Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Eps. 22. Makan Malam


__ADS_3

Raisa pamitan kepada Richard karena dia harus segera pulang. Dia tidak ingin meninggalkan putra semata wayangnya yang baru pulang tadi siang dari Bangkok, Thailand.


Richard hanya menatap kepergian Raisa dalam diamnya, dia memperhatikan punggung perempuan yang dijodohkan oleh Papinya bersama dengan Kakek Raisa. Hingga sudut ekor matanya melihat, ada benda berkilauan yang terjatuh tidak jauh dari meja tempatnya berada.


Richard bergegas melangkah untuk memungut benda itu. Baru saja ingin berteriak memanggil Raisa, tapi Raisa sudah jauh melangkahkan kakinya meninggalkan area Restoran itu. Dia mengangkat gelang itu hingga ke depan matanya lalu menatap tak percaya. Richard segera berlari ke arah pintu keluar untuk bergegas mengejar Raisa. Ada hal penting yang ingin ditanyakan olehnya.


Richard menghubungi nomor telpon asisten pribadinya, "Leo tolong bayar bill di Resto," dia lalu mematikan sambungan teleponnya lalu segera menyalakan mesin mobilnya.


Dia melihat mobil yang dipakai Raisa berhenti pas di bawah lampu merah. Dia pun semakin menambah kecepatan mobilnya ke arah mobil Raisa, tapi baru beberapa meter lampu hijau menyala membuat usahanya kembali sia-sia.


Dia memukul setir mobilnya dengan kuat karena telah kehilangan jejaknya. Dia tidak mungkin datang berkunjung ke rumahnya Raisa, tanpa ada niat dan tujuan yang jelas. Dan untuk saat ini, dia belum punya alasan yang tepat untuk bertandang ke rumahnya Tuan Yuda calon Ayah mertuanya.

__ADS_1


Raisa berjalan masuk ke dalam rumahnya lalu mengarahkan langkah kakinya ke arah kamar putranya. Dia merindukan sosok putranya itu. Dia perlahan membuka pintu kamar itu, dan ternyata Reinart sudah tertidur pulas sambil memeluk boneka kesayangannya.


Dia pun berjalan dengan langkah kaki yang pelan, dia tidak ingin jika gara-gara langkahnya sehingga mengusik tidur putra semata wayangnya.


"Maafkan Mami sayang, pertanyaan yang kemarin Mami belum bisa jawab, karena Mami pun tidak tahu jawabannya." Ujarnya lalu mengecup kening putranya itu


Raisa berusaha menahan tangisnya karena sedih setiap kali mendengar pertanyaan dari putranya yang selalu bertanya tentang keberadaan Papinya, disaat itu pula dendam itu muncul kepermukaan hingga membuatnya selalu tidak sabar menuntaskan hasrat dari rasa amarahnya.


Dia mengelus surau puteranya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Air matanya menetes membasahi pipinya hingga membasahi bantal yang dipakai oleh Rei.


Dia berjalan ke arah balkon kamar anaknya dan menatap ke arah langit dan melihat banyaknya bintang-bintang dan bulan yang bersinar terang menerangi seluruh alam semesta malam itu.

__ADS_1


Dia kembali teringat 9 tahun lalu saat dirinya dijebak oleh seseorang yang ternyata sahabatnya sendiri. Dia sudah berjanji dalam hatinya dan akan menuntut balas pada mereka jika, suatu saat nanti mereka kembali dipertemukan. Memaafkan adalah hal yang paling tepat dia lakukan tapi, untuk melupakan adalah hal yang paling sangat sulit untuk dia penuhi dan kerjakan.


Kobaran api membara akan muncul dalam benaknya jika teringat saat putranya diejek dan dibully oleh teman sepermainan dan sekolahnya. Reinhard menangis histeris sepulang dari sekolahnya.


"Mami mereka bilang Rei anak haram mami, apa itu benar Mami?" Tanyanya waktu yang hingga sekarang selalu terngiang di telinganya.


Raisa mengepalkan tangannya dengan penuh amarah. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan membalas pria yang menghamilinya serta Mutiara yang sudah menjebaknya.


"Sampai kapanpun aku akan menunggu pertemuan kita," umpatnya dengan wajah dan matanya yang sudah memerah.


Yang dia sesali hanya lah hingga detik ini belum mengetahui siapa Ayah biologis putranya. Air matanya semakin menetes hingga sesegukan, suaranya sudah serak-serak basah.

__ADS_1


Kadang putranya bertanya tentang Papinya dan dia selalu mengelak dan mengalihkan pembicaraan agar Putranya tidak mengetahui yang sebenarnya, jika dia terlahir tanpa seorang Ayah.


Setiap kali ada menghina putranya dan mengatai kalau Rei adalah anak haram yang terlahir di luar nikah,dia pasti akan memindahkan sekolah Rei ke tempat yang baru. Hanya itu jalan yang selalu dia lakukan selama ini untuk menutupi kebenaran yang ada.


__ADS_2