
Masih Flashback On...
Baginya apa yang dia peroleh selama ini adalah adanya campur tangan dari orang yang tulus mendoakan serta memberikan motivasi kepadanya untuk melewati berbagai ujian dan cobaannya. Begitulah rezki melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu nanti kita akan lebih lelah tanpa hasil.
Keluarkanlah sedekah, nanti rezky akan datang menghampiri tepat waktu. That's how sustenance goes well, don't chase too fast, insist on hunting later we will be more tired without success. Take out alms, later rezky will come to you on time.
Semua hanya tentang waktu, tunggulah dan tetap doakan, jangan berubah atau menyerah.
I Swear i'll love you in a different way..
Aku bersumpah akan mencintaimu dengan cara yang berbeda..
Nyonya Mirah menarik kursi yang berada tidak jauh dari posisi ranjang bangkar suaminya. Ia pun duduk di kursi itu.
Mirah memegang ke dua tangan suaminya dan tak segan untuk meneteskan air matanya yang membasahi tangan kekar suaminya.
"Mas maafkan Mirah, ini semua gara-gara istri kesayangannya wanita pujaan hatinya itu sehingga Mas seperti ini, maafkan saya Mas, aku berjanji tidak akan pergi jauh lagi dari sisi kalian," ujarnya Mirah sembari menciumi punggung tangan kekar dan besar milik Yuda yang terpasang selang infus.
Jam sudah menunjuk ke pukul 2, Karena kelelahan dan juga sudah mengantuk tanpa terasa Mirah tertidur nyenyak di samping Yudha, sedangkan tangannya masih setia menggenggam tangannya suaminya.
Jam di dinding berdetak dengan bunyinya yang nyaring di tengah keheningan malam itu. Mirah yang sudah tertidur pulas tidak mengetahui pergerakan dari seseorang yang berada di hadapannya sedari tadi.
Reza membuka matanya dan yang pertama kali dia lihat adalah istrinya tercinta, Mirah yang ketiduran sambil duduk di sampingnya. Senyuman itu tercetak nyata di wajahnya.
"Makasih banyak ya Allah Engkau memberiku kesempatan dan waktu untuk bertemu kembali dengan istriku lagi, walaupun dalam keadaan yang tidak baik saja," batinnya Yudha.
Yudha memutuskan untuk memanggil salah satu Perawat yang berjaga untuk membantunya memeriksanya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mencabut selang infusnya. Tidak lama kemudian, Suster pun datang.
__ADS_1
Perawat yang berjumlah dua orang itu masuklah ke dalam kamar Reza langsung memberikan aba-aba agar tidak menimbulkan suara yang bisa membuat istrinya terbangun. Suster tersebut pun mengerti dengan maksud dari Martin.
"Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya Suster dengan suara yang dipelankan sesuai permintaan dari Reza dengan menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya.
"Tolong periksa kondisiku soalnya saya rasa kondisiku sudah membaik dan juga cairan di dalam infus itu sudah habis, bagaimana kalau Suster melepasnya saja," pinta Yudha dengan tatapan teduhnya.
Suster segera bertindak sesuai dengan permintaan dari Yudha karena mereka tidak ingin pasien menunggu lama.
"Karena ini permintaan dari Tuan sendiri, Kami akan melepasnya, dan Saya harap nanti Dokternya datang Tuan sendiri yang berbicara langsung kepada-nya," tutur Suster itu lalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Yudha sendiri.
"Itu menjadi tanggung jawab Saya suster, Anda kerjakan saja sesuai yang Saya inginkan selebihnya tidak usah khawatir dengan yang lainnya termasuk prosedur di RS ini," jawab Yudha dengan tegas.
Suster itu pun tersenyum dan hanya butuh waktu singkat selang infus itu sudah berada di dalam tong sampah di dalam kamar VIP itu.
"Makasih banyak Suster, dan ini ada sedikit sebagai ucapan Makasih saya sudah dibantuin," ujarnya Yudha lalu menyodorkan beberapa lembar uang , Dubai ke tangan suster itu.
Suster itu terlebih dahulu saling berpandangan dan kemudian itu menolak pemberian dari Yudha karena beralasan bahwa itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai Perawat.
"Kalian tidak perlu sungkan, tidak apa-apa anggap saja Anda lagi mendapatkan bonus karena kebaikan Anda dan saya bersyukur dan bahagia jika Anda menerima pemberian ku," ucap Martin yang berusaha untuk meyakinkan Suster tersebut.
Dengan berat hati perawat itu pun mengambil uang tersebut dan karena pekerjaannya sudah selesai, Ia pun pamit dan meninggalkan Yudha bersama Mirah.
Yudha tersenyum lega karena perawat itu memenuhi permintaannya, segera berjalan ke arah pintu untuk menguncinya rapat-rapat kamar perawatannya dan mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjangnya.
Sekarang Mirah pun sudah berbaring di atas ranjangnya. Kemudian Yudha pun menyusul naik ke atas ranjang dan ikut berbaring di samping istrinya dan tidak lupa menyelimuti tubuh mereka.
"Lima tahun kita tidak bertemu, wajahmu semakin cantik dan kembali membuatku jatuh cinta hingga berulang kali." gumamnya Yudha dengan seulas senyumannya.
__ADS_1
Yudha berinisiatif untuk membalik posisinya sehingga sudah berhadapan dengan Miirah yang sama sekali tidak terusik dengan apa yang dilakukan olehnya sedari tadi.
Yudha mulai keningnya Mirah, perlahan ke bawah hingga ke hidung mancung nan bangir milik mirah dan berhenti sejenak di depan bibirnya istrinya itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..