Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 87. Pertemuan Dua Sejoli


__ADS_3

Dua orang itu menoleh ke belakang tepatnya ke arahnya yang sedang berdiri.


Rexy tersenyum melihat Ica yang baik-baik saja tapi senyumannya luntur seketika saat melihat siapa yang bersama dengan Ica. Perempuan itu pun sama terkejutnya dengan yang dirasakan oleh Rexy.


Mereka sama-sama berdiri saling menatap dan tak berkedip. Ica yang menyadari kedatangan Rexy tersenyum kegirangan.


Wajahnya sumringah bahagia saat melihat Ica aman saja. Hatinya diliputi rasa gelisah jika dalam sehari saja tidak mendengar kabar atau pun coletehan anak kecil itu. Rexy semakin melangkahkan kakinya menuju kursi panjang, dimana Ica dengan seorang perempuan berada.


Dia pun berteriak agar Ica menyadari kedatangannya, " Ica!!"


Dua orang yang kebetulan berada di tempat itu menoleh ke belakang tepatnya ke arah Pria yang sedang berdiri mematung. Dia tersenyum melihat Ica yang baik-baik saja, tapi senyumannya luntur seketika saat melihat siapa yang bersama dengan Ica. Perempuan itu pun sama terkejutnya dengan yang dirasakan oleh Rexy.


"Aku yakin aku sekarang salah lihat, dia pasti bukan perempuan itu," gumam Rexy.


Mereka sama-sama berdiri saling menatap dan tak berkedip. Ica yang menyadari kedatangan Rexy tersenyum kegirangan. Dia pun berlari ke arah Rexy yang masih setia berdiri di tempatnya.


"Apa dia Abang Rexy? Apa mungkin aku yang salah lihat karena akhir ini selalu memikirkannya," Mutiara membatin.


Mereka terdiam dan hanya kilatan dari ke dua bola matanya yang menandakan ada pergolakan batin di dalam sana.


"Uncle ganteng!!!" Teriak Ica yang langsung berlari ke arah Rexy lalu memeluk tubuh pria tampan itu.


Rexy langsung menggendong tubuh kecilnya Ica tanpa mengalihkan pandangannya dari Mutia. Dia tidak bisa menampik yang terjadi di dalam hatinya, jika dia selalu merindukan senyuman manis dari perempuan yang terdiam sedari tadi.


"Ya Allah… kenapa kami harus bertemu kembali, ini pertemuanku yang kedua kalinya saat kami berpisah empat tahun lebih." Gumam Mutia.


POV Mutiara...

__ADS_1


Dia marah, rindu dan bahagia yang bercampur satu dalam waktu yang bersamaan. Dia tidak menyangka jika anak kecil yang sudah menarik perhatian dan sudah mulai menyayangi anak itu ternyata adalah keponakan dari pria yang telah dengan sengaja merenggut kehormatannya hanya untuk balas dendam.


Aku kembali bertemu dengan pria yang sudah menanam benih di dalam rahimku. Dia pria yang pertama mampu meruntuhkan egoku dan keangkuhanku, dia ada Pria yang mampu membuatku berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi tapi, dia juga pria yang berhasil membuatku hancur dan kecewa.


Aku sangat mencintainya hingga detik ini, bayangannya selalu menari-nari di pelupuk mataku. Hanya dia Pria yang ada di dalam hatiku. Hanya dia seorang yang mampu membuatku menjadi manusia yang berarti untuk orang lain.


Sedikit pun hati ini tidak pernah bisa membencinya. Bahkan karena dia lah Liora yang jahat sudah tidak ada lagi. Aku akui awalnya aku sangat marah saat dia berhasil mengambil kesucianku dan meninggalkan aku. Tetapi, aku sadari jika dia melakukan hal itu karena amarahnya yang disebabkan oleh kesalahanku sendiri.


Setiap saat aku selalu merindukan kehadirannya, dan selalu berdo'a agar Tuhan mempertemukan kami kembali. Dan hari ini terjawab sudah, kami tanpa sengaja dan direncanakan berjumpa kembali.


Rexy segera menggendong Ica yang sedari tadi tidak berhenti untuk mengoceh, tapi perhatiannya masih tertuju pada sosok perempuan yang selalu hadir dalam mimpinya. Yang selalu menghantui dan membayangi kehidupannya beberapa bulan terakhir ini.


Tanpa terduga Mutia berlari ke arah Rexy, lalu ia tanpa aba-aba memeluk tubuh tinggi tegap itu. Rexy dan Ica terkejut melihat apa yang terjadi. Mutiara mengeratkan pelukannya ke tubuh pria yang sedari dahulu sangat dia cintai, dengan deraian air matanya yang menetes membasahi pipinya.


Hatinya menghangat seketika saat pelukan itu melingkar di tubuhnya. Dia tidak menolak sedikit pun pelukan itu, tetapi dia kembali teringat saat kesedihan dan duka yang mendalam yang dirasakan oleh keluarga besarnya gara-gara ulah dari kakek perempuan yang sudah menyita dan mengusik ketenangan hidupnya.


"Maaf sekali lagi aku harus katakan padamu, kamu itu salah orang, aku bukan pria yang kamu cari," jawabnya dengan ketus tapi hatinya sebenarnya gembira sangat bahagia karena bisa melihat wanita yang diam-diam dia cintai itu.


Rexy sangat tidak ingin melepaskan pelukannya tetapi dia tidak mungkin egois dan melupakan semua cobaan yang menimpa keluarganya hanya karena perbuatan kotor dari kakeknya Mutiara.


"Maaf tolong lepaskan pegangan tangannya, kita tidak ada hubungan apapun lagi," geram Rexy dengan wajahnya yang dibuat jengkel.


"Abang, aku sangat merindukan dirimu," lirihnya Mutiara.


Rexy menghempaskan pegangan tangannya Mutiara dengan sedikit kasar. Dia tidak ingin apa yang terjadi saat ini menjadi tontonan ataupun konsumsi publik. Dia tidak memperdulikan tangisan Mutiara sedikit pun. Hingga langkahnya terhenti karena perkataan dari Mutiara.


"Abang, kita punya anak!!" Pekik Mutiara dengan wajahnya yang sudah sembab memerah dalam tangisannya.

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:



Pesona Perawan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all....

__ADS_1


__ADS_2