
"Gue harus kuat" Varo terus mengingatkan hatinya tentang apa yang terjadi saat ini.
Mobil yang dikendarainya melaju kencang menembus jalan raya. Varo seolah melepaskan segala kegundahannya lewat pedal gas mobil yang diinjaknya.
Sementara itu di rumah yayasan.
Rena dan Aulia sedang mengobrol di dalam kamar. Makan malam telah lama usai. Niko dan Aldi juga sedang berbincang di teras depan.
"Ya ampun Re, gue baru tau kalau Varo sekarang udah gak seperti dulu, jadi sekarang dia udah miskin dan jadi bawahannya Aldi?, hahaha rasain dia, itu azab buat laki laki yang suka mempermainkan wanita" Aulia masih terus membenci Varo.
"Tidak Aul, kak Varo gak sejahat itu, dia melakukannya karena terpaksa, dia juga sama menderitanya" Rena memberikan pembelaan kepada mantan kekasihnya itu.
"Eits tunggu deh, kok kamu belain dia? jangan jangan masih cinta ya?" Aulia segera menangkap kejanggalan dari sikap Rena.
"Bukan gitu Aul, tapi aku hanya membela yang harus dibela, kak Varo udah menerima karma atas apa yang dilakukannya" Rena kembali melakukan pembelaan.
Kedua wanita itu terus melanjutkan obrolan. Rena membahas semua hal tentang dirinya, begitu juga dengan Aulia.
Aulia secara resmi memberikan kabar bahagia kepada Rena. Satu minggu lagi dia akan menikah dengan Aldi, dan Rena diminta untuk menjadi pendamping pengantin perempuannya.
Keduanya saling berpelukan, pelukan bahagia karena perlahan semuanya berubah lebih baik.
__ADS_1
"Aku boleh gabung?" Aldi tiba tiba muncul dari arah pintu.
"Ih Aldi kamu ternyata udah merahasiakan kabar ini dari aku ya" Rena protes saat Aldi duduk di sebelahnya.
"Bukan merahasiakannya Re, aku cuma menunggu waktu yang tepat, sekarang lah saat yang tepat itu" Aldi membela diri.
Jadi sejak kapan kalian jadian?" Rena kembali bertanya.
"Sejak kamu menghilang, kami menjadi semakin akrab, kemana mana kami hanya berdua, dan sebelum aku pindah kuliah ke luar negeri Aldi ungkapkan perasaannya kepadaku" Aulia bercerita.
"Tepatnya setahun setelah kamu menghilang Re" Aldi menambahkan.
"Ah sweet banget sih kalian, jadi iri" Rena terharu mendengar kabar dari sahabatnya itu.
"Gak kenapa kenapa, aku gak bisa buka hati buat yang lain" Rena menjawab dengan bahasa diplomatis.
"Dasar bucin, bisa bisanya ninggalin orang yang tajir, ganteng dan mencintai kamu seperti pak Niko itu demi si Varo playboy bangkrut itu" Aulia terus saja menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Varo.
"Hei nona, jangan gitu, kita jangan menjadi penghujat, kita tidak tau apa yang sedang terjadi, cukup menjadi pengamat dan jangan berkomentar" Aldi menasihati Aulia sang calon istri.
"Duh calon suami, bijak bener deh ah, jadi makin sayang" Aulia menanggapi nasihat dari Aldi dengan godaan.
__ADS_1
Ketiganya tertawa bersama, perlahan kehidupan Rena mulai menuju kebahagiaan.
.
.
.
"Mas Varo, ada berita bagus mengenai perkembangan penyelidikan kehidupan mba Rena" detektif yang dulu menjadi suruhan mama Varo tiba tiba mengirimkan pesan kepadanya.
"Kita jumpa sekarang di cafe lentera" Varo segera membalas pesan itu dan meluncur menuju tempat yang ditentukan.
.
.
.
"Mas Varo, ini adalah foto masa kecil dokter Desi dengan adiknya. Kami menemukan ini setelah menelusuri sosial media sepupu dan kerabat lainnya dari dokter Desi.
Disini ada caption kalau Desi sedang bersama adiknya yang bernama Alina, dan ada satu lagi foto gadis kecil yang persis sama dengan foto ini sedang bersama keluarga pak Agung, silahkan dilihat" detektif itu menunjukkan semua bukti yang didapatnya.
__ADS_1
Varo membelalakkan mata tak percaya. Kecurigaan selama ini benar sudah. Desi dan Rena adalah saudara kandung, Rena adalah adiknya Desi yang hilang dulu.
"Kerja bagus bro, terimakasih buat bantuannya, gue akan transfer segera sisa pembayaran lu" Varo berkata dengan semangat.