
"Gantengnya, kalau calon suamiku modelnya kayak gini pasti aku tidak akan kabur lagi, Bahkan aku tidak akan sabar untuk menikah dengannya," batin Mayang.
"Ini cewek bener cantik tapi kenapa selalu main kabur-kaburan kalau kami akan dipertemukan apa wajahku jelek sehingga dia tidak ingin menikah denganku?" Gumam Doni.
Doni dan Mayang saling bertatapan hingga membuat Mirah tersenyum penuh arti melihat mereka yang masih enggan untuk memutuskan kontak mata mereka. Mereka saling mengagumi sosok masing-masing.
Hatinya Mirah menghangat melihat reaksi kedekatan keduanya. Mirah yang sudah pegal berdiri langsung berjalan untuk mencari tempat duduk yang nyaman sedangkan Mayanh dan Doni masih seperti sebelumnya.
Untung hpnya Doni segera berdering hingga membuat mereka kembali ke dunia nyata bukan dunia khayalan lagi. Mayang buru-buru berjalan ke arah Mirah yang sudah duduk manis.
Sedangkan Doni masih menerima telpon dari seseorang dan wajahnya kadang nampak serius kadang santai saja. Dia pun mengakhiri panggilan telponnya dan berjalan ke arah duo macan.
"Maaf membuat kalian menunggu, Apa berkas yang akan kita gunakan sudah kalian bawah?" tanya Doni yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Iya pak semuanya sudah beres," ucap Amairah yang mengikuti langkah kakinya Dion yang cukup lebar.
"Ingat jangan sampai ada kesalahan dalam pertemuan kita kali ini dan Saya meminta pada kalian untuk menunjukkan kemampuan yang kalian miliki dan jika kalian berhasil maka kalian akan mendapat rekomendasi kenaikan gaji dan jabatan kalian serta bonus dan Perusahaan berjanji jika proyek Mega kita ini sukses kalian berdua akan mendapatkan tiket liburan gratis ke Korea Selatan," jelas Doni panjang lebar.
"Serius nih Bos atau cuma iming-iming belaka saja?" tanya Mayang yang sudah berjalan dihadapan Dion.
Doni hanya menganggukkan kepalanya tanda apa yang dua katakan benar adanya dan bukan hanya janji palsu saja.
"Alhamdulillah kalau gitu, kita buktikan kepada bos dan kliennya kalau kita ini bukan karyawan kaleng-kaleng Mirah" ujarnya Mayang yang sudah berambisi untuk bertemu dengan klien.
__ADS_1
Doni tersenyum melihat tingkah laku calon istrinya yang menurutnya lucu.
"Kalau kamu tahu siapa aku apa kamu akan kabur lagi atau kamu akan mendekatiku," batinnya Doni.
Mereka sudah berada di dalam mobil yang membawa mereka ke perusahaan Pak Agus yaitu Perusahaan yang bergerak di bidang IT yang nantinya akan sangat mendukung Perusahaan mereka yang bergerak di bidang tekstil.
Mayang tak henti-hentinya mencuri pandang ke arah Doni yang menurutnya semakin ke sini semakin diperhatikan Dion semakin tampan saja. Tapi Mayang tanpa sengaja melihat ke arah Mirah dan membandingkan ke dua wajah mereka.
Menurutnya Mayang ada kemiripan antara Pak Doni dengan Mirah yaitu dari bentuk hidung mancung mereka dan juga bibirnya. Mereka seperti orang yang bersaudara saja.
"Boleh tanya sesuatu?" tanya Mirah.
Dion memandang ke arah Amairah lalu menganggukkan kepalanya.
"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Balik Dion yang sepertinya mengerti dengan arah pembicaraan Mirah.
"Beliau tidak hadir karena beliau sedang memimpin rapat pemegang saham tertinggi di Perusahaan dan tidak boleh diwakilkan oleh kepada siapa pun itu," timpal Doni lagi.
Perjalanan cukup membutuhkan waktu yang lama karena kebetulan terjadi kemacetan yang cukup panjang padat merayap yang membuat Mayang sudah ngomel-ngomel. Doni hanya tersenyum mendengar omelan Mayang yang sudah seperti emak-emak saja.
Mobil mereka sudah memasuki area Perusahaan pak Agus Wijaya tersebut. Mereka sudah disambut oleh sekretaris dan asisten pribadi pak Agus Wijaya. Mereka pun diantar hingga ke depan ruangan tempat mereka meeting.
Karena Mayang yang berjalan memakai high heels yang kebetulan lantai yang masih licin membuatnya hampir tergelincir. Untung saja Doni yang sigap menolong Mayang dari sentuhan dengan aspal.
__ADS_1
....
Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.
Dilema Diantara Dua Pilihan
Pesona Perawan
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...