
Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar. Tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati. Suatu saat kau akan bisa mengerti, mengapa mawar yang indah itu harus berduri. Ketika saat ini kau selalu mengeluh sakit saat berusaha memetik dan menggenggam mawar karena durinya yang menusukmu.
Mereka berpelukan saling menyalurkan rasa rindu dan kesedihan serta kebahagiaan karena mereka masih bisa dipertemukan kembali setelah sekian lama terpisah. Ketulusan cinta dan kasih sayang tidak dapat dilihat atau didengar. Tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati.
Suatu saat kau akan mengerti mengapa hidup harus kau jalani dengan tertawa dan menangis. Kasih sayang merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia. Karena kasih sayang wajib disebabkan dan di luas kan.
Nyonya Masitha dan Ibu Nur saling berbagi suka dan duka. Mereka sama-sama mengeluarkan unek-unek yang ada di pikiran mereka. Nur pun memutuskan untuk berterus terang di hadapan Bu Masitha. Beliau yang mendengar kejujuran dari Nur membuatnya sangat terpukul.
"Ya Allah selama ini dia menyimpan begitu banyak duka dan sungguh miris mendengar perkataannya, aku dan yang lainnya selama ini telah salah duga dan mengira, jika dia dengan sadar dan kemauannya sendiri untuk kabur dan tidak ingin bersaksi," batinnya.
Setelah masakannya matang semua, mereka berbincang-bincang santai sedangkan yang lainnya masih bergelung di dalam selimut tebalnya. Nur dan Bu Masitha duduk berhadapan. Nenek Masitha bersedih dan prihatin dengan kehidupan yang dijalani oleh Nur selama ini.
"Apa sebenarnya yang menyebabkan Abang Nawir sehingga dengan begitu teganya melakukan semua itu? Aku sangat tidak menyangka Nur," ucapnya dengan raut wajahnya yang kebingungan.
Nur memegang tangan yang mulai keriput itu dengan penuh kelembutan. Ia menatap ke dalam ke dua bola matanya sebelum membuka mulutnya untuk berbicara.
"Saya akan menjelaskan semuanya," cicitnya Nur dengan penuh keyakinan.
Bu Masitha membalas menatap ke arah mata Nur dengan penuh keyakinan. Ibu Nur sudah bertekad akan jujur saat itu juga.
"Maksudnya, apa kamu tahu kenapa Abang Nawir yang selama ini baik dan berubah menjadi manusia yang tidak berhati itu," ujarnya dengan menggenggam erat tangan Nur.
"Iya, apa yang mendasari dan pokok permasalahan sehingga Abang Nawir bersikap seperti itu, saya tahu semuanya Mbak," terangnya Nur.
Nur pun mulai bercerita hingga tidak ada yang ditutupinya. Tanpa ada lagi yang ditutupinya sedikit pun.
__ADS_1
"Abang Nur bertindak dan berkelakuan seperti itu, karena Dia cemburu dengan Mas Anwar dikarenakan berhasil menikahi Mbak, sebenarnya Abang itu mencintai Mbak jauh hari sebelum Mbak mengenal mas Anwar," ungkapnya yang membuat raut wajahnya Masitah drastis berubah.
Ibu Masitha menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang barusan di dengarnya. Kenyataan yang membuat suaminya yang paling dicintainya harus menjalani sisa hidupnya di dalam rumah tahanan.
Nur sangat mengerti dengan keterkejutan yang dirasakan oleh Nyonya Masitha.
"Seperti itulah kenyataannya Mbak, Aku pun awalnya sangat tidak percaya saat aku mendengar bapak dan ibu menasehati Abang agar segera Berubah, tapi bukannya berubah malahan semakin menjadi saja," tuturnya yang sesekali
"Ya Allah Aku sekalipun tidak pernah mengetahui hal itu, karena cinta yang bertepuk sebelah tangan membuat mata hati dan batinnya tertutupi oleh kecemburuan," timpalnya Bu Masitha.
"Iya Mbak, apa lagi di saat Perusahaan dan pabrik yang kalian dirikan berhasil dan sukses membuatnya semakin lupa diri dengan kedengkiannya," sahutnya Nur lagi.
Du dalam dapur itu sesekali terdengar suara wajan yang beradu dengan spatula miliknya Bu Nur. Makanan yang dimasak oleh Nur menjadi saksi sesi curhatan mereka. Ada capcay, ikan goreng gurame, sambal terasi, tahu dan tempe goreng kesukaan Ali sudah tertata rapi di dalam piring.
"Sepicik dan sesempit itu kah hatinya Abangmu Nur, tapi Aku tidak heran dengan semua itu, aku hanya sering bertanya siapa orang yang menyelamatkan dirinya waktu itu? dengan keheranan karena hingga detik ini jasadnya tidak ditemukan apa jangan-jangan dia masih hidup yah Nur?' jelas Bu Masitah.
"Hanya satu orang yang berani dan mau membantunya melancarkan semua rencana jahatnya, dia adalah kekasihnya yang bekerja di penginapan Butterfly hingga sekarang menjadi istrinya," jawab Bu Nur dengan penuh keyakinan karena dia sendiri sudah pernah hidup seatap dengan mereka berdua.
"Kalau begitu mau kah kamu membantuku untuk segera bersaksi di hadapan pengadilan dan kepolisian untuk memulihkan dan memperbaiki reputasi Mas Anwar?" Harapnya yang memegang tangan Nurmala dengan penuh harap.
Ibu Nur hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan bersedia untuk membantunya. Dia tidak ingin terus hidup dalam ketakutan.
......................
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
__ADS_1
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...