Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
Bab. 196


__ADS_3

"Kakek juga hati-hati dan jaga kesehatan kakek," ujarnya Mirah yang sedih karena harus berpisah dengan kakeknya.


"Hati-hati kakek buyut," tuturnya Maxy disaat pak Lukman berjalan ke arah pintu keluar.


Mirah pun berdiri dan meninggalkan area resto dan memesan ojek online untuk mengantar Mirah hingga ke hotel. Hingga sore hari Amairah tidak keluar dari kamar hotel yang dapat a pesan. Mirah merasakan kelelahan sehingga dia ingin beristirahat, begitu pun dengan Maxy yang tertidur pulas.


Besok baru ke Kantor Pengadilan Agama untuk mengurus segera akta perceraiannya dengan Adam. Adam kok begonya sih dipelihara, istri model Meeta kok sampai dipertahankan segala, serpis Meeta di ranjang kayaknya pelayanan super deluxe sehingga Adam sampai buta mata dan buta hatinya.


Pagi menjelang matahari sudah menampakkan tajinya untuk menyinari dan menghangatkan seluruh isi bumi. Banyak yang sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa dan masih ada yang bergelung di dalam selimutnya. Bahkan ada yang sama sekali belum menyentuh nikmatnya bantal dan kasur yang empuk demi sesuap nasi dan untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang kepala rumah tangga.


Seperti halnya yang dialami oleh Yudha, hingga detik ini masih bertempur dengan laptopnya dan banyaknya berkas yang harus dia selesaikan hari ini juga. Begitu pun juga dengan Dion yang selalu setia menemani Bosnya walaupun sebenarnya Dion memiliki janji untuk bertemu dengan Mayang di kota S.


Miirah berjalan ke arah jendela, ia kemudian membuka tirai jendela kamar hotelnya dan menatap ke arah bawah dan melihat ramainya jalan ibu kota di pagi hari itu. Ia merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara yang masih segar karena belum banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Berselang beberapa saat kemudian, Mirah berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Tapi sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Mirah memeriksa putranya Maxy apakah sudah bangun atau belum.


"Tidurmu nyenyak sekali nak, kenapa wajahmu semakin besar semakin mirip dengan Mas Yudha padahal kalian hanya anak dan Ayah sambung saja, kalian berdua sama sekali tidak ada hubungan darah atau hubungan yang lain pun," batinnya Mirah.


Mirah lalu meraih handuk yang ada di dalam lemari dan bergegas ke kamar mandi. Tapi tiba-tiba ia merasakan sakit dibagian perutnya akibat tendangan si kecil.


"Auuhh, ada apa sayang, apa kamu kangen dengan Daddy kamu?, Mommy juga kangen dengan Daddy Martin tapi kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk bertemu dengan Daddy sayang, kasihan Daddy harus bolak balik kalau kita ingin bertemu atau gimana kalau hari ini kita chat Daddy sekalian kita jalan-jalan mau enggak?" Gumam Mirah.

__ADS_1


Mairah duduk di tepi ranjangnya lalu mengelus perut buncitnya dan tersenyum sendiri jika mengingat saat-saat bersama suaminya Martin.


"Mommy!!" Pekiknya Maxy saat membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan kamar hotel tapi tidak menemukan keberadaan mommynya.


Bunyi air dari dalam kamar mandi membuatnya Maxy mengetahui keberadaan Mommynya. Dia pun berjalan ke arah dekat meja nakas tempat tidurnya dan melihat ternyata hp milik Mommy nya berdering.


Maxy tanpa pikir panjang, ia langsung mengangkat telepon tanpa memberitahu Mairah terlebih dahulu. Betapa bahagianya Maxy setelah melihat siapa orang yang menelpon Mommynya.


"Assalamu alaikum Daddy," ucap maxy setelah telpon berhasil tersambung.


"Waalaikum salam," jawab salam Yudha diseberang telpon.


"Daddy cari Mommy yah?" Tanya Maxy yang yakin jika dadynya pasti mencari ke keberadaan mamanya.


"Mommy lagi di kamar mandi Dad, dan Alhamdulillah kami baik saja Daddy , kalau Daddy gimana kabarnya?" tanya balik Maxy yang seperti orang tua saja.


"Alhamdulillah Daddy baik dan sehat, oiya nanti sore Daddy mau ke kota S, tapi jangan tanya Mommy yah!" Tuturnya Yudha.


Dion hanya jadi pendengar saja dan tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa ingin mengganggu aktivitas big bosnya. Ia berharap hubungan keduanya semakin erat dan satu sama lain sudah sepakat untuk jujur.


****************

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang judulnya tidak kalah seru loh, judul novelnya ada di bawah ini, ceritanya lebih Bagus dan seru pastinya dari ini.



Dilema Diantara Dua Pilihan


Pesona Perawan


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2