Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 190


__ADS_3

Mayang pun menutup pintu dengan senyuman di wajahnya karena menurutnya sekarang dia punya kartu as untuk mempermainkan kakak sepupunya itu.


"Aku akan memerasnya jika ia mengingkari janjinya," batinnya Mayang sebelum meninggalkan kamar tersebut.


Sedangkan Yudha mengelus wajahnya yang nampak gusar karena, ternyata Mayang adik sepupunya adalah sahabat baiknya Mirah. Yudha takut jika Mayang memberitahu kepada Neneknya tentang pernikahannya.


Berselang Yudha segera menelpon Mbak Marni untuk mengabarkan kondisi dari istrinya dan meminta tolong untuk menjaga dengan baik putra sulungnya sementara waktu selama Mirah ada di rumah sakit.


Berita bahagia tentang kehamilan Mairah pun tersebar dengan cepatnya. Hngga ke telinga ke dua keluarga besarnya maupun pihak keluarganya Yudha. Kebahagiaan mereka tidak terkira karena sudah lama mereka menginginkan anak cucu penerus keluarga kedua belah pihak.


Sedangkan Yudha yang semakin terdesak oleh Neneknya untuk membawa istrinya ke rumah besar keluarga Muhammad Nathan Lee belum juga mendapatkan titik terang untuk Yudha.


Yudha masih diliputi rasa keraguan dan belum yakin untuk membawa Mairah istrinya ke rumah kedua orang tuanya dan bertemu juga dengan Neneknya atau kah tidak.


"Baguslah kalau ia hamil berarti rencana kita akan segera terealisasi dan ingat Jika waktunya sudah tiba rencanakan dengan sebaik mungkin jangan sampai meninggalkan bukti apa pun itu untuk mengungkapkan siapa dalangnya dan motif dari semua itu," batinnya seseorang.


Waktu terus berlalu hingga kandungan Mirah sudah masuk bulan ke 7, tapi Yudha masih saja main petak umpet dengan Neneknya. Hari ini Mairah berencana untuk ke Ibu Kota untuk menyelesaikan perceraiannya dengan Adam yang sudah tertunda beberapa bulan.


Mairah tidak ingin dicap sebagai perempuan yang masih berstatus istri orang lalu menikah lagi dengan pria lain tanpa adanya keterangan yang jelas yaitu adanya hitam di atas putih. Ia juga berencana akan mengunjungi rumah Nenek Martha yang ada di Ibu kota.


karena mereka sudah berjanji untuk saling silaturahmi dan saling mengunjungi siapa pun yang datang ke kota masing-masing. Mirah tidak memberitahukan Yudha bahwa dirinya akan ke ibu kota karena setiap kali Martin ditelpon pasti tidak diangkat atau pun nomor hpnya Yudha sibuk.


"Ibu hari ini jadi berangkat ke Kota Jakarta?" tanya Mbak Marni.


"Insya Allah Mbak, ini sudah packing barang bawaannya Maxy," jawab Mairah sambil mengemas sebagian barang-barang putranya itu.

__ADS_1


"Mbak Marni gimana sih, Ibu sudah kemas pakaiannya gitu masih ditanya segala lagi" ucap Mbak Wati yang ikut menimpali percakapan mereka.


"Apa ibu sudah menghubungi nomor HP Tuan Yudha?" tanya Mbak Marni lagi.


"Sudah tapi gak diangkat, aku juga sudah kirim pesan chat juga dan semoga dia baca," harap Mirah.


"Sayang yah kita gak diajak mereka," ucap Mbak Wati yang pura-pura sedih.


"Mbak Wati jangan gitu dong, kan Mairah juga ikut sedih," ungkap Mirah yang ikut akting dengan permainan Mbak Wati.


"Iya nih Mbak Wati, maunya dapat gretongan mulu, lagian kalau kita ikut itu sama saja kita ganggu kualiti time mereka loh Mbak," ujarnya Mbak Marni.


Entah kenapa Mirah ke Kota Jakarta hanya berdua saja dengan putranya padahal ke mana-mana selalu bersama dengan du'os Baby sitter nya Maxy. Tapi untuk kesempatan kali ini dia ingin pergi hanya berdua saja.


Mereka sudah hampir 8 bulan tidak bersua dengannya. Ada kerinduan yang dirasakan olehnya Mirah sendiri tidak mengerti. Padahal setahu Mirah status mereka hanya sekedar pemilik dan penyewa rumah kontrakan saja.


Sebelum berangkat Mirah terlebih dahulu juga menghubungi nomor hp Adam untuk bertemu di Pengadilan agama. Adam pun menyetujui permintaan dari Mirah dengan hati yang sudah ikhlas dan legowo.


Adam Smith sangat menyesali perbuatannya tempo hari yang hampir saja melecehkan Mairah yang membuatnya harus mendekam beberapa hari di dalam jeruji besi. Beberapa jam kemudian, pesawat tersebut berhasil lending di Bandara internasional Soekarno Hatta.


"Mommy kita akan ketemu Daddy sama Nenek Martha kan Moms?" tanya Polos Maxy dengan logat dan cara bicaranya yang kadang masih cadel.


"Insya Allah kita akan ketemu mereka setelah urusan Mommy selesai," jawabnya Mirah yang berencana menuntaskan terlebih dahulu pekerjaannya baru berkunjung ke rumah Nenek Martha.


....

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2