
Pertemuannya kembali dengan istrinya dan dalam doanya meminta agar Mirah tidak lagi pergi dari sisinya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Setelah melaksanakan shalat sunnah dan menyelesaikan ritual doanya yang begitu panjang.
Yudha berjalan pun kembali berdiri dan melipat perlengkapan shalatnya terlebih dahulu dan memasukkan kembali ke dalam lemari. Ia pun kembali ke atas ranjang dan ikut memejamkan matanya menuju pulau kapuk dan siap untuk tertidur lelap di samping Mirah.
"Makasih banyak sayang, untaian kata-kata mungkin takkan cukup bisa menjelaskan arti penting dirimu bagiku, tapi yang ku tahu pasti dirimu adalah pusat duniaku dan seluruh bagian dari hatiku," batinnya Yudha.
Yudha mengecup dan mencium kening istrinya sebelum memejamkan matanya tangannya yang melingkar di atas tubuh istrinya lalu memeluknya dengan erat.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
Bu Mirah tersenyum bahagia saat melihat guratan kebahagiaan di wajah ke tiga anaknya, ia sangat bersyukur karena ketiga anaknya sudah menemukan masing-masing pendamping hidupnya dan mereka bahagia.
Kebahagiaan ke dua orang tua jika mereka melihat tawa riang bahagia dari anak cucu dan keturunannya.
"Ya Allah… limpahkanlah selalu kebahagiaan untuk anak-anak dan cucuku," batinnya Nyonya Mirah sambil duduk dan membuka sebuah album foto yang mulai usang dimakan waktu.
Flashback on..
Tangis Mirah tidak berhenti hingga Pak penghulu dan Pegawai KUA setempat juga sudah turut hadir di dalam kamar hotel Yudha yang sudah disulap menjadi tempat acara akad nikah walaupun hanya sederhana. Yudha segera menelpon sahabat sekaligus asistennya untuk segera datang dan membawa mas kawin yang diminta oleh pak Ahmad bapak yang pakai kumis sedari tadi.
Serta gaun pengantin untuk Mirah dan pakaian untuk dirinya yang akan mereka pakai pas ijab qobul. Doni segera meluncur dari apartemennya dan mencari apa yang diperintahkan oleh bosnya. Dia segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas mencari toko dan butik yang terbuka hari itu yang baru jam 5 subuh.
__ADS_1
Doni mendatangi satu persatu toko perhiasan langganannya yang masih buka. Doni kaget karena biasanya paling cepat toko itu terbuka jam 9 pagi dan satu-satunya toko yang buka hari itu juga. Setelah menemukan perhiasan yang dibutuhkan sesuai arahan Atasannya.
Doni segera menjalankan kembali mobilnya ke butik Andreas dan butik tersebut pun sudah buka. Doni meminta bantuan kepada pegawai Butik untuk memilih sepasang pakaian yaitu gaun pengantin untuk Mirah dan jas untuk Yudha.
Pegawai Butik memilihkan gaun yang bagus dan mahal tentunya. Doni pun meraih paper bag dari atas meja kasir dan bergegas ke Hotel tempat pelaksanaan acara akad nikah Yudha.
"Mbak Aku harus gimana?" ujarnya Mirah dengan tangisannya semakin kencang saja.
"Yang sabar yah Bu, insya Allah ini jalan yang terbaik untuk ibu dan yakinlah ada hikmah dibalik musibah yang menimpa ibu," timpal Mbak Marni yang membalas pelukan Mirah dan mencoba untuk menenangkannya dan membujuk serta memberikan pengertiannya.
"Tapi untuk kedua kalinya aku menikah tanpa ada orang tuaku yang mendampingiku mbak dan aku tidak menyangka gara-gara perlakuan Adam kepadaku sehingga Aku terjebak dalam pilihan yang sulit," tuturnya Mirah curhatan kepada Mbak Marni yang sedari tadi setia menemaninya.
"Tetaplah bersabar dan jangan suudzon sama Allah Bu dan yakinlah akan ada pelangi setelah hujan, kedua orang tua Mbak pasti Bahagia dengan pernikahan mbak ini," ucapnya Mbak Marni.
"Bagaimana dengan kedua calon mempelai apakah Anda sudah siap untuk Saya Nikahkan?" tanya Pak penghulu.
Pak kumis segera berjalan ke arah Yudha setelah dirinya disenggol oleh bapak yang tubuhnya lebih gendut untuk segera menghampiri Yudha yang terdiam mematung.
"Pak Martin!" Tegurnya Pak Rahman yang langsung menepuk pundak Yudha agar segera tersadar dari lamunannya.
"eh ada apa pak?" tanyanya Yudha yang gagap karena terkejut dengan tepukan Pak Rahman di pundaknya yang tiba-tiba itu.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..