
Masih Flashback On..
"Iya Mbak, saya akan melakukan apa itu agar suami Mbak bisa dibebaskan dari tuduhan kejahatan yang tidak dia lakukan, Saya akan membuka semua kejahatan Nawir, ada beberapa bukti kejahatannya yang saya bawa dan Alhamdulillah tidak berhasil direbut oleh Abang," jelasnya Bu Nur yang mengingat akan hal itu.
"Makasih banyak dek, Mbak sangat bahagia mendengarnya, beban berat yang berpuluh-puluh tahun saya pikul perlahan runtuh dalam sekejap mata," pungkasnya Nyonya Masitha lalu menggenggam tangan Nur dengan deraian air matanya.
Nur memeluk tubuh tua Mbaknya yang sudah bergetar hebat dalam tangisannya.
"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah Engkau telah mendengar doa-doaku dan hari Engkau mengabulkannya," batinnya Bu Masitha.
Mayang yang menyaksikannya pun ikutan hanyut dalam kesedihan mereka.
"Alhamdulillah, Nenek sudah bisa tersenyum bahagia lagi, semoga semuanya berjalan lancar sesuai yang kami harapkan," Mayang membatin melihat apa yang mereka sedang lakukan.
Mayang berjalan mendekati mereka, langsung memeluk tubuh Neneknya.
"Alhamdulillah ya Nek, sudah ada harapan untuk memperbaiki semua kesalah pahaman yang selama bertahun-tahun Kita jalanin, Mayang berharap Tuan Besar Mark bisa menerima kenyataan ini," ujarnya Mayang dengan senyum bahagianya.
Neneknya menganggukkan kepalanya yang membenarkan perkataan Mayang yang sama sekali sesuai dengan kenyataannya.
"Nenek bagaimana kalau kita segera memberitahukan Mas Yudha dan Mbak Mirah tentang bukti yang kita dapatkan? Agar mereka bisa direstui secepatnya," sarannya Mayang.
"Apa yang dikatakan Mbak Mayang benar adanya Mbak, jangan menunda lagi, kasihan mereka jika harus membina hubungan rumah tangga, tapi ada pihak dari keluarga yang tidak ikhlas merestui hubungan mereka," timpal Bu Nur.
"Apa yang mereka katakan betul juga, Aku ingin melihat cucu dan cucu ku bahagia tanpa ada tekanan ataupun hidup tanpa adanya restu dari kakeknya lagi," Bu Masitha membatin.
"Kalau Mbak Mirah dan Mas Yudha dapat restu berarti aku akan segera melangsungkan pernikahan ku juga dong," gurau Mayang dengan raut wajahnya yang berubah berseri-seri.
Dengan senyuman manis Mayang ersenyum manis dalam keadaan yang masih berdiri. Neneknya langsung mengetuk pelan lengan kirinya Maya dengan menggunakan sendok makan.
__ADS_1
"Aaaahhhh!!," Nenek sakit." keluh Mayang padahal sedikitpun tidak ada rasa sakit yang dia alami.
"Kamu lebay yah, baru pukulan segitu sudah merasakan sakit," sarkas Nyonya Masitha.
"Bukan lebay Nek, tapi terlalu bahagia karena tidak lama lagi akan menikah dengan Dion," timpal Bryan dari balik pintu yang berjalan beriringan dengan Dion di sampingnya.
"Gak apa-apa kok, yang penting Pernikahanku sudah jelas di depan mata, dari pada Kamu yang gak jelas hubungan percintaan Kamu, ingat umur semakin tua Bang, emangnya Kamu suka hidup kesepian dan kedinginan terus setiap malamnya?" Sanggah Dion.
Bryan menatap tajam ke arah Dion yang berniat ingin membuka kisah percintaan Bryan yang tidak jelas itu. Sedangkan yang ditatap hanya membalasnya dengan tatapan jengahnya dan tersenyum licik.
"Iya Nak Bryan kalau Kamu sudah punya gadis yang Kamu suka beritahu Nenek, biar Nenek melamar anak gadis itu?" Tanyanya yang menatap ke Bryan Regan Adams.
"Gimana caranya mau melamar kalau pujaan hatinya akan menikah dengan pria lain," timpal Mayang.
Mereka semua yang ada di sana tatapannya tertuju pada sosok tinggi tegap dengan mata yang sedikit coklat kehitaman dengan rahang bawah tegas dan Kokoh serta hidung mancung yang membuat dirinya terlihat begitu sempurna.
"Sudah jangan bahas itu lagi, perutku sudah keroncong minta diisi nih," tuturnya lalu tangannya menarik piring lalu membaliknya itu.
Tawa mereka membahana ke segala penjuru ruangan dapur mewah itu. Hingga mengusik tidurnya Alif di pagi itu. Perhatian mereka tertuju pada Alif.
"Ingat jangan ada yang bercakap-cakap jika pangeran kecil kita ada di sini," jelas Dion sebelum kedatangan Alif ke meja makan.
Mereka pun menikmati sarapannya dalam kebisuan hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang mengisi suasana makan mereka di pagi itu.
Kebersamaan itu akan terasa bermakna jika yang ada di dalamnya bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya.
Sebesar apa pun kemelut dalam hidup kalian, tapi usahakan lah untuk berbicara dari hati ke hati dan saling mengingatkan dalam kebaikan serta saling menghargai dan menghormati semua anggota keluarga.
......................
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..
Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...
__ADS_1