Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam
52. Pertunangan


__ADS_3

Setelah kepulangan Aisyah dari Rumah Sakit, Kemal segera menghubungi nomor hp keluarganya untuk segera datang ke rumah kediaman Yudha.


Kemal memanggil dan mengundang keluarga besarnya untuk mengantarnya melamar wanita pujaan hatinya.


Kegembiraan terpancar dari raut wajah mereka. Rombongan itu cukup banyak, membuat asisten rumah tangganya dan yang lainnya harus bekerja ekstra melayani iringan lamaran tersebut.


Saking banyaknya yang datang memenuhi Kediaman Yudha dan Mirah. Kemal hanya cengengesan melihat betapa banyaknya anggota keluarganya yang datang dari kampung halamannya hanya untuk mengawal acara lamarannya.


Dari pembicaraan mereka sudah diputuskan pagi harinya adalah akad nikah antara Richard dengan Raisa sedangkan Kemal dan Aisyah setelah acara akad nikahnya Raisa selesai.


"Itu ide yang bagus Tuan Yudha Kami pihak keluarga dari Nathan dengan tangan terbuka menerima usulan yang Tuan berikan," tanggapan dari Pamannya Nathan.


"Sesuatu yang baik sebaiknya segera dilaksanakan jangan ditunda-tunda lagi, iya kan Ibu," timpal Nenek Masitha.


"Betul sekali Nek, kalau hal yang baik harus disegerakan saja, tidak perlu menundanya," pungkas ibunya Kemal.


Mereka berbincang-bincang sampai menjelang magrib, bahkan mereka memutuskan untuk sholat berjamaah magrib di kediaman utama keluarga Yudha.


Rona bahagia sekaligus malu sangat nampak jelas di wajahnya Aisyah. Dengan kehadiran mereka mampu membuatnya melupakan sesaat kesedihannya ditinggal kawin oleh Dokter Rizaldi.


Tetapi, berbeda halnya dengan yang dirasakan oleh Raisa. Ada ketakutan dan keraguan yang muncul di dalam benaknya.

__ADS_1


Dia takut jika suatu saat nanti Richard berubah setelah mengetahui jika dirinya memiliki seorang putra tanpa ada ikatan pernikahan.


Senyuman sesekali Raisa perlihatkan kepada semua orang, agar tidak ada yang mengetahui kegalauan dan kegundahan hatinya.


"Ya Allah… bukannya aku kufur nikmat atas lamaran ini, tetapi aku sangat takut jika Mas Richard mundur bahkan membatalkan pernikahan kami jika dia tahu masa laluku," batinnya Raisa.


Richi sesekali curi-curi pandang ke arah Raisa. Serasa mengetahui jalan pikiran calon istrinya. Dia pun mengirimkan pesan singkat ke nomor HP-nya Raisa.


"Besok kita keluar jalan-jalan bareng Lee, aku tidak mau ada kata penolakan."


Beeeppp…


Getar dan bunyi tanda ada pesan yang masuk ke dalam hpnya . Dia sedikit terkejut dengan nada getar di hp nya. Dia melirik sekilas ke arah Richard sebelum membalas pesan chat tersebut.


"Apa yang terjadi denganku? Hanya saja melihat senyumannya itu membuat hatiku bergetar tidak seperti biasanya," batin Raisa.


"Aku akan berusaha menghapus kenangan pahit yang pernah Mas torehkan di dalam hidupmu dan semuanya akan terganti dengan senyuman, Mas janji mulai detik ini," lirih Richard.


"Tapi, bagaimana dengan denganku selama ini pada pria itu," Raisa membatin dan membeku di tempatnya.


"Oke." Pesan chat balasan dari Raisa untuk Richard.

__ADS_1


Giliran hpnya Richard yang bergetar. Mereka saling berbalas chat. Dia kemudian menatap ke arah Raisa sedangkan yang ditatap langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Ada rasa grogi, salah tingkah yang dirasakan oleh Raisa . Dia tidak ingin Richard melihat wajahnya yang mulai memerah merona menahan rasa malu-malunya. Richardi tanpa ba-bi-bu segera membuka kunci hpnya.


Dia kemudian membaca chat dari kekasih pujaan hatinya. Tapi, sedikit kecewa karena hanya satu kata yang ditulis oleh Delisha di dalam pesannya. Padahal sudah berharap ada kata sebelum atau sesudahnya yang bisa dia baca.


"Gadis yang dingin dan irit bicara," gumamnya.


Setelah mereka makan malam. Nenek Masitha meminta mereka untuk saling bertukar cincin pertanda mereka sudah bertunangan secara resmi.


Acara pertunangan tidak seperti layaknya orang-orang dari kalangan jetset. Mereka hanya menginginkan acara kekeluargaan yang lebih kental daripada harus pamer dan berfoya-foya.


Richard maju ke depan setelah dipanggil oleh Nenek Masitha. Di dalam genggamannya sudah terdapat kotak beludru yang berisi dengan dua buah cincin.


Raisa pun berjalan ke arah mereka hanya mendapatkan tatapan dari neneknya saja sudah mengerti. Mereka berdua saling berpandangan satu sama lainnya.


"Sayang sini tanganmu, biarkan Richard bisa menyematkan cincin yang sangat cantik ini di dalam jari manis mu," tutur Nenek Masitha lalu menarik perlahan tangan kiri cucunya.


Raisa segera memenuhi permintaan dari Neneknya lalu mengulurkan tangannya ke hadapan calon suaminya.


Richard tanpa aba-aba langsung meraih uluran tangannya Raisa dan mengambil sebuah cincin yang sangat cantik dengan di bagian tengahnya bertahtakan berlian yang sangat indah.

__ADS_1


Mereka bergantian menyematkan cincin ke dalam jari mereka masing-masing. Setelah giliran mereka. Gilirannya Aisyah dan Kemal pasangan fenomenal.


__ADS_2