Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 64. Syarat Terpenuhi


__ADS_3

Richard berjalan memenuhi permintaan dari Raisa untuk memenuhi salah satu persyaratan yang diajukan oleh Raisa agar mereka melangkah ke jenjang pernikahan yang sudah ditunggu-tunggu oleh Richard Meiyer.


"Abang akan buktikan apa pun itu yang penting kamu yakin cintaku besar dan tulus hanya untukmu seorang gadis kecilku," janjiku padamu.


Richard mulai berjalan ke arah luar Mall, tapi langkahnya kembali terhenti saat suara lembut khas Raisa mampu menghentikan apa yang dilakukannya.


Richard menolehkan kepalanya ke arah Raisa lalu berkata," ada apa sayang?" Tanyanya dengan senyum tipisnya.


Raisa yang dipanggil dengan sebutan sayang wajahnya langsung bersemu merah hingga salah tingkah. Ia grogi dipanggil seperti itu dan menutupi rasa groginya dengan mengatur beberapa anak rambutnya yang menjuntai menghalangi pandangannya.


"Abang itu loh yang…," tunjuk Raisa ke arah kakinya Richard.


Richard mengarahkan pandangannya ke arah sesuai dengan yang ditunjuk oleh Raisa.


"Ada apa dengan kakinya Abang?" Tanyanya Richard yang keheranan dengan maksud dari perkataan calon istrinya itu.


Raisa tersenyum simpul ke arah Richard sebelum menjawab pertanyaan dari Richard yang bernada keheranan itu.


"Abang tidak boleh memakai alas kaki, Abang harus bertelanjang kaki hingga ke rumahnya Raisa Abang," pungkas Raisa.


"Maksudnya sepatunya Abang dilepas gitu?" tanyanya lagi Richard yang semakin tidak percaya dengan permintaan dari Raisa.


Raisa secepatnya menganggukkan kepalanya ke hadapan Richard. Dia segera membuka sepatunya beserta kaos kakinya.

__ADS_1


Raisa melirik ke arah kemal yang bersembunyi di balik pohon. Pohon yang kebetulan tumbuh berjejer di pinggir sekitar jalan yang dilaluinya mereka bertiga.


"Semakin lama dia semakin mirip dengan Big Bos saja sifatnya," cicitnya sambil menatap sepintas lalu ke arah Raisa.


"Pak Kemal!! apa aku suruh Anda berbicara atau aku memerintahkan bapak untuk mengambil sepatunya Bos Kamu?" Tanyanya Delisha dengan menatap jengah ke arah Kemal.


"Ya elah… apa dia bisa membaca kata hatiku? Sampai dia tahu dengan apa yang tadi aku katakan!" Batinnya Kemal.


Kemal segera menjalankan apa yang diperintahkan oleh Raisa. Richard hanya tersenyum menimpali pembicaraan mereka berdua.


"Abang yuk lanjut jalannya sudah hampir jam 12 malam loh," ujarnya sembari melihat ke arah jam tangannya yang melingkar cantik di pergelangan tangannya lalu berjalan lebih duluan.


Semua tes yang diberikan oleh Delisha untuknya sudah biasa dia lakukan selama ini. Baginya hal sangat mudah. Tapi, tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa kemampuan Abi melebihi dari yang Delisha ketahui.


Mereka berjalan santai saja. Hal ini malahan disukai oleh Abimanyu karena baginya bisa berduaan walaupun ada Nathan yang berjalan tidak jauh dari mereka.


"Abang apa sudah terbiasa berjalan seperti ini tanpa memakai alas kaki?" Tanyanya dengan sesekali menendang benda-benda yang kebetulan ada di jalan.


Richard menatapnya sekilas sebelum menjawab pertanyaan dari Raisa, "Kalau masalah jalan kaki seperti ini Abang sudah terbiasa kok, sejak Abang kecil hingga umur 12 tahun baru Abang tidak melakukan hal ini."


Raisa menatap ke arah calon suaminya dengan wajah penasarannya.


"Maksudnya Abang?" Cicitnya Raisa yang menatap penuh tanda tanya ke arah Richard.

__ADS_1


"Kedua orang tua Abang hanyalah dari keluarga miskin bahkan untuk makan dalam sehari saja kadang kami puasa untuk menghemat biaya," jawabnya dengan santai.


Raisa terdiam menyimak dari perkataan Richard dengan sesekali melompat kecil seperti anak kecil saja yang bermain di jalan raya.


"Tapi suatu hari Papa ke Ibu Kota meninggalkan kami di desa, setelah beberapa tahun lamanya Papa kembali mencari kami, memutuskan untuk meninggalkan desa dan menetap di ibu kota, mulai dari situlah kehidupan keluarga Abang perlahan berubah berkat kegigihan dan kerja keras dari Papa hingga seperti sekarang ini," jelasnya panjang lebar.


"Pantesan dia tidak masalah dengan tes yang aku berikan, haaa gagal lagi kalau gini jadinya, " gumamnya Raisa.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...

__ADS_1


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….


__ADS_2