
Mirah pun dan lainnya yang ada di dalam kamar pengantin pun memeluk tubuh putri tunggalnya dengan erat. Mereka menangis tersedu-sedu dan ikut larut dalam sedih sekaligus bahagia karena akhirnya akan menjadi istri dari Tuan Richard dan putranya akan memiliki ayah biologisnya.
Segala persiapan sudah siap, semua tamu undangan pun sudah hadir memadati area pelataran tempat halaman rumahnya Keluarga bessr Lee. Richard menyebut lafaz akad nikah dengan lantangnya di hadapan para saksi dan tamu undangan. Hanya butuh satu tarikan nafas mereka sudah resmi menjadi suami istri. Mirah dan Maya mengapit Raisa menuntunnya hingga ke hadapan Richard.
Raisa tersenyum manis ke arah pria yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi suaminya. Richard melangkahkan kakinya menyambut kedatangan istrinya dengan penuh senyuman kebahagiaan.
Raisa kemudian duduk di samping Richard untuk mendengarkan beberapa pesan dan nasehat pernikahan dari penghulu setempat. Richard menggenggam tangannya Raisa dan sesekali mencium punggung tangan itu yang penuh dengan lukisan hena dan cincin yang sangat indah yang sudah tersematkan di jari manisnya.
"Karena sesi akad nikah yang pertama sudah selesai, kita lanjutkan untuk acara yang kedua dan kebetulan calon mempelai prianya sudah tidak sabaran sepertinya," ucap MC yang tersenyum melihat Kemal.
Semua orang yang mendengar tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya Kemal padahal bukan dia yang akan menikah. Rencana awalnya mereka akan menikah bersamaan hari ini, tetapi karena kondisi kakeknya kemal yang tiba-tiba muncul penyakit jantungnya sehingga dengan berat hati dan terpaksa pernikahannya dengan Aisyah ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Sedari tadi tidak bisa duduk tenang padahal kedua orang tuanya sudah mengingatkan dan menyuruhnya untuk bersikap tenang tapi begitulah sikap Kemal yang terlalu berlebihan selama jatuh cinta.
Cintanya pada Aisyah membuatnya berubah drastis dari pendiam sekarang cerewet dan bahkan melebihi cerewetnya emak-emak rempong. Berlawanan dengan Aisyah yang selalu bersikap pendiam, dingin dan irit bicara.
"Apa bapak Kemal Nathaniel Sanjaya sudah siap untuk menikah?" Tanya Pak penghulu dengan wajah seriusnya.
"Siap lahir batin Pak penghulu," jawabnya yang kembali membuat suasana menjadi ramai dengan tawa dari beberapa orang.
"Kalau gitu kita mulai saja nanti waktu baiknya terlewat," ujar Pak Penghulu selaku penghulu yang akan menikahkan Kemal dan Aisyah.
"Saya nikahkan dan kawinkan Nathaniel Sanjaya dengan Aisyah Akyurek dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 500 Dollar dan satu set perhiasan emas dibayar tunai," tutur Pak Zahid.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Akyurek dengan mas kawin tersebut tunai," jawab Kemal sebelum diberi aba-aba untuk mengucapkan lafaz akad nikah.
__ADS_1
"Bagaimana saksi apa sah?" Tanyanya Pak Zahid yang tersenyum ke arah saksi.
"Sah," ucap semua orang yang berada di sana.
"Alhamdulillah," ucap Bapak Penghulu.
Semua orang menengadahkan tangannya ke atas dan mengikuti doa serta mengaminkan beberapa doa yang dipanjatkan oleh Pak selaku penghulu. Aisyah pun sudah dibawa ke tempat acara pelaksanaan akad nikah. Kemal yang melihat kedatangan istrinya segera menjemputnya sebelum diperintahkan oleh orang-orang.
"Pengantin prianya sudah tidak sabar lagi sepertinya," Teriak Rexy ke arah Kemal
Nathan membalas perkataan dari Dennis," gak apa-apa kok yang penting kami sudah resmi dan sah sedangkan kamu gak jelas," ucap Nathan yang kembali membuat heboh dan ramai tempat itu.
Aisyah yang melihat suaminya hanya bisa menatapnya dengan tatapan matanya yang tajam. Dia tidak menyangka bisa menikahi pria yang sangat cerewet dan hiperaktif.
"Sah!!" Pekik Kemal yang paling pertama saat Richard mengucapkan ikrar janji suci pernikahan bersama dengan Raisa.
Richard dan Raisa sudah duduk berdampingan di atas pelaminan. Mereka bergenggaman tangan satu sama lainnya, menyambut kedatangan para tamu undangan untuk mengucapkan beberapa patah kata ucapan doa restu.
"Alhamdulillah Reinhard sangat bahagia karena hari ini Rei sudah resmi punya Papi," ujar Reinhard putra semata wayangnya itu di depan kedua orang tuanya.
"Alhamdulillah yah nak Mami kamu sudah punya suami yang akan menjaga kalian berdua," ucap Ibu Nurmala sembari menghapus air matanya.
"Iya Nurmala, hari ini adalah hari terbahagia yang pernah saya jalani selama hidup saya," timpal Nenek Masitha.
Mbak Marni memeluk tubuh nenek Masitha yang sudah bergetar menahan tangisnya. Mereka turut dalam kebahagiaan atas pernikahan cucu perempuan satu-satunya di dalam keluarga besar mereka.
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..