Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 107.


__ADS_3

"Apa Abang akan menyukai jika aku berpakaian seperti ini? Kalau Abang tidak suka pasti aku kecewa," tuturnya yang hanya mondar mandir di depan pintu saj dengan raut wajah yang tidak yakin dengan pilihan dan keputusasaan sendiri.


Richard yang sudah cukup Lama menunggu sesekali menatap ke pintu yang kapan akan terbuka,"apa Raisa baik-baik saja,kok dia lama sekali di dalam? Apa mungkin perempuan butuh waktu yang sangat lama jika membersihkan seluruh tubuhnya." Richard membatin sambil menggelengkan kepalanya serta tersenyum menanggapi sikap tidak biasa dan aneh menurutnya.


Beberapa saat kemudian, Richardi yang sedang serius membaca artikel lewat hpnya tidak menyadari jika, Raisa sudah keluar dari kamar ganti pakaian. Dia yang melihat suaminya sibuk langsung kecewa.


"Itu kan apa aku bilang pasti Abang tidak menyukai apa yang dipakai," Raisa mulai ngomel karena apa yang dipikirkannya tadi jadi kenyataan.


Padahal dia sudah membayangkan kebahagiaan dari suaminya jika melihat keadaannya yang sangat seksi dan cantik. Tetapi, Richardi sama sekali tidak mengetahui kedatangannya dan terlalu serius membaca apa yang barusan ditemukannya lewat Mbah Google. Dia sesekali tersenyum saat mendapatkan tulisan yang menurutnya lucu.


"Yah kalau seperti ini sih, tidak perlu ada teori, kalau di dekatnya semuanya akan berjalan tidak sesuai dengan logika dan teori yang dipelajari sebelumnya,"gumam Richard.


Raisa sudah kesal dan mendumel melihat suaminya yang tidak merespon kedatangannya, "iiih Abang kenapa sih perhatiannya lebih tertuju pada hpnya padahal aku lebih cantik dan seksi dari hpnya," cicitnya yang sudah menampilkan wajah jenuhnya.


Raisa berbalik dan berniat untuk kembali ke dalam kamar ganti dan ingin mengganti pakaiannya tapi baru saja ingin bergerak, Abi langsung menariknya kedalam pelukannya.


"Kamu mau kemana sayang? Aku sudah lama menunggu kamu loh hingga Aku jamuran," terangnya yang disertai dengan candaan yang sesekali mengendus aroma parfum sabun dari ceruk lehernya Raisa.


"Abang kan lebih suka dengan hpnya dari pada Adek, jadi Adek berniat untuk kembali ke dalam kamar ganti untuk mengganti pakaianku ini, jelek kan jadi Abang tidak mau melirikku sedikit pun?," balasnya dengan wajahnya yang cemberut sambil ditekuk.


"Lah, kenapa emang pakaiannya mau diganti sayang? Abang sangat menyukai Adek yang berpenampilan seperti ini, sangat menggoda dan membuat adik Abang berdiri tegak," pungkas Richard ditelinganya Raisa yang membuat bulu kuduknya meremang kegelian.


Raisa kemudian membalik tubuhnya lalu berhadapan dengan Richard, " apa yang Abang bilang itu serius atau hanya sekedar ingin membuatku tidak sedih dan kecewa saja?" Tanyanya dengan mengalungkan tangannya ke leher Pria yang sudah mulai dia sayangi.

__ADS_1


"Tentu saja sayang, Abang sangat menyukai penampilanmu hari ini walaupun setiap hari Abang tetap suka tapi untuk saat ini kamu sangat cantik dan seksi," timpal Richard yang memuja memuji Istrinya yang menoel hidung mancungnya Raisya.


Raisa yang diperlakukan seperti itu sangat bahagia dan bersyukur karena apa yang dilakukannya untuk menyenangkan hati suaminya berhasil. Di dalam hatinya bersorak gembira dan bersemangat untuk memenuhi semua tugasnya dengan sebaiknya sebagai seorang istri yang sholeha.


"Apa kamu sudah siap?"tanyanya lagi yang ingin mengetahui kesediaan dan persiapan istrinya yang tangannya sudah mulai membuka perlahan pita dan tali pengikat lingerienya Raisa.


Raisa hanya menganggukkan kepalanya dan wajahnya langsung memerah seketika karena malu dengan perkataannya Richard. Dia tidak menyangka jika malam pertama mereka seperti ini. Abi segera menggendong tubuh seksinya Raisa.


Dimatanya Raisa adalah sosok wanita yang sangat sempurna dan berniat dengan tulus untuk melayaninya dengan sepenuh hati. Richard membaringkan tubuhnya Raisa ke atas tempat tidur dengan sangat hati-hati.


"Abang akan lakukan dengan pelan kalau sakit kamu teriak saja, atau tarik ujung sprei jangan mencakar tubuhnya Abang seperti yang kamu lakukan dulu," ujarnya yang melupakan jika hal itu bisa membuat istrinya teringat kembali dengan masa lalunya yang kelam tapi membawa hikmah dan kebahagiaan saat ini.


Raisa tiba-tiba bereaksi terdiam sesaat ketika mendengar perkataan dari mulut suaminya. Dia berusaha untuk menekan dan melawan rasa trauma yang tiba-tiba muncul dalam benaknya.


Raisa terdiam membisu bagaikan patung tapi keringatnya bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Abi yang baru saja menyadari bahwa perbuatannya mengingatkan Raisa pada masa lalu mereka.


"Adek!! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Richardi yang sudah cemas dan khawatir melihat kondisi dari Raisa yang hanya terdiam mematung sedangkan tubuhnya dipenuhi dengan keringat.


Richard sudah mulai ketakutan dan kebingungan melihat kondisi istrinya yang kemungkinannya penyakit lamanya yaitu traumanya kambuh lagi. Padahal Richard sama sekali tidak berniat untuk melakukan dan mengingatkan Raisa dengan keadaannya di masa lalu yang kelam itu.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:


__ADS_1


Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..

__ADS_1


__ADS_2