Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Chapter. 44. Kesedihan dan Kegalauan


__ADS_3

Rintik rintik hujan mulai turun membasahi wajahnya, tetapi tidak membuatnya bergerak sedikitpun dari posisinya berdiri. Dia masih terdiam mematung, hanya sesekali tetes air matanya yang mengalir membasahi pipinya.


"Hujan tak pernah tahu ia membasahi apa, tapi air mataku tahu ia jatuh untuk siapa," lirihnya yang menatap ke atas langit.


Kemal yang melihat hal tersebut hanya geleng-geleng kepala. Lalu tersenyum melihat tingkah lakunya Aisyah yang menurutnya seperti anak bocah saja yang bermain hujan-hujanan.


"Apa yang terjadi dengan perempuan setengah pria itu? Apa dia sedang patah hati,tapi perempuan tipe seperti dia tidak mungkin rasakan namanya patah hati," cicitnya yang kebingungan dengan apa yang terjadi pada perempuan yang sudah menarik simpatinya.


Aisyah melangkahkan kakinya ke depan hingga ujung jemari kakinya terbentur dengan pembatas. Tangannya memegang besi pagar rooftop itu.


"Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh!!!!! Pekik Aisyah.


Teriakannya melengking di tengah malam dengan guyuran hujan itu membuat suaranya tidak kedengaran. Hanya Nathan yang mampu mendengar jelas hal itu.


"seperti ini kah seorang wanita dewasa yang galau patah hati karena ditinggal menikah oleh kekasihnya," dengan wajahnya yang keheranan.


Aisyah naik ke atas pagar, ia yang melihat hal tersebut segera berlari dan menerobos hujan di tengah malam itu. Kemal menarik dengan kuat tubuhnya Aisyah.


"Hey!! Apa Kamu sudah gila haaa!!" maki Kemal.


Aisyah yang dipeluk seperti itu berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya Nathan di pinggangnya.


Tangannya Nathan terlepas hingga Aisyah kembali ke atas pagar.


"Tolong pergi dari sini, tidak perlu repot-repot mengurusi hidupku," sanggah Aisyah yang berteriak dengan lantang matanya nanar memandang ke arah Kemal.


"Dasar wanita bego, apa Kamu ingin mati haaa? Belum tentu Kamu lompat dari lantai tiga terus Kamu akan langsung mati, lagian Kamu itu tolol hanya gara-gara patah hati kamu akan mengakhiri hidupmu, sadarlah Aisyah," teriaknya untuk menyadarkan Aisyah dari kebodohannya.


"Iya aku memang perempuan bodoh, aku perempuan yang terlalu naif dan percaya dengan janji manis dari mulutnya, apa kamu sudah puas!!" Kilahnya yang tidak mau kalah.


Aisyah berusaha untuk melepaskan pelukan Nathan dipingganya. Tapi sekuat tenaga pula Nathan memeluk erat tubuhnya walaupun tangannya licin terkena air.

__ADS_1


Aisyah terus memberontak, Kemal juga semakin mengeratkan pelukannya ke tubuhnya. Tubuh mereka terbanting keras ke belakang. Mereka terbaring di atas lantai yang penuh dengan air hujan.


Aisyah kembali bangkit dan melakukan hal yang sama. Kemal sedikit pun tidak menyerah bahkan sudah mengeluarkan segenap kemampuannya untuk mencegah tindakan bodoh Aisyah.


Hingga tubuh Aisyah tak berdaya lagi dan tiba-tiba pingsan di dalam pelukannya Nathan.


Setelah pertemuannya beberapa hari yang lalu dengan Dokter Rizaldi, Aisyah bahkan sudah jarang makan dengan teratur malahan hal itu sengaja dia lakukan untuk menutupi rasa kegalauan hatinya.


Tidurnya pun tidak teratur seperti sebelumnya. Kehidupannya kacau balau hanya dalam sehari saja, setelah dia mengetahui jika Rizaldi sudah menikah dengan perempuan lain.


