Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Bertemu pengacara


__ADS_3

"Sayang" Rena berlari memeluk Varo yang baru saja muncul dibawa oleh seorang petugas sipir penjaga sel tahanan.


"Bagaimana keadaan mu sayang?" Varo membalas pelukan Rena dan menanyakan keadaan istrinya itu.


"Aku baik" Rena berbohong menjawab pertanyaan Varo, dan Varo tau itu. Mata istrinya yang bengkak membuktikan semuanya.


"Maafkan aku membuat mu banyak pikiran" Varo terus memeluk dan mengusap kepala istrinya yang tertutup hijab.


"Iya. aku mikirin kamu, bagaimana keadaan didalam sana? apakah begitu menakutkan?" Rena menanyakan banyak pertanyaan yang terus melintasi pikirannya dari malam.


"Aku gak apa apa sayang, disana semuanya tersedia, aku diperlakukan dengan baik" Varo mencoba menenangkan hati Rena yang gundah.


"Apakah tahanan lain mengganggu kamu kak?" Rena kembali memastikan.

__ADS_1


"Mana berani mereka, aku ini pemegang sabuk hitam taekwondo, mereka akan menyesal kalau berurusan dengan ku" Varo menjawab dengan tingkah lucu, mampu membuat Rena sejenak tersenyum.


"Ah syukurlah kak, aku sedikit lebih tenang" Rena mengusap wajah suaminya yang tampan itu.


Rena memperkenalkan pengacara yang dibawanya kepada Varo. Berkat bantuan Niko, pengacara handal yang terkenal di kota itu mau membantu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Varo.


Varo berjabat tangan dengan pria berdasi itu. Varo sangat mengetahui reputasi lawan bicaranya saat ini. Banyak kasus pejabat serta artis terkenal yang dibantu diselesaikannya. Varo optimis bisa menghadapi tuntutan hukum yang dituduhkan Alya kepadanya.


Pengacara itu bernama Hitler, namanya sudah sangat berkibar di dunia hukum nasional.


"Saya diminta tolong untuk menjemput Alya yang mabuk di sebuah pub, malam itu dia tak sadarkan diri dan panggilan telepon terakhir di ponselnya adalah nomor saya" Varo memulai ceritanya.


"Demi rasa kemanusiaan dan bagaimanapun juga Alya adalah mantan kekasih saya, saya tidak mau terjadi hal hal yang tak baik terhadapnya. Saya menjemputnya di pub itu dan mengantarkannya pulang" Varo menambahkan penjelasannya.

__ADS_1


"Saat sampai di rumahnya, Alya masih tak sadarkan diri, saya mencoba mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, namun ternyata pintu tak dikunci dan tak ada satupun orang di rumah saat itu".


"Saya langsung membawa tubuh Alya masuk kedalam kamar dan membaringkannya, hanya itu yang saya lakukan, namun ternyata Alya menjebak saya, dia tak mau melepaskan rangkulan tangannya di leher saya, bahkan ia memaksa untuk mencium saya" Varo menceritakan kejadian itu dengan ragu, beberapa kali dia menoleh kearah Rena, Varo takut Rena akan salah paham dengan ceritanya.


"Bagaimana anda yakin, kejadian ini yang menyebabkan tuduhan itu, bisa saja anda memang pernah melakukan sebelumnya dengan wanita bernama Alya ini" pengacara Hitler mencoba menggali informasi lebih dalam.


"Saya bersumpah demi apapun di dunia ini, saya tidak pernah menyentuh dia, baik dulu saat kami masih menjalin hubungan maupun setelahnya, dan saya baru berjumpa lagi dengan Alya beberapa bulan ini, kami hanya berjumpa di kantor dan tak pernah berduaan. Hanya malam itulah saya masuk ke kamarnya dengan maksud menolongnya, baju yang saya kenakan saat itulah yang mengingatkan saya bahwa ternyata kejadian malam itu jebakan baut saya" Varo menceritakan semuanya dengan suara bergetar.


"Setahu saya, rumah Alya terpasang banyak CCTV, disana tentu dapat dilihat jam berapa saya membawa Alya masuk dan jam berapa saya keluar, karena tak sampai sepuluh menit saya berada disana, bagaimana saya melakukan pemerkosaan terhadapnya" Varo menahan emosi yang meluap didadanya.


Sang pengacara mengangguk setuju dengan argumentasi Varo, titik terang kasus ini mulai tampak, dia yakin orang yang akan dibelanya ini adalah benar, tak bersalah.


"Baiklah pak Varo, saya akan secepatnya mengumpulkan bukti, yakinlah kebenaran akan terungkap bagaimanapun jahatnya sebuah keburukan menyembunyikannya" sang pengacara memberi nasihat sebelum akhirnya berpamitan kepada Varo dan Rena. Dia memberikan waktu kunjungan yang tersisa untuk dua orang itu berduaan. Sepasang pengantin baru yang berbulan madu di penjara akibat fitnah kejam mantan kekasih.

__ADS_1


__ADS_2