
"Pasti dia dari ketemuan dengan seorang pria di luar sana," umpatnya Maxy dengan tatapan menyelidiknya
Menurut Maxy, Camelia sengaja melakukan hal itu. Padahal Camelia harus mengantar putrinya ke tempat penitipan anak sebelum datang ke RS.
Saat kedatangan mereka, Maxy sedang dibantu makan siang oleh Camelia suster cantik yang sudah menjadi perawat pribadinya.
"Bapak harus makan yang banyak, agar besok bisa pulang ke rumah, apa bapak tidak merindukan keluarga bapak?" Tanyanya sambil menyodorkan sendok yang sudah berisi penuh makanan ke arah mulutnya.
Maxy hanya terdiam dan tidak ingin membuka mulutnya bahkan dia menolehkan wajahnya ke arah tembok saking jengkelnya dengan sikap Kamelia.
Penyebab Maxy marah gara-gara tadi,Camelia terlambat datang ke ruangannya. Menurutnya Maxy, Camelia sengaja melakukan hal itu. Padahal Camelia harus mengantar putrinya ke tempat penitipan anak sebelum datang ke Rumah Sakit Pelita Harapan. Camelia tidak putus asa untuk membujuk Maxy yang merajuk yang sifatnya sudah seperti anak kecil saja.
Yudha dan Mirah masih berdiri di ambang pintu. Mereka berencana untuk menjadi pendengar dan penonton dari apa yang mereka lakukan di dalam sana. Mereka saling pandang dan tersenyum bahagia.
"Sudah jam 2 loh, kalau Bapak tidak minum obat, sakitnya masih bisa bertambah parah," ujarnya dengan sendok makan yang masih berada di dalam genggamannya dengan penuh makanan.
"Memangnya aku bapakmu, sedari tadi memanggilku dengan sebutan bapak segala, apa aku setua itu?" Sarkas Madu dengan melihat jengah kearah Camelia.
Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum menimpali perkataan dari Maxy tanpa ada niat untuk marah sedikit pun.
"Bukannya menjawab malah senyam-senyum segala lagi, jangan tersenyum seperti itu sama pria lain aku gak suka," larang Maxy langsung memalingkan wajahnya ke arah tembok.
__ADS_1
Camelia yang mendengar perkataan tersebut langsung menatap ke arah Madu dengan penuh pertanyaan. Tapi, lidahnya keluh hanya sekedar untuk berbasa-basi saja pun tidak ingin dia lakukan.
Perkataan dari Maxy membuatnya jadi tidak mengerti dengan arah pembicaraannya, sedari tadi selalu berbicara seolah-olah Maxy ingin menyampaikan sesuatu hal penting pada Camellia tetapi, penyampaiannya yang tidak secara langsung.
"Apa sih maksudnya ngomong gitu, emangnya salah kalau tersenyum sama semua orang termasuk ke hadapan pasien, apanya yang salah yah?" Batinnya Kamelia.
Camelia terdiam sesaat dan memikirkan baik-baik perkataan dari Maxy yang menurutnya ganjil dan sedikit tidak masuk akal. Lamunan mereka buyar saat pintu berdecit, masuklah kedua orang tuanya Maxy. Mereka refleks bersamaan menolehkan kepalanya dan melihat ke arah pintu arah datangnya dua orang tua.
"Moms, Dad," sapanya Axel sumringah melihat kedatangan orang tuanya.
Camelia langsung berdiri dari tempat duduknya di atas ranjang bangkar milik Maxy. Dia merasa malu dengan sikapnya yang barusan dia lakukan.
"Kok turun sih Nak, apa pasiennya sudah makan dan minum obat juga?" Tanya Mirah yang tersenyum ramah ke arah Camelia dengan menyindir anak sulungnya itu.
"Anu.. anu.. Bu, Tuan Muda tidak mau makan jadi obatnya belum diminum," jawab Camelia yang sedikit gagap lalu memperlihatkan obat yang tadi sempat dia pegang.
Mirah menatap ke arah putra sulungnya dengan ramah, "sayang kok enggak mau makan, emangnya ada apa? Apa Mommy boleh tahu?" tanyanya yang pura-pura tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka.
Macy yang biasanya irit bicara pas ditanya langsung menyahut saja dan tanpa basa-basi lagi.
"Ini semua gara-gara dia Moms, aku gak suka kalau dia terlalu ramah sama pria lain," jawabnya dengan wajahnya yang cemberut ke arah Camelia.
__ADS_1
Camelia yang mendengar perkataan dari mulutnya Maxy spontan menutup mulutnya saking terheran heran dengan penuturan Maxy.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Diantara Dua Pilihan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Pelakor Pilihan
Aku hanya sekedar baby sitter
Cinta Ceo Pesakitan
Tetanggaku Idola Suamiku
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
I love you all Readers…