Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena
Cerita dua pasangan


__ADS_3

Malam pengantin Rena dan Varo berakhir diantara tumpukan banyak kado yang disimpan Varo selama hampir tiga tahun kehilangan Rena.


Wanita itu baru menyelesaikan semuanya dini hari, saat jam menunjukkan waktu pukul dua. Rena melihat pria yang sudah sah menjadi suaminya itu tidur dengan posisi tengkurap di lantai, di sampingnya. Senyum terkulum muncul di wajah Rena, sudah lama sekali dia tak melihat ekspresi itu. Ekspresi Varo saat tidur, begitu lucu dan selalu dirindukan Rena.


Setelah membersihkan diri dan mengganti baju dengan piyama tidur, Rena berjalan mendekati Varo.


"Kak" Rena mengelus lembut pipi Varo.


Pria itu menggeliat dan membuka matanya yang terasa sangat lengket.


"Eh maaf aku ketiduran" Varo merasa tak enak hati meninggalkan Rena sibuk sendiri sementara dirinya tidur.


"Masih malam, gak apa apa, kak Varo tidur lagi" giliran Rena yang merasa tak enak karena mengganggu Varo. Niat awalnya tadi hanyalah mau mengelus pipi suaminya itu, ternyata Varo langsung memberikan respon tak terduga.


"Gak bisa, kamu harus tanggung jawab karena telah membangunkan aku" Varo menarik Rena kedalam pelukannya. Varo beringsut ke ranjang empuknya.


Varo menciumi kekasih halalnya itu dengan ciuman bertubi tubi. Semua bagian wajah dan leher Rena tak luput dari incaran bibir Varo.


"Boleh sekarang ya?" pria itu meminta keikhlasan Rena sebagai istri.


"Peluk aja ya, sebentar lagi subuh" Rena menolak dengan halus permintaan Varo. Entah mengapa dirinya merasa enggan untuk memberikan hak suaminya itu. Mungkin sedikit trauma masih tersisa di hati Rena.


"Baiklah, aku gak akan memaksa" Varo mengecup lembut kening Rena sebelum akhirnya memeluk dan melanjutkan tidurnya yang sempat terjeda.


Rena pun mulai merasakan kantuk menyerang. Berada didalam pelukan Varo semakin membuatnya nyaman, perlahan Rena terbang ke alam mimpi menyusul Varo yang sudah terlebih dahulu berangkat kesana.


.


.

__ADS_1


.


Mundur sedikit ke belakang.


Setelah acara pernikahan Rena dan Varo selesai, Zifa menarik nafas lega. Akhirnya Zifa bisa melihat sang kakak sepupu yang begitu disayanginya tertawa bahagia kembali.


Hingga saat Rena dan Varo pergi menuju rumah, Zifa masih berada di tempat itu. Zifa ingin memastikan semua perlengkapan yang tadi dibawanya telah rapi dan siap diangkut kembali.


"Astaga, aku pulang kemana ya, mas Varo dan kak Rena lagi ada dirumah menikmati malam pengantin mereka, masa aku ikutan berada disana" Zifa bermonolog sendiri.


"Sayang, ayo aku antar" suara Niko sang kekasih mengejutkan Zifa.


Zifa menurut dan mengekor di belakang Niko.


"Kenapa kok seperti kebingungan?" Niko melihat gelagat tak biasa dari Zifa.


"Hahaha,,, mereka kan berduaannya di kamar, kamu gak akan mengganggu" Niko menjelaskan.


"Tapi tetap aja gak nyaman" Zifa bersikeras.


"Ya udah, malam ini kamu nginap di rumah aku" Niko langsung tancap gas, merubah haluan ke arah rumah pribadinya tanpa menunggu persetujuan Zifa.


"Heh, jangan, aku gak mau kisah kak Rena terjadi juga padaku" Zifa mulai panik karena seringai mesum dari Niko tampak nyata.


.


.


.

__ADS_1


"Mama, ini Zifa calon istriku, malam ini dia numpang menginap disini karena rumahnya jauh dan sudah terlalu malam untuk sampai rumah" Niko memperkenalkan Zifa kepada sang ibu yang ada di rumahnya.


Selama ini Niko tinggal bersama ibu dan beberapa orang asistennya.


Zifa sedikit lega karena ternyata pikiran buruk tentang Niko akan melakukan hal hal buruk kepadanya tak terjadi.


Tapi kembali tegang karena baru saja mendengar Niko memperkenalkannya kepada sang calon mertua, tanpa persiapan apa apa Zifa langsung dijebak bertemu wanita itu.


"Se... selamat malam tante" Zifa gugup.


Wanita yang telah berumur lebih dari setengah abad itu memperhatikan penampilan Zifa dari atas sampai bawah. Begitu anggun dan berkelas, namun tampak terlalu muda untuk Niko. Dahinya berkerut, tak menyangka putranya menyukai daun muda.


"Siapa namamu nak?" dengan ramah mama Niko bertanya.


"Zifa tante" meski gugup Zifa mampu menguasai diri dan menjawab pertanyaan mama Niko.


\=\=\=**Hallo readers tersayang\=\=\=


Dalam beberapa chapter lagi cerita ini bakalan tamat ya,,,tetap stay dan jangan tinggalkan author ya 🙏


Beberapa konflik seperti Nathan sang mantan suami, Bu Wiya sang ibu angkat kejam serta Alya akan dituntaskan terlebih dahulu.


Dan diakhiri dengan sesuatu yang spesial di ujung cerita. Sesuatu yang akan membuat kita semua bahagia.


Cussss,,,,komen, like, vote tetap ditunggu ya.


Terimakasih untuk kalian semuanya yang masih terus setia hingga sekarang.


❤️❤️❤️❤️**

__ADS_1


__ADS_2