang membaca tulisan Rena.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini?, jadi Rena bukan anak kandung mereka?" keringat dingin mengalir di ujung dahi Varo.
Rasa penasaran sangat besar menuntunnya untuk terus membaca, berharap semoga ada penjelasan lanjutan dari tulisan sebelumnya.
"*Alhamdulillah ya Allah, tanggal pernikahan sudah ditentukan, tanggal sepuluh ini aku akan menjadi istri sah nya kak Varo. Hamba sangat bersyukur ya Allah, lancarkan lah segala urusan kami.
Aku belum menceritakan kepada kak Varo asal usul diriku. Aku tidak bisa dinikahkan oleh bapak karena beliau bukanlah wali ku. Bagaimana memulainya ya. Kak Varo akan marah gak ya kalau tahu aku adalah anak tanpa asal usul yang jelas. Aku hanya anak angkat keluarga Agung Suwito*".
DUARRRRR....
Varo menjatuhkan buku dalam genggamannya. Terlambat semua terlambat. Dia adalah orang paling bodoh yang dibutakan dendam.
Semua sudah terlambat, Varo mendapatkan hukuman seumur hidupnya. Hukuman atas kebodohannya.
Arghhhhh.....
__ADS_1
Emosi Varo meledak. Dia membanting semua yang ada.di depannya. Seketika kamarnya berubah bak kapal pecah. Varo menendang dan meninju pintu kayu untuk melampiaskan amarah dalam hatinya.
Hal ini memancing tetangga sebelah kamarnya melaporkan kepada security, karena keributan yang terjadi itu. Varo digiring security ke lantai bawah, ke kantor keamanan apartemen.
.
.
.
Adam telah membereskan masalah keributan yang ditimbulkan Varo. Begitu dikabari, Adam segera bergerak cepat dan menyelesaikan masalah. Beruntung pihak keamanan tidak berniat memperpanjang masalah dan memilih mengakhiri dengan kekeluargaan.
"Wow" kata pertama yang keluar di mulut Adam saat membuka pintu apartemen Varo.
"Beristirahatlah bos, ini biar menjadi urusan saya" Adam yang melihat Varo sangat kacau tak bisa berbuat banyak. Dia mengantar Varo masuk kedalam kamar dan segera memanggil orang suruhannya untuk membereskan serpihan serpihan kaca yang berserakan.
__ADS_1
Berjam jam Varo berdiam diri di kamarnya. Akhirnya pria itu memutuskan untuk pergi menemui mamanya. Wanita itu harus tau kebenarannya. Varo akan menjelaskan siapa Rena sebenarnya.
Varo mengambil kunci mobilnya. Tanpa mempedulikan Adam yang melarangnya keluar dalam keadaan kacau, Varo terus melangkah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sang ibunda.