Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 149


__ADS_3

Yudha tersenyum penuh kebahagiaan saat menanti pernikahan ijab qobul anaknya Maxy dan Camelia. Ia tidak pernah menyangka jika dirinya berada di posisi itu.


"Alhamdulillah terima kasih banyak ya Allah atas segala nikmat yang engkau berikan kepadaku dan kepada keluargaku," gumam Yudha yang menatap intens satu persatu anggota keluarganya.


Yudha kembali teringat beberapa tahun silam saat kepergian istrinya Mirah karena kesalahannya.


"Kakak berhutang penjelasan kepada ku dan Maya tunggu di Apartemen Maya ok tidak Pake banyak alasan," lirihnya Mayang.


Mayang pun menutup pintu dengan senyuman di wajahnya karena menurutnya sekarang dia punya kartu as untuk mempermainkan kakak sepupunya itu. Sedangkan Yudha mengelus wajahnya yang nampak gusar karena ternyata Mayang adik sepupunya adalah sahabat baiknya Mirah.


Yudha takut jika Mayang memberitahu kepada Neneknya tentang pernikahannya. Ia segera menelpon Mbak Marni untuk mengabarkan kondisi dari Mirah dan meminta tolong untuk menjaga Maxy sementara waktu selama Mirah ada di rumah sakit.


Masih Flashback On..


Yudha tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi. Ia kebingungan dengan suasana yang ada di dalam ruangan perawatan Istrinya Mirah.


Awalnya masih belum menyadari jika istrinya sudah tidak ada di ranjangnya, Yudha hanya mengira jika Mirah sedang dibawa ke ruangan khusus untuk terapi atau diobati.


Tapi, setelah mendengar perkataan dari orang-orang yang berdatangan ke kamar perawatan Mirah akhirnya baru lah dia tersadar dengan apa yang telah menimpa istrinya.


Yudha kebingungan mencari keberadaan Mirah yang menghilang entah kemana dalam kondisi yang belum sembuh dan pulih total. Bahkan sudah hampir seperti orang yang tidak waras saja.


"Papa di mana Mirah, kenapa ranjangnya kosong begini?" tanya Yudha dengan raut wajahnya yang kebingungan kepada Pak Herdi di saat dirinya sudah mengetahui kalau Mirah tidak ada lagi di tempatnya.

__ADS_1


Pak Herdi hanya diam membisu dan tidak tahu harus berbicara apa kepada anak menantunya itu dengan berharap agar Yudha mendengarkan penjelasan dan perkataannya..


"Semoga Ibu Masitha segera datang agar Dia yang bisa menjelaskan kepada Martin dengan keberadaan Mirah serta apa hubungannya Mirah dengan orang yang telah menghancurkan keluarga besarnya," batinnya Pak Herdi.


"Maafkan Ayah juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba Miirah putriku menghilang, dan kita tidak bisa melaporkan hal ini kepada pihak berwajib karena tidak adanya bukti yang bisa menguatkan laporan kita dan juga pihak Rumah Sakit Harapan Kasih sudah memohon agar peristiwa ini tidak diketahui oleh kepolisian dan khalayak ramai," Tutur pak Herdi.


"Jadi apa kita hanya bisa berdiam diri saja menunggu kedatangan Mirah, maksudnya begitu??" tanyanya Yudha yang sudah tersulut emosinya dan tidak bisa menahan amarahnya lagi yang sudah menggebu.


"Bukan begitu juga, kamu harus tenang dan sabar Papa sudah mengerahkan seluruh anak buah Papa untuk mencari keberadaan Amairah, dan kamu harus ingat Kamu itu masih punya bayi yang harus kamu perhatikan jadi Papa mohon tenangkan diri kamu dan perbanyak do'a agar Amairah baik-baik saja," jelas Pak Herdi panjang lebar sambil memegang pundaknya Yudha yang berusaha untuk menenangkan anak menantunya itu.


Tidak lama kemudian, Anak buah Pak Herdi pun masuk, yaitu Roni dengan wajah yang sulit untuk ditebak. Tetapi menyiratkan bahwa ada yang tidak beres yang sudah terjadi. Pak Herdi pun menatap ke arah Roni sedangkan yang ditatap langsung mengerti maksud dari tatapan pak Heri.


"Yudha dengarkan baik-baik Papa akan berusaha untuk menemukan Mirah, Papa pamit keluar dulu, ada yang ingin Papa kerjakan dan jaga baik-baik putri Kamu," ucap Pak Herdi lalu berjalan ke arah pintu.


Yudha saja yang kurang gercep dan tidak peka dengan kondisi dirinya yang punya kekuasaan tetapi tidak memanfaatkan sebaiknya. Dia tidak pernah berfikir jika harus menyewa dan memperkerjakan beberapa orang untuk menjadi body guardnya dikarenakan dengan ancaman dari musuh yang secara tiba-tiba datang.


...----------------...


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan

__ADS_1


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


Alurnya novel ini maju mundur cantik yah. Semoga mudah dimengerti alurnya..

__ADS_1


__ADS_2