Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 85. Kegundahan Mutiara


__ADS_3

Sedangkan di dalam sebuah rumah yang layaknya bagaikan istana saja. Seorang perempuan berlari menuruni tangga sambil melihat ke arah jam tangannya.


Dia terus berlari menuruni undakan tangga dengan tergesa-gesa. Hari ini dia harus terlambat berangkat ke Perusahaan kakeknya, karena semalam keasyikan tertidur pulas. Dia bermimpi bertemu dengan seorang gadis kecil yang selalu tersenyum kepadanya.


"Anton apa kakek sudah berangkat ke Jepang?" Tanyanya sembari menelan dengan terburu-buru makanannya.


"Tuan Besar sudah berangkat Nona Muda, mungkin beliau masih berada di Bandara," jawabnya dengan tetap berdiri di posisinya seperti semula setelah menuangkan susu ke dalam gelas tuannya.


"Ohh gitu, agendaku hari ini apa?" Tanyanya lagi.


"Jam 8 pagi pertemuan dengan Pak Kimoto dari Jepang dan jam 12 dengan Tuan Muda Alvin di Restoran XX, kakek berharap sama Nona untuk menghadirinya," terangnya.


Dia segera menyelesaikan makannya lalu menarik tasnya yang tersimpan di kursi yang ada di dekatnya. Dia kembali berlari karena waktu yang tersisa hanya setengah jam saja dari jadwal yang sudah ditentukan oleh rekan bisnisnya.


Mobilnya meluncur ke arah jalan raya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak ingin mendapatkan ceramah gratis dari kakeknya.


"Semoga saja tidak ada kemacetan di jalan raya, jadi aku bisa secepatnya sampai," kakinya kembali menginjak pedal gasnya untuk menambah kecepatan mobilnya.


Beberapa menit kemudian, dia sudah sampai di depan Loby Perusahaanmu. Dia tidak memarkirkan mobilnya dengan baik, hanya melempar kunci mobilnya ke arah Security yang selalu berjaga di depan pintu masuk. Security itu sigap menangkap lemparan kunci itu.


Dia hanya tersenyum sekilas kearah Security-nya lalu kembali berlari ke arah lift khusus untuk mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Di wajahnya nampak sudah kekhawatiran,"semoga saja saya tidak terlambat lagi,kalau tidak pasti Kakek akan segera menelponku."


Nafasnya ngos-ngosan saking lelahnya berlarian hingga ke dalam ruangan meeting. Semua orang yang berada di dalam ruangan itu tidak ada yang berani berkomentar, walaupun ada beberapa orang yang dalam hatinya mendumel kesal dan jengah melihat tingkah laku cucu tunggal pemilik Perusahaan tersebut.


Tiga jam sudah berlalu, meeting mereka pun sudah mendapatkan kesepakatan perjanjian bersama.


"Alhamdulillah sudah selesai juga, sekarang baru jam sebelas, masih ada waktu untuk bersantai di jalan," ujarnya saat melihat jamnya.


Hari ini dia ada janji untuk bertemu dengan pria yang dijodohkan dengannya. Dia sebenarnya ingin menolak dan enggan untuk bertemu dengan pria itu, tetapi kakeknya memaksanya untuk melaksanakan keinginannya.


"Mungkin jalan-jalan dulu kali yah, masih ada waktu juga," ungkapnya.


Dia melempar tasnya dengan asal ke atas jok mobilnya. Dia menyalakan mesin mobilnya dengan santai tidak seperti awal kedatangannya tadi yang sudah meniru kecepatan mobil pembalap saja.


Dia menurunkan kecepatan mobilnya saat melihat ada beberapa rombongan anak-anak TK yang menyebrang jalan.


"Mungkin putriku sudah sebesar mereka, ya Allah kemana lagi aku harus mencari keberadaan putriku, aku sangat merindukan kehadirannya," cicitnya Mutiara.


Air matanya perlahan menetes membasahi wajahnya. Dia tidak memikirkan lagi tentang kakeknya yang paling penting adalah bisa bertemu dan memeluk tubuh putrinya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2