Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 78. Perasaan Aneh dan Akrab


__ADS_3

"Kenapa pakai ujung roknya putrinya Ayah, ini sayang pakai tissue," ucap Maxy yang penuh dengan kasih sayang sembari menyodorkan sebuah kotak tissue ke hadapan Ica.


Nalurinya langsung tergerak saat melihat Ica yang menangis. Seakan-akan Ica adalah anak kandungnya sendiri. Perasaannya selalu ingin dekat dengan putri kecil itu, walaupun Ica bukanlah anak kandungnya Camelia, tapi ada perasaan aneh yang membuncah di dalam dadanya jika berdekatan dengan Ica.


Camelia yang melihat hal tersebut, semakin tidak enak hati karena sudah mengganggu dan merepotkan pasien yang seharusnya beristirahat dalam pemulihannya.


"Ica ayo sama Bunda sayang, Tuan Muda baru saja keluar dari rumah sakit, Ica tidak boleh ganggu yah," ujarnya yang berusaha untuk membujuk putrinya itu.


Maxy langsung menepis dengan lembut tangannya Camelia sambil berkata, "Tidak apa-apa kok, malahan aku suka jika Ica ingin duduk di dalam pangkuanku," balasnya sembari tersenyum tipis.


"Ya Allah… kenapa Ica bersikap seperti itu di hadapan Tuan Muda padahal dengan orang lain yang baru dilihatnya pasti akan ketakutan jika ada orang asing yang mendekatinya," batinnya Camelia yang sedikit merasa tidak enak hati dengan sikap manjanya Ica yang tidak seperti biasanya.


Aisyah yang melihat kejadian tersebut tersenyum lalu berkata," Tunggu apa lagi sih Tuan Muda, sekali nikah sudah dapat istri dan anak, sudah paket komplit loh," celetuk Aisyah dari kursi depan.


Camelia wajahnya langsung memerah mendengar perkataan dari Aisyah. Dia tidak ingin besar kepala tetapi kalau selalu mendapatkan perlakuan dan suara-suara seperti itu hatinya bakal luluh juga dalam pesona Maxy.


Berselang beberapa saat, mereka sudah sampai ke kediaman utama keluarga Lee. Kedatangan mereka disambut hangat oleh semua anggota keluarga Lee yang kebetulan hadir di dalam rumah itu.


Nenek Masitha segera menyambut cicit sulungnya, sedangkan Mirah menggendong tubuh Ica. Camelia merasa sangat malu dan terharu dengan perlakuan baik dan spesial dari mereka semua.


"Selamat datang di kediaman Lee yang sederhana ini," ujar Nenek Masitha lalu memeluk tubuh Camelia.


Camelia yang diperlakukan seperti malahan kaget dan dia tidak menyangka kedatangannya akan disambut seperti itu dengan luar biasa.

__ADS_1


"Makasih banyak Nyonya besar," katanya sambil membalas pelukan dari Nenek Masitha.


Nenek Masitha memeluk Camelia dengan hangat. Dia bersyukur dan bahagia karena Axel menemukan gadis yang langka yang tidak seperti kebanyakan gadis lainnya yang hanya mencintai harta saja.


"Aku disambut seperti anggota keluarganya saja, padahal aku hanya perawat sementara dari putra mereka."


Camelia masih tidak habis pikir dengan sikap mereka yang sangat baik terhadapnya. Mereka bahkan lebih terkesan cuek pada Maxy dan menyambut kedatangan Camelia dengan begitu hebohnya.


Mereka sudah mengetahui perasaan dari Maxy terhadap Camelia sehingga mereka memutuskan untuk merestui hubungan mereka dan berusaha agar Camelia segera menerima cinta Maxy.


"Di sini siapa yang sakit, saya atau Camelia?" Tanyanya dengan wajah berpura-pura sedihnya.


Di dalam hatinya Maxy, dia sangat bahagia karena semua keluarganya menerima Camelia dengan tangan terbuka terlepas dari statusnya seorang janda.


Kenyataan yang mereka ketahui tentang Camelia sedikit pun tidak mereka beberkan hingga ke telinganya Maxy. Mereka menginginkan Maxy mencintai Camelia apa adanya dan semua yang ada pada diri Camelia tanpa terkecuali.


"Aku berdoa semoga kalian segera bersatu dan bahagia layaknya sebuah keluarga kecil lainnya," Neneknya membatin.


"Ya Allah… satukanlah mereka dalam ikatan suci pernikahan yang selalu Engkau ridhoi dan berkahi kasih sayang," batinnya Mirah.


Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.


Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.

__ADS_1


Happiness does not come to those who have everything, but happiness will come to those who continue to be grateful for the blessings.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2