Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Nilai buruk


__ADS_3

Varo benar benar menunaikan janjinya, hari ini dia keluar makan siang dengan Alya.


"Varo kita makan dimana?" Alya bertanya dengan aksen manja kepada Varo.


"Terserah, aku ngikut aja" Varo tak menunjukkan ketertarikan terhadap pembahasan ini.


"Oiya, ada resto baru dibuka dekat kantor, kita kesana aja ya" Alya bersemangat meskipun dia tau Varo setengah hati mengikutinya.


Dan akhirnya mobil Varo pun melaju kearah restoran yang ditunjukkan Alya.


Belum lama Varo dan Alya duduk, dua orang yang sangat tidak ingin dilihat Varo masuk kedalam restoran itu juga, dan melintas di hadapan mereka. Niko dan Rena.


Ya. Niko mengajak Rena untuk makan siang di restoran yang tengah hits saat itu.


"Hai, gak nyangka jumpa disini" Niko yang duluan melihat Varo sumringah, dia bermaksud ingin menunjukkan posisinya di depan Varo.


Rena melayangkan pandangan kepada Varo dan wanita yang duduk di sebelahnya. Rena masih ingat betul siapa wanita itu.


Ada rasa cemburu membakar hati Rena saat melihat Varo kembali dekat dengan mantan kekasihnya, tapi wanita itu tak menunjukkan sama sekali. Rena hanya mampu memberi senyum tipis kepada keduanya.


"Silahkan lanjutkan, kami duluan" Rena menarik tangan Niko agar segera menjauh dari kedua orang itu.


"Itu si Rena mantan kamu kan?" Alya segera menjadikan Rena sebagai topik percakapan mereka.


Varo mengangguk, ada sedikit rasa bahagia terselip di hatinya karena melihat reaksi Rena. Varo tau Rena cemburu dan itu artinya Rena masih menyimpan rasa untuknya.


.


.


.


"Kamu kenapa, kok wajahnya cemberut gitu?" Niko menggoda Rena yang tampak lain. Niko menyadari perasaan Rena kepada Varo tak pernah pudar, tapi Niko memilih egois dan tetap mengikat Rena.


"Drttt....Drtttt..." ponsel Niko berdering, panggilan telepon masuk dari Zifa.

__ADS_1


Niko mengabaikan panggilan itu karena saat ini dia sedang bersama Rena.


"Aku lihat mobil kamu di cafe yang baru buka itu, aku masuk ya" pesan dari Zifa masuk tak lama setelah nada dering berhenti.


Belum sempat Niko membalas, Zifa sudah masuk dari Arab pintu dan berjalan menuju meja yang dipesan Niko.


"Hai kak Rena, aku barusan dari kampus, mau makan nih, tapi gak ada teman, aku gabung boleh ya?" Zifa melancarkan aksinya.


Dari awal Zifa memang terus memantau pergerakan Niko. Gadis itu iseng memasang mini camera di dashboard mobil Niko, hingga dia bisa melihat siapa saja yang sedang bersama Niko didalam mobil.


"Boleh dong, ayo sini Zifa duduk dekat aku" Rena merasa lega akhirnya iya terbebas dari rasa canggung karena berduaan dengan Niko. Zifa datang bak penyelamat yang dikirim Tuhan di waktu yang tepat.


Mata Niko melotot tajam kearah Zifa. Rasanya tak percaya kalau gadis kecil yang berstatus selingkuhannya itu berani muncul saat iya dan Rena sedang berduaan.


"Itu ada kakak kamu tuh, si Varo, gabung sama dia aja" Niko berkata jutek.


Zifa melayangkan pandangan kearah yang ditunjukkan Niko. Suatu kebetulan yang sungguh menegangkan saat melihat Varo makan berduaan dengan mantan kekasihnya dan bersebelahan dengan mantan calon istrinya.


"Mas Varo" Zifa segera berdiri dan menghampiri Varo.


"Kalian makan disini juga?, datang berdua?" Zifa melontarkan pertanyaan beruntun.


"Hai Zifa, lama ya gak jumpa, aku dan Varo sekarang teman sekantor" Alya mengambil alih percakapan dan menjelaskan kepada Zifa. Sementara Varo hanya diam dan tak menanggapi, pria itu sibuk mengaduk aduk makanan di hadapannya, selera makannya hilang.


"Oh ya udah, lanjutkan, aku ke meja sebelah ya" Zifa tak ingin membuang waktu lama untuk menjalankan misinya.


"Kok balik lagi, udah sana duduk sama Varo" Niko mengusir Zifa yang balik ke mejanya.


"Gak mau ah, mereka kayaknya lagi ngobrol serius, mending disini, gak ganggu kan kak Rena?" Zifa sengaja meminta perlindungan kepada Rena.


"Enggaklah, ayo pesan dulu makanannya, kamu mau apa?" Rena memperlakukan Zifa dengan lembut.


Niko menunjukkan wajah tak sukanya. Dia tau Zifa sengaja merusak momen berduaannya dengan Rena.


.

__ADS_1


.


.


Makanan yang dipesan telah memenuhi meja di hadapan Niko, Rena dan Zifa.


"Re, aku coba dong punya kamu kelihatannya enak" Niko berusaha menciptakan momen romantis dan mengabaikan Zifa.


Zifa tersenyum kecut sambil terus memperhatikan tingkah Niko. Hatinya terasa dicubit saat Niko memperlakukannya dengan seenaknya.


"Ini, cobain aja, aku udah selesai kok" Rena menyodorkan makanan yang ada di piringnya.


Niko menahan malu di hadapan Zifa karena ternyata umpan yang dilemparkan kepada Rena tak ditelan sama sekali oleh wanita itu, semuanya mental. Momen romantis bersuapan yang diinginkan Niko tak disambut Rena. Sikapnya terus saja dingin dan kaku.


"Pak Niko mau cobain punya saya? ini juga enak lo" Zifa bermaksud menggoda Niko.


"Apaan sih kamu, udah cepat habiskan makananmu terus pergi dari sini, ganggu aja" Niko mengeluarkan kalimat tajam kepada Zifa.


DEG..


Hati Zifa bagai dicubit. Ucapan Niko begitu kasar.


Zifa menahan airmata yang hendak turun. Zifa bukanlah gadis manja, dia biasa bercanda dengan teman temannya dengan gaya yang mungkin juga kasar, tapi saat berurusan dengan perasaan, terlebih lagi orang yang membentaknya adalah orang yang dicintai, Zifa berubah menjadi sensitif dan terbawa perasaan.


"Maaf aku mengganggu, udah selesai kok, makasih ya, aku pamit duluan" Zifa tak melanjutkan makannya dan berlalu meninggalkan tempatnya tadi duduk.


Zifa menyempatkan diri kembali menyapa Varo dan Alya. Gadis itu berusaha bersikap biasa dan tersenyum agar Varo tak tersulut emosi jika mengetahui apa yang dialaminya.


DEG...


Niko terdiam. Ada rasa bersalah saat melihat perubahan dalam diri Zifa akibat perbuatannya. Terlebih lagi cara Zifa menyembunyikan kesedihan didepan Varo, membuat hati Niko terenyuh.


Rena tau Zifa pergi dalam keadaan terluka.


"Kamu telah menyakiti Zifa, minta maaflah segera" Rena hanya mengucapkan itu. Dia tak ingin terlibat percakapan lebih banyak dengan pria di depannya saat ini.

__ADS_1


Satu nilai buruk lagi, satu nilai buruk atas sifat Niko yang kasar ditambahkan Rena didalam memorinya. Semakin membuat Rena tak respect.


__ADS_2