Kemal segera menggendong tubuhnya Aisyah dan berlari ke arah kursi yang ada di sekitar tempat itu yang kebetulan terlindung dari guyuran hujan.


Tidak mungkin dia menggendong tubuhnya Aisyah hingga ke lantai bawah. Dia tidak mampu berbuat seperti itu.


"Ayo sadarlah, Aisyah Kamu itu perempuan kuat pasti bisa melaluinya," teriaknya agar Aisyah segera tersadar.


Dia ingin mengganti pakaiannya Aisyah tapi bagaimana caranya di sekitar mereka tidak ada selembar kain pun yang bisa dipakainya untuk mengganti pakaiannya Aisyah yang sudah basah kuyup.


Kemal hanya berusaha memberikan kehangatan di tubuhnya Aisyah. Dengan menggosok tangannya agar tidak terlalu dingin.


Malahan Aisyah semakin menggigil kedinginan. Bibirnya sudah pucat pasi, badannya sedikit mulai menghangat. Pertanda tubuhnya Aisyah mulai demam.


"Aku harus segera turun dan meminta bantuan kepada orang-orang," gumam Kemal lalu secepatnya berdiri dan bersiap berlari, tapi baru satu langkah kakinya melangkah tangannya ditarik oleh Aisyah.


"Please jangan tinggalkan aku dokter, aku sangat mencintaimu," racau Aisyah yang sudah tidak sadarkan diri.


Kemal terenyuh mendengar perkataan dari Aisyah yang menyebut nama pria lain di depannya. Ada sesuatu perasaan aneh dan tidak suka setelah mendengar racauan dari mulutnya Aisyah.


Tetapi, tidak mungkin dia menegur dan melarang Aisyah untuk berbicara seperti itu. Dia tidak punya hak sedikit pun.


Kemal kembali berusaha untuk pergi dan melepaskan pegangan tangannya Aisyah. Tetapi, Aisyah tidak membiarkannya bergerak sedikit pun. Dia semakin memperkuat pegangannya.

__ADS_1


Walaupun setengah sadar kekuatan Aisyah masih sangat kuat. Dia kembali menarik tangan Nathan hingga tubuhnya Kemal tertarik dan terjatuh ke atas tubuhnya Aisyah.


Aisyah kembali meracau tak jelas yang meringkuk dalam posisinya, "Aku kedinginan, sangat dingin tolong aku."


Kemal kemudian memeluk tubuh Aisyah dengan erat untuk memberikan kehangatan di tengah hujan itu.


Untungnya kursi panjang itu bisa menampung kedua tubuh mereka yang tinggi tegap. Nathan semakin mengeratkan pelukannya. Dan hal itu berhasil, Aisyah sudah bisa tenang dan menggigil lagi.


Pakaian Kemal sudah terlepas hanya meninggalkan boxernya saja. Sedangkan Aisyah pun demikian hanya memakai tanktop dan hotpants. Kemal dengan terpaksa melakukan hal itu untuk mengurangi rasa kedinginan mereka.


Pelukan mereka semakin erat seperti layaknya suami istri. Hingga Kemal pun terlelap dalam menahan dinginnya malam itu. Rich dibuat kelimpungan mencari keberadaannya.


Nomor hpnya sudah dihubungi berkali-kali tapi selalu berada di luar jangkauan. Richard memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya tanpa adanya Nathan.


"Mungkin anak itu ada urusan yang sangat penting hingga lupa memberikan kabar," kira Richard.


Kenyataan memang tidak selalu beriringan dengan harapan, tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan.


...Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:...


...1. Pesona Perawan...


...2. Hasrat Daddy Anak Sambungku...


...3. Aku Diantara Kalian...


...4. Dilema Diantara dua pilihan...


...5. Cinta yang tulus...


...6. Bertahan Dalam Penantian...

__ADS_1


...7. Pelakor Pilihan...


...Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all......


__ADS_2