Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Eps. 24. Reinhard Ketabrak Mobil


__ADS_3

Aisyah pun bersedih dan pernah sekali Rei bertanya kepadanya tentang Papinya. Dia terpaksa berbohong dan mengatakan kalau bulan ini Papinya akan datang menemuinya.


Ia tidak tahu harus menjawab apa, karena sudah sekian kali Rei bertanya seperti itu padanya.


Mobilnya semakin melaju dengan kecepatan tinggi, dia ingin segera ke Bandara. Dia tidak ingin kembali kehilangan jejaknya Raisa pemilik gelang yang sekarang dipakainya.


Rei baru menyadari jika kotak bekalnya tertinggal di dalam mobil maminya. Dia berlari ke arah luar berharap mobil Maminya belum jauh. Hingga dia berlari secepatnya agar tidak terlambat.


Mobilnya tiba-tiba harus berhenti karena hampir saja dia menabrak seseorang.


"Aaaahhhhh Mami!!!"


Untungnya saja, Richard segera menginjak rem kakinya sehingga Rei, hanya diserempet mobilnya Ricard.


Lee baru menyadari jika kotak bekalnya tertinggal di dalam mobil maminya. Dia berlari ke arah luar berharap mobil Maminya belum jauh. Hingga dia berlari secepatnya agar tidak terlambat.


"Mami... Mami!!!!!" teriaknya sambil berlari mengejar mobil Delisha yang semakin jauh saja.


Usaha yang dilakukan oleh Lee tidak berhasil. Tubuhnya terjatuh hingga tersungkur di atas aspal. Dia segera bangkit lalu ingin kembali berdiri, tapi tiba-tiba pandangannya tertuju ke arah mobil yang menuju kearahnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


"Aaaahhhhh Mami!!!!

__ADS_1


Ke dua tangannya menutupi matanya dengan refleks. Reinhard sudah pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi selain hanya menutup matanya.


Ciiiiiiiiiiitttttttttt....


Mobilnya tiba-tiba harus berhenti karena hampir saja dia menabrak seseorang.


Richard segera menggendong tubuhnya Rei kedalam mobilnya setelah memeriksa terlebih dahulu kondisinya Rei.


"Tolong secepatnya dibawa ke rumah sakit Tuan, kasihan dengan anaknya yang sudah pingsan," ujar seorang bapak-bapak.


"Iya Pak, tapi untungnya Lukanya tidak terlalu parah," sahut ibu-ibu.


Beberapa saat kemudian Rei sudah dibaringkan ke dalam mobilnya. Rei dibaringkan di jok belakang mobilnya dibantu oleh beberapa orang yang kebetulan berada di sana.


"Semoga dia baik-baik saja, aku tidak ingin anak kecil itu kenapa-kenapa gara-gara akibat keteledoranku yang tidak hati-hati dalam menjalankan mobil," lirihnya sambil tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Hanya butuh waktu sebentar saja, mobil yang dipakai oleh Richard sudah sampai di depan pintu rumah sakit.


"Suster tolong!!!!" Pekik Richard yang memanggil beberapa perawat agar segera menyadari kedatangannya.


Rei masih tidak sadarkan diri dalam gendongannya. Dia tetap berlari mendekati beberapa perawat yang mendorong bangkar rumah sakit.

__ADS_1


"Baringkan tubuhnya Pak di atas sini Pak," perintah dari seorang perawat pria.


Richard tanpa banyak bicara dia segera menaikkan tubuhnya Rei.


"Ya Allah… semoga saja anak ini selamat,aku takut jika terjadi sesuatu kepadanya," cicitnya yang sangat khawatir dengan keadaannya anak bius itu.


Dokter silih berganti menangani beberapa luka yang terdapat di tubuhnya Rei.


Richard bisa bernafas lega saat Dokter selesai menangani kondisi Rei. Setelah diperbolehkan masuk untuk melihat dan menjenguk keadaan Reinhard barulah dia tidak cemas lagi.


Serasa ada batu besar yang terlepas dari atas pundaknya. Beban itu terhempas jauh dari pikirannya. Senyuman sesekali menghiasi wajahnya yang tampan itu.


Dia juga mengurus semua administrasi pemindahan ke dalam kamar perawatan VVIP. Richard tidak ingin Rei mendapatkan perawatan medis yang setengah-setengah saja,dia ingin yang paling terbaik.


Richard kembali menelpon nomor hp asisten pribadinya. Menurutnya sudah beberapa hari diserahi tugas, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda dia akan mendapatkan informasi tersebut.


Kemal untuk kali ini mengalami kegagalan disaat diberikan tanggung jawab. Setiap kali mencari informasi yang akurat tentang Rei, usahanya selalu menemui kegagalan.


"Siapa sebenarnya anak kecil ini? Kenapa sangat sulit untuk mengetahui identitasnya? Apa ada orang yang berkuasa melindunginya?" Tanyanya Kemal yang bergumam.


Kemal geleng-geleng kepala dan hampir putus asa. Dia pun teringat kepada sahabatnya yang bisa membantunya, tetapi sayangnya. Nomor hp orang itu belum aktif hingga sekarang.

__ADS_1


"Kalau gini, aku harus bicara bagaimana pun Tuan Muda pasti akan terus mendesakku, Bisa-bisa bonus yang dijanjikan dibatalkan, jika hasilnya seperti ini terus," tutur Kemal yang berusaha memecahkan permasalahannya sendiri.


Syukur Alhamdulillah Fania ucapkan terima kasih banyak kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada Cinta dan Benci.


__ADS_2