
Suara tembakan itu membuat Mutia dan Rexy terlonjak kaget setengah mati. Mereka tidak menyangka dengan suara tembakan yang tiba-tiba meluncur dari arah belakang mereka.
"Aaaahhhh!!" Teriak Mutia yang ternyata peluru dari orang itu sedikit menggores lengannya.
Rexy dan Mutia terjatuh ke atas lantai dengan posisi tengkurap.
"Mutia!!" Teriak Kemal yang telah datang menyelamatkan mereka dan untungnya peluru penjahat itu tidak bersarang di dalam tubuhnya Mutiara sebelum pria itu berhasil ditembak mati oleh Kemal.
"Aisyah!! Tolong cepat kemari Mutiara terkena tembakan!" Teriak Kemal yang meminta bantuan dengan suaranya yang cukup melengking tinggi.
Aisyah dan yang tersisa segera mendatangi tempat itu. Tinggal beberapa orang saja anak buahnya Noel yang tersisa, mereka terdesak dan lari bersembunyi ke dalam hutan belantara yang ada di belakang rumah itu.
Mereka yang terluka segera dibawa ke penginapan untuk segera diberikan pengobatan. Mereka sudah mempersiapkan beberapa dokter terbaik yang mereka miliki.
Orang-orang segera mengevakuasi beberapa korban yang berjatuhan dari mereka dan pihak Noel serta warga masyarakat yang sama sekali tidak berdosa.
"Kita tidak berhasil menangkap Noel Tuan Besar," terang Aisyah.
"Jangan khawatirkan masalah itu, semua penjuru dan pelosok pulau ini sudah dikepung oleh pihak kepolisian dan warga masyarakat," jawab Tuan Luis.
"Bagaimana dengan kondisi Rexy Dokter? Tanyanya saat dokter telah selesai mengobati dan memeriksa semua luka dalam dan luka luar dari tubuhnya Rexy..
"Tubuh Tuan Muda butuh banyak asupan nutrisi dan beberapa obat tapi kebetulan obat itu kita tidak punya saat ini dan harus dibeli di luar negeri," tutur Dokter.
"Kalau gitu apalagi yang kita tunggu, kita harus segera kembali ke Jakarta, sebelum terlambat," perintah Tuan Luis.
Mereka pun segera bersiap dan mengemas semua barang-barangnya. Anak buahnya yang terluka pun sudah dibawa ke dalam kapal pesiar mereka.
Bahkan yang meninggal dunia sudah dimakamkan dengan layak. Pak Heri segera menghubungi orangnya untuk segera bersiap berangkat ke Ibu Kota yang berada di dalam kapal.
__ADS_1
"Kita serahkan sisanya pada penduduk dan polisi setempat untuk mencari dan memburu Noel," ucap Pak Herdi saat mereka sudah berada di depan Kapal.
Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi ada yang terus mengawasi gerak-gerik mereka. Dan di dalam tangannya sudah siap untuk menarik pelatuknya hanya menunggu waktu yang tepat saja.
Satu persatu naik ke atas kapal dan yang tersisa adalah Tuan Luis. Orang yang sedari mengintai mereka tersenyum licik saat melihat Tuan Luis berada di barisan paling belakang.
Dorrr… Dorrr…
Sebuah suara tembakan membuat mereka semua terkejut dan shock. Rexyl segera berlari ke arah kakeknya saat melihat bayangan seseorang yang siap menarik pelatuknya.
Maxy masih sempat melesakan tembakan tepat ke arah dadanya pria itu. Orang-orang segera menyerang dan menembaki membabi buta ke arah Noel yang ternyata dia lah yang bersembunyi dibalik pohon. Puluhan peluru bersarang di tubuhnya. Maxy dan Tuan Luis jatuh ke dalam air laut.
Mereka segera melompat ke dalam laut untuk menyematkan keduanya. Sebagian polisi segera mengamankan Noel yang sudah tewas terkapar di atas pasir putih dalam kondisi yang sangat mengenaskan.
Mereka berhasil menyelamatkan nyawa Maxy dan Tuan Luis. Untungnya mereka tidak terkena tembakan jadi membuat mereka bisa berenang di dalam laut. Keduanya sudah berada di dalam kamar dan telah mendapatkan perawatan medis.
Mereka bersyukur karena semua penjahat yang selama ini mengacaukan kehidupan keluarga mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya telah meninggal dunia.
Senyuman jelas terpancar dari wajah mereka yang sangat bersyukur karena bisa melewati semuanya dengan baik, Walaupun dengan pengorbanan yang tidak sedikit pula. Mereka segera disambut hangat dan penuh sukacita dari anggota keluarga mereka.
Rexy dan yang terluka segera dilarikan ke RS untuk segera mendapatkan pertolongan yang lebih baik lagi. Nyonya Mirah sangat sedih melihat kondisi dari putra bungsunya itu.
Tetapi dia juga sangat bahagia karena mereka berhasil membawa pulang kemenangan dan menumbangkan semua lawannya hingga tak bersisa. Muti yang hanya mendapatkan luka ringan sudah bisa berkumpul kembali dengan anaknya yang beberapa hari ini dia tinggalkan.
"Mama kangen banget dengan putri cantiknya Mama," ungkap Mutia sambil memangku putrinya itu.
Rexy tersenyum bahagia melihat kedua perempuan terpenting dalam hidupnya berada di sampingnya.
Pasangan suami istri Pak Yudha dan Bu Mira sudah sepakat akan menikahkan keduanya dalam waktu dekat ini. Maxy diam-diam telah melamar Camelia tepat saat Camelia sedang bertugas di Rumah Sakit.
__ADS_1
Apa yang dilakukan oleh maxy mendapatkan lampu hijau dari Camelia. Karena satu info penting yang dia dapatkan dari pihak kepolisian jika suaminya telah meninggal dunia tiga tahun yang lalu.
Dia sangat sedih tapi tidak ingin berlarut-larut dalam kesukaannya. Tuan Yudha selaku Daddy mereka sangat bahagia karena anak-anaknya akhirnya bisa berbahagia dengan pasangan mereka masing-masing.
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Alurnya novel ini maju mundur cantik yah. Semoga mudah dimengerti alurnya..