
#Flashback#
Alya adalah seorang gadis manja putri orang kaya yang terbiasa mendapatkan apapun keinginannya. Sejak kecil, Alya dan Varo merupakan sahabat akrab karena orangtua mereka juga bersahabat.
Memasuki masa remaja, Alya dan Varo menjalin hubungan sebagai seorang kekasih. Kedua insan itu diagung agungkan sebagai pasangan paling hits di kampus tempat mereka kuliah.
Alya yang cantik dan Varo yang tampan, dan tak lupa keduanya sama sama kaya.
Namun semua itu hanyalah bungkus dari kepalsuan yang dilakoni Alya.
Saat bersama Varo dia adalah gadis dengan kepribadian lemah lembut dan polos, padahal sebaliknya. Saat tidak bersama Varo Alya adalah gadis gaul yang menganut paham *** bebas dan hura hura.
Alya telah lama melakukan hubungan pacaran layaknya suami istri dengan berbagai macam pria, bahkan saat belum menjadi kekasih Varo.
Varo tak mengetahui hal itu sama sekali, rasa cintanya kepada Alya memudar saat bertemu dengan Rena, dan kepindahan Alya keluar negeri, yang membuat komunikasi diantara mereka tak lagi lancar semakin menjadi alasan untuk Varo meninggalkan Alya.
Hingga wajar saat Alya mengungkit alasan kenapa Varo meninggalkannya seolah olah dia adalah korban. Sisi hati terdalam Varo sedikit terusik dengan rasa bersalah karena merasa memang dia lah yang mencampakkan Alya begitu saja.
Satu bulan sebelum pertemuan kembali Alya dengan Varo, gadis itu dilanda kegalauan teramat sangat.
Tingkah lakunya selama ini yang bergonta ganti pasangan membuatnya menuai karma buruk. Dia mengandung benih di rahimnya namun tak dapat mengingat siapa pria yang telah menanam benih itu.
Saat kembali bertemu Varo dan mengetahui kisah cinta mantan kekasihnya itu gagal, Alya terobsesi ingin memiliki Varo lagi dan berniat melakukan apapun caranya agar keinginannya itu dapat terwujud.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Kembali ke masa saat ini.
Pagi hari menjelang. Sebuah panggilan telepon masuk ke yayasan tempat Rena tinggal.
"Kami dari kampus pemuda bangsa, anda terpilih sebagai calon mahasiswi penerima beasiswa dari kampus penerus bangsa" seseorang dari seberang telepon memberikan kabar yang membuat Rena terhenyak.
"Ma...maaf pak, saya tidak mengajukan pendaftaran apapun, bagaimana bisa saya terpilih" Rena tak begitu saja percaya.
"Mungkin salah satu dari kerabat anda yang berinisiatif mendaftarkan, karena berdasarkan standar dokumen dan kelengkapannya, anda sudah memenuhi semuanya" petugas kampus di seberang telepon terus menjelaskan.
"Kami tunggu kedatangan anda siang ini, terimakasih" sambungan telepon ditutup.
"Ya Tuhan, keberuntungan apa ini, siapa orang baik yang telah membantuku?" Rena tak dapat menyembunyikan kebahagiaan hatinya.
Varo yang kembali membaca buku diary Rena mengetahui kalau wanita manis itu masih menyimpan keinginan untuk melanjutkan kuliahnya.
Karena itulah Varo mendaftar dan membayar full biaya kuliah Rena hingga lulus, tapi dengan cara diam diam. Varo meminta pihak kampus seolah olah memberikan beasiswa kepada Rena, agar dia tak ada beban dan kembali bersemangat merajut masa depannya.
"Eh kak Varo" Rena terkejut saat menyadari Varo berdiri di depan pintu dan tersenyum kepadanya.
"Kak Varo sejak kapan disana?" Rena bertanya.
"Sejak tadi, saat kamu menutup telepon dengan gembira" Varo menjawab pertanyaan Rena.
"Ah iya, kak aku mau kasih kabar gembira" Rena memberitahu.
__ADS_1
"Aku diterima kuliah lagi" jelas Rena dengan girang.
"Syukurlah, kamu harus gapai mimpi mimpimu yang kemarin tertunda ya" Varo mengusap lembut kepala Rena.
"Katanya ada orang baik yang bantu aku untuk mendapatkan beasiswa" Rena menjelaskan.
"Kamu adalah orang baik, tentu juga dikelilingi oleh orang orang baik, makanya ada yang bantuin kamu, jangan kecewakan orang itu, kamu harus semangat ya" Varo menasihati Rena.
"Iya kak, siap" Rena menjawab dengan gaya lucunya.
"Ayo aku antar ke kampus, bersiaplah segera" Varo ingin menjadi saksi dari kebahagiaan Rena.
"Assalamualaikum" sebuah suara mengusik keromantisan Varo dan Rena.
"Eh pak Niko" aura wajah Rena yang tadi ceria seketika berubah muram.
"Ngapain kalian berduaan disini?" Niko langsung meradang saat melihat kedua orang dihadapannya itu.
"Terlihat oleh anda kami sedang apa? tergantung pikiran anda" Varo menjawab tak kalah sengit.
"Eh jangan ribut, banyak anak kecil, maaf pak Niko, kak Varo kesini cuma bertamu dan akan pulang sekarang, iya kan kak Varo?" Rena mengusir Varo secara halus karena tak ingin terjadi keributan.
Varo sadar Rena telah bersama calon suaminya saat ini dan iya bukan siapa siapa, Rena tak menginginkannya.
"Permisi saya pamit" Varo segera pergi membawa rasa perih di hatinya karena lagi lagi Rena memilih Niko daripada dirinya.
__ADS_1