Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 118


__ADS_3

Rexy terdiam mematung dalam mode bertanya siapa mereka. Ia sama sekali tidak membantah ataupun lawan dari perintah orang tersebut. Dia berjalan dengan sedikit pincang ternyata kakinya terjepit di pedal gas mobilnya saat kecelakaan tadi.


"Tidak ada gunanya berada di dalam mobil itu terus, kamu sama saja memperlambat proses pekerjaan kami," bentak salah satu dari anggota komplotan itu sambil dengan menodongkan senjata api di ujung keningnya Rexy.


"Kalian ini siapa dan apa salahku pada kalian? Sepertinya aku sama sekali tidak mengenal kalian," tutur Rexy dengan senyuman tipisnya yang berusaha bersikap tenang saja walaupun dalam hatinya tidak baik-baik saja karena sudah memiliki firasat yang tidak baik.


"Kamu tidak perlu banyak tanya, yang paling penting kamu cukup diam dan mengikuti apa yang kami katakan, ayo cepat jalan jangan sengaja mempersulit pekerjaan kami," jawabnya yang menyuruh Rexy untuk segera masuk ke dalam mobilnya.


Tatapan mata dari mereka yang mengepungnya yaitu tatapan Ingin membunuh. Rexy kembali tersenyum meremehkan ke arah mereka. Dia melakukan hal itu bertujuan agar bisa mengulur waktu lebih lama lagi sambil menunggu bala bantuan dari kakeknya.


Ia tadi juga mengirim chat tanda darurat jika dirinya dalam bahaya. Setiap hp dari cucunya Tuan Luis pasti dilengkapi dengan alat pelacak dan pengirim sinyal sos jika mereka dalam keadaan bahaya. Tuan Besar Luis yang sedang memimpin jalannya rapat pertemuannya dengan relasi bisnisnya dari Arab Saudi dan Turki segera menghentikan beberapa saat aktivitasnya.


Setelah Beliau mendengar hpnya berbunyi. Dia segera memeriksa setelah meminta izin pada rekan kerja tersebut.


"Tidak mungkin!!" Kesal nya yang membuat semua perhatian orang-orang tertuju padanya karena suaranya yang cukup lantang dan besar sehingga suasana seketika langsung hening.


Mereka takut jika sudah tidak sengaja menyinggung perasaan pemilik Perusahaan Volkswagen tbk, jika hal itu terjadi maka perusahaan dan nasib mereka akan berada di ujung tanduk.


Mereka hanya bisa saling melempar pandangan satu sama lainnya, tidak ada yang berani sedikit pun untuk berkomentar.


"Berani sekali dia melakukan hal itu pada cucuku, Albert!!" Teriaknya yang memanggil namanya asisten pribadinya sekaligus anak buah kepercayaannya yang tidak diragukan lagi.


Albert yang dipanggil pun segera menghadap depan membungkukkan tubuhnya sedikit ke hadapan junjungannya, " ada apa Tuan Besar?" Tanyanya dengan raut wajah yang tidak bisa terbaca sedikit pun.

__ADS_1


"Segera hubungi orang di Indonesia, terutama Yudha dan Aisyah katakan padanya jika Rexy telah ditangkap oleh anak buahnya Nurman," perintah Tuan Besar Luis dalam bahasa Indonesia karena dia tidak ingin orang-orang tahu kalau terjadi pergolakan besar di dalam kehidupan intern keluarganya.


"Baik Tuanku," jawabnya dengan singkat dan segera berjalan ke arah luar untuk menjalankan perintah dari Tuan Luis.


"Kita lanjutkan meetingnya dan Maaf ada sedikit gangguan kecil, maklum ada seekor kucing yang berusaha jadi harimau," terangnya dengan dibarengi senyuman liciknya.


Mereka kembali ke apa yang sempat tertunda. Di dalam benaknya Tuan Luis, dia selalu memikirkan keadaan cucu kesayangannya. Dia tidak menampik jika kecemasan dan ketakutan itu menyertai pekerjaanku saat itu juga.


Tetapi dia juga tidak bisa dengan seenak jidatnya memutuskan atau pun menghentikan aktivitasnya dan mencampuradukkan pekerjaan dengan urusan pribadinya.


Yudha yang mendapatkan kabar tersebut bukan main shocknya. Dia segera menghubungi Bryan dan putranya Maxy untuk segera bergerak mencari keberadaan anak keduanya.


Nyonya Mirah yang kebetulan berjalan masuk ke dalam ruangan kerja pribadi suaminya yang membawa nampang. Dia berjalan santai dan raut wajahnya tiba-tiba berubah drastis saat mendengar perkataan dari suaminya itu.


"Itu tidak mungkin!! Mas pasti bohong kan?" Teriaknya yang berlari segera ke Martin tanpa perduli dengan kakinya yang tidak sengaja menginjak pecahan beling itu dari cangkir dan piring yang berhamburan di atas lantai.


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan

__ADS_1


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Tetap dukung Cinta dan Dendam dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya yah Readers...

__ADS_1


__ADS_2