Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Ciuman pertama di warung


__ADS_3

"Hufttt" Varo menarik nafas setelah semua mie instan pesanan para pelanggan telah terhidang.


"Enak bener ya masakan masnya" komen seorang kuli bangunan yang tadi memesan.


"Iye, macam makanan di gedongan" sahut bapak bapak di sebelahnya.


Rena dan Varo saling lirik. Rena mengacungkan kedua jempolnya sambil mengedipkan sebelah mata.


"Kak Varo memang penyelamat aku" bisik Rena.


"Gak gratis" balas Varo berbisik juga.


Rena memanyunkan bibirnya menggoda Varo.


"Awas nanti kalau sudah sepi ya" ancam Varo sambil tetap berbisik.


"Mas dan mba nya pasangan baru ya" seorang pekerja bertanya sambil menikmati gorengan yang disediakan.


"Iya pak, ini istri saya, jangan digodain ya pak" jawab Varo lantang.


"Pasti mas, wong masnya dibanding kami ya jauh. Si mba nya gak bakalan lirik kami kalau punya suami seganteng ini" terang si bapak. Varo tersenyum bangga kearah Rena.


Rena yang mendengar bapak bapak memuji Varo cekikikan.


"Cie, sekarang penggemarnya bapak bapak ya" goda Rena berbisik bisik.


"Ih apaan sih kamu, aku kan cuma memberitahu orang orang itu, kalau kamu milik aku, dan gak boleh ada yang ambil" tegas Varo sambil mencubit hidung mungil Rena.


.


.

__ADS_1


.


Sore telah datang, Varo dan Rena bersiap menutup warung.


"Huft, luar biasa hari ini" Rena bergumam pelan.


"Sayang capek?" Varo memeluk gadis itu dari belakang.


Rena mengangguk angguk manja.


"Ya sudah, duduk aja, biar aku yang tutup warung" ujar Varo.


"Kak Varo gak capek?" Rena balik bertanya.


"Sebenarnya capek, tapi pasti lebih berat kamu" jawab Varo lagi.


"Kak Varo mau aku bikinkan kopi atau teh" Rena menawarkan.


"Kak, ja...mmphhh" belum sempat Rena menolak, Varo sudah mengulum bibir gadis itu dengan brutal.


Hasratnya tak terkendali, Varo sangat bergairah melihat Rena sejak tadi.


Rena ikut terbawa suasana, dia membiarkan Varo mengeksplor lebih dalam seluruh bagian mulutnya.


Lidah mereka saling bertaut dan saling hisap. Ciuman panas itu terjadi cukup lama hingga membuat mereka berdua tersengal sengal.


"Terimakasih ya sayang" Varo menempelkan dahinya ke dahi Rena. Mereka sama sama mengatur nafas. Ciuman panas mereka benar benar membuat kadar oksigen di tubuh mereka menipis.


Varo menatap Rena dalam, damai menyusup relung hatinya. Segera dia menarik Rena kedalam pelukan.


"Aku sangat mencintaimu" ucap Varo lirih. Sebuah ciuman sayang di kening menjadi penutup sentuhan mereka malam ini.

__ADS_1


Varo tak ingin meneruskan hasratnya. Jika terus menerus dilanjutkan, bukan tak mungkin ciuman Varo berubah menjadi ******* tak terkendali untuk mereka.


.


.


.


Kios Rena telah ditutup, Rena juga sudah membersihkan dirinya. Varo telah kembali ke apartemennya.


Rena tengah duduk di pinggir tempat tidur. Senyum sumringah menghiasi bibirnya. Uang hasil penjualan hari pertama membuat takjub. Sangat jauh diluar perkiraannya.


"Wah, Alhamdulillah bisa dapat segini banyak dihari pertama, terimakasih ya Allah" Rena tak henti bersyukur.


"Semoga besok dan seterusnya pendapatan warung seperti ini, bahkan lebih meningkat lagi" doa Rena.


"Eh tapi itu kan karena kak Varo yang masak, mereka suka masakan kak Varo. Besok aku mesti gimana ya? gak mungkin terus mengandalkan kak Varo" Rena mulai panik.


"Drtttt...drtttt..." ponsel Rena berdering. Panggilan video dari Varo.


"Sayang udah mau tidur belum?" Varo menyapa dari seberang telepon.


"Kak, Alhamdulillah uang hasil warung hari ini banyak" Rena tak menjawab pertanyaan Varo, justru menunjukkan uang receh hasil warungnya kepada Varo dengan girang.


"Wah hebat, sebanyak apa memangnya?" tanya Varo penasaran.


"Alhamdulillah kak, keuntungan bersihnya dapat seratus lima puluh ribu. Yeiii aku senang banget" Rena berkata dengan bangga.


Varo menunjukkan senyum garing.


"Seratus lima puluh ribu aja sebahagia itu" gumam Varo dalam hati.

__ADS_1


Bagi pria kaya itu, jumlah uang yang disebut Rena itu hanya seharga segelas kopi yang biasa diminumnya sehari hari. Saat Rena mengucapkan dengan bangga, justru dialah yang terkejut.


__ADS_